Menu

Tuesday, 11 December 2018

/



Semenjak memutuskan menjadi blogger yang lebih serius saya hanya menganggap profesi ini sekedar iseng, nggak serius-serius banget sih, sebab kalau diseriusin itu tandanya saya harus benar-benar fokus kan dalam bidang pekerjaan ini tidak boleh tidak. Setiap hari mungkin datang event, tiap hari post dan menghasilkan tulisan yang bagus, mungkin suatu saat saya akan menjadi trainer, atau hal-hal yang saya bayangkan saya akan lebih sibuk setara dengan orang pekerja kantoran.

Tapi dibalik kesibukan menjadi full time blogger *misal* saya juga harus berfikir, datang ke event tiap hari harus diiringi dengan perbaikan tulisan, nah ini yang saya belum bisa, tulisan saya masih acak kadut gitu, dan masih suka-suka nulisnya. Ya malu juga kalau saya datang ke event tulisan saya masih standar-standar aja, secara saya kan akan menghadapi klien baru setiap hari, kalau tulisan saya bagus kan saya bisa jadi partner yang baik, begtu bukan :D? hehe..


Memang menjadi blogger itu menyenangkan, dapat goodiebag, dapat makan enak, dibayar, senang-senang, kalau beruntung bisa dapat voucher tambahan, kalau tulisan bagus dilombakan bisa dapat hadiah berjuta-juta, jalan-jalan, dan hal-hal menyenangkan lainnya yang membuat banyak orang kemudian berlomba-lomba ingin menjadi blogger dan ingin dianggap sebagai blogger, tapi ingat itu harus fokus dan butuh konsentrasi, butuh latihan nulis dengan konsisten, lah, saya mana bisa begitu :D, karena sebab itulah saya hanya memutuskan untuk menjadi blogger part time saja, kenapa?

1.      Suami saya masih bekerja
Alasan menjadi blogger apa? Karena mengejar goodiebag, voucher beratus-ratus ribu, memperbanyak penghasilan dengan pundi-pundi? Makan gratis, senang-senang? Kalau hanya mengejar itu, mungkin itu tidak ada di dalam fikiran saya, sebab saya masih ada suami yang bekerja, beliau masih bisa membiayai saya beli gincu, bedak dan lainnya. Lagi pula misal, misal nih misalnya, kita datang ke sebuah event, dapat produk kecantikan, besoknya dapat produk kecantikan dengan beda merek lagi, apa iya mau dipake semua, dan bilang ke publik, “Hai.. semenjak pakai produk A saya makin glowing loh”, trus besoknya pake produk yang beda, “Pakai bedak B bikin saya tambah pede” itu kalau kecampur-campur gitu apa iya nggak bikin muka jadi jerawatan :D? serius nanya nih. Sumpah, saya belum bisa menyusun kata-kata untuk mencoba banyak produk kompetitor dalam satu waktu.
Misalnya lagi ada kita datang ke program asuransi A, beberapa bulan kemudian kita promo asuransi B, kita bilang A tidak tertandingi, lalu kita bilang B tiada duanya. Ih sungguh mempertanggungjawabkan tulisan itu nggak bisa hanya dibayar sama Goodiebag atau honor semata. Susyah. Karena suami sudah mewanti-wanti, boleh menjadi blogger tapi jangan sampai melupakan kodrat sebagai istri, ya sudah saya bisa bilang apa. Dia sudah mau mendukung saja saya sudah girang setengah mati :D


2.      Kasian anak ditinggal terus
Ketika datang ke sebuah event, bukan tidak mungkin saya meninggalkan anak dirumah. Entah sama mertua, atau sama kakak ipar, kalau hari sabtu dan minggu sama bapaknya. Pastilah yang namanya anak kalau ditinggal perasaannya gimana sih, hari-hari ngeliat ibunya dirumah, terus tiba-tiba ibunya menghilang dan dia dititipin sama orang *walaupun sama saudara sendiri*, pasti sedih, balikin aja ke diri sendiri, dulu waktu ibu saya pergi-pergi terus untuk acara kantor bapak saya, ya ampun saya betenya bukan main dititipin pembantu. Yang namanya ibu pasti kepikiran anaknya, bagaimana kondisi anak, bagaimana makannya, dia ngerepotin apa nggak, tidurnya gimana. Ya ampun, beneran saya sedih nggak bisa jauh-jauh dari si kecil, soalnya masih periode emas, kasian kalau emak sebagai madrasatul ula sibuk mengejar karir, mungkin beda kasus kalau dia sudah SD atau SMP gitu. Tapi beda kasus kalau saya sebagai ibu yang single parent, atau ekonomi sulit, mau nggak mau untuk membiayai hidup saya akan berkorban jadi full time blogger

ikutan event itu menyenangkan karena dapat ilmu baru, tapi ga nahan capenya


Adapun beberapa acara yang nggak ngebolehin bawa anak, saya makin nggak mau datang lah, atau tetep datang bawa Naqib dan jadi omongan orang kayak blogger-blogger entah siapa *saya pernah dengar sekilas* yang nekat bawa anak padahal sudah diperingatkan nggak boleh bawa anak, bisa-bisa kalau saya melanggar, nama saya di blacklist dan sudah tidak diizinkan lagi ikutan event. Sungguh saya menghindari hal-hal semacam ini. jadi kalau mau datang ke event saya tunggu suami libur, minimal sabtu dan minggu. Kalau terpaksa bangeeeeet dan bener-bener yang ngundang sampai mohon-mohon ya saya terpaksanya nitipin anak.


3.      Saya gampang banget cape
Jadi kan kalau datang ke event itu pergi harus pagi-pagi banget, tau sendiri Jakarta macetnya bagaimana, minimal 2 jam sebelum acara dimulai harus sudah berangkat. Pulangnya kita harus berhadapan dengan dunia macet, sungguh datang event ke Jakarta itu melelahkan. Belum lagi misalnya sebelum pergi harus beberes dulu, pulang harus beberes lagi, duh ngantuknya kayak apa. Sungguh saya nggak snaggup kalau harus seperti ini, makannya saya memutuskan untuk menjadi part time blogger saja, saya nggak mau muluk-muluk, toh rezeki nggak kemana kan ya. Sungguh beneran cape, nggak nahan. Karena sudah tau hal demikian saya jadi malas ikutan event.
Btw, dengan menjadi part time blogger juga honor yang saya dapatkan nggak jauh beda dengan yang full time blogger, karena seringnya kita update tulisan, semakin banyak orang yang tertarik untuk pasang iklan di blog kita.


4.      Saya nggak suka kerja buru-buru
Bagi saya membuat sebuah postingan di  blog nggak bisa nulisnya yang dipaksa gitu, harus pakai hati, mikir dan penuh penghayatan. Itu yang bikin tulisan menjadi punya ruh. Makannya kalau datang ke event saya harus ada jedanya, minimal buat mikir mau nulis apa gitu. Lah kalau tiap hari datang ke event apa nggak modyar saya nulisnya. Tapi sungguh saya salut sama orang yang mampu datang ke event tiap hari, nggak kebayang itu tangan dan otaknya gimana mantebnya, nulisssss terus setiap hari.

ikut evebt itu menyenangkan, karena bisa silaturahim


Ya memang beda-beda orang yang mendedikasikan dirinya menjadi blogger part time sama yang full time, karena waktu dan kemampuan orang juga beda-beda kan? Sekali lagi saya sungguh mengapresiasi orang yang mampu datang ke event tiap hari, meninggalkan keluarga, membuat tulisan bagus masih mampu berprestasi. Sungguh saya masih harus banyak belajar dari mereka-mereka ini.

4 comments:

  1. Sama! Suami kerja dan event klo minggu dan. Boleh bawa keluarga hehhe utk beauty produk sebisa mungkin beda jenis kecuali beda jenis kali ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. mksdnya gimana kak, beda jenisnya diulang2 :D?

      Delete
  2. Ya bener banget mba, kadang tuh aku malu juga sama brand klo nulisnya ga maksimal.. Huhu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau tulisan kita bgus nanti dihubungi terus loh :)

      Delete

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...