Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Friday, 27 September 2019

Konflik Asia-Afrika Usai, Kini Kita Bisa lIhat Sejarahnya Di Museum KAA




Pagi-pagi banget saya sudah siap-siap ingin pergi lagi menjelajahi Bandung, kali ini saya ingin pergi ke Museum KAA yang terletak di jalan Asia Afrika. Di hari Sabtu ini biasanya pengunjung museum ramai, maka dari itu saya ingin datang ke Museum pagi-pagi sekali, biar nggak ramai pengunjung sekaligus balas dendam karena di hari kamis kemarin tutup dan nggak bisa kesini. Tapi kenyataannya, yang namanya Museum ya tetap aja ramai mau datang pagi-pagi juga :D, hari ini ramai sama anak-anak sekolah yang karyawisata, dan orang- orang yang kayaknya ikutan paket tour.

Friday, 13 September 2019

Melihat Sejarah Jawa Barat di Museum Sri Baduga




Ini saya baru tau ketika mengunjungi sebuah Museum di Bandung bernama Museum Sri Baduga. Jadi hari ke tiga di Bandung selepas makan siang saya mengunjungi sebuah Museum, lupa pastinya ada di daerah mana, pokoknya lokasinya ada di depan lapangan Tegallega Bandung yang terkenal banget itu, karena terletak di pinggir jalan tidak susah untuk mencarinya.

Sunday, 18 February 2018

Sejarah Kelam Banda Naira


 Ada dua Banda di Indonesia, Banda Aceh dan Banda Naira. Banda Naira adalah sebuah kepulauan kecil yang terletak di kepulauan Maluku Tengah. Jika ingin mengunjungi pulau ini ada penerbangan dengan pesawat perintis 3 hari sekali (45 menit), dan kapal besar seminggu sekali (8 jam). Tapi sekarang, ketika intensitas kunjungan wisatawan semakin tinggi, katanya ada kapal cepat setiap hari menuju banda. Dulu sewaktu kami liburan, ya kapal besar adanya seminggu sekali, jadi kira-kira kami seminggu ada di Banda, pergi naik pesawat dan pulang naik kapal. Jangan tanya kerjaan suami-suami kami yang bolos terlalu lama hehe.. lah wong bosnya juga lagi dinas :D

Monday, 5 February 2018

Jangan Mati Sebelum Ke Banda


Ini sebenernya perjalanan lama saya ditahun 2011, waktu kami berdua masih langsing belum punya Naqib dan masih menikmati masa-masa jadi pengantin baru, kira-kira saya baru setengah tahun lebih sebulan menikah dan belum hamil. Dan perjalanan ini adalah hadiah ulang tahun saya, karena kami pergi pas saya ulang tahun ke 25 *konon katanya sih begitu haha*.

Thursday, 5 October 2017

Menyelami Sejarah Banda Naira Di Rumah Budaya Banda


Banda Naira sebuah pulau kecil di tanah Maluku *tepatnya Maluku Tengah* ini kaya akan sejarah, tapi sayangnya orang tidak banyak yang tahu hal ini. Sumpah, kalo saya nggak tinggal di Ambon, saya nggak akan tahu Banda itu dimana, ada apa saja disana, apa yang terjadi sebelumnya. Beruntunglah Allah kasih kesempatan saya untuk menjelajah tanah Banda di tanggal 1 Juni *pas banget ulang tahun saya* di tahun 2012, perjalanan seminggu sampai bolos-bolos kantor ini nggak akan pernah bisa saya lupakan. Kesimpulan yang saya dapat setelah mengunjungi Banda adalah, TIDAK ADA BANDA TIDAK ADA INDONESIA.

Wednesday, 4 October 2017

Yuk, Jalan-Jalan Ke Saparua



Waktu kepindahan kami tinggal menghitung hari, rasanya saya sedih sekali akan meninggalkan tanah raja-raja ini begitu sebutan Maluku yang sering saya dengar. Mengingat waktu yang begitu mepet rasanya ingin setiap hari jalan-jalan keliling Maluku menghabiskan waktu pada setiap jengkalnya, mengenang setiap rasa yang pernah saya titipkan disini. Tapi kan nggak mungkin ya bo hehe... *nulis beginian aja saya baper loh T_T* nah, tetangga saya sepertinya punya feeling nih saya butuh jalan-jalan dan butuh bahan tulisan tentunya wkwk.. jadi mereka pun kemudian mengajak kami untuk pergi ke sebuah tempat. Jeng..jeng!

Thursday, 14 September 2017

Kuburan Di Ambon Ini, Bisa Banget Buat Foto Prewedding Loh!


Dimana-mana yang namanya kuburan pasti syereeem yah, aromanya mistis dan nggak banget buat didatengin, tapi di Ambon ada nih kuburan yang bisa banget buat foto prewedding. Kuburan ini nggak ada serem-seremnya sama sekali, bisa buat tempat santai nyari inspirasi bahkan buat pamer foto-foto di medsos.

Friday, 11 August 2017

Mengenal Srikandi Dari Timur Christina Martha Tiahahu


Karena lamanya penjajah datang ke Indonesia, hal ini membuat pejuang-pejuang kita bermunculan dari seluruh pelosok negri, mempertahankan tanah air tercinta agar tidak jatuh ke tangan penjajah, bangga? Sangat! MERDEKA.
Pejuang Indonesia nggak pernah mengenal jenis kelamin, mau laki atau perempuan semuanya turun dan bersatu padu memperjuangkan kemerdekaan. Sudah selayaknya sebagai orang yang sudah merdeka kita jangan melupakan pengorbanan mereka terhadap bangsa ini. Walaupun kata kamu kita belum merdeka karena masih banyak yang miskin, yaa.. seenggaknya kita nggak miskin ditangan penjajah yang tiap hari nenteng-nenteng senjata.

Saturday, 22 July 2017

Tidak Ada Banda, Tidak Ada Indonesia



Kamu pasti nggak akan percaya kalau saya tulis judul diatas, tapi kenyataannya memang begitu. Coba kita tarik garis lurus ke belakang dari semenjak Indonesia merdeka, kenapa Indonesia di jajah? Adalah sebab Belanda, kenapa Belanda datang ke Indonesia? Karena ingin menguasai negara ini, kenapa ingin menguasai negara ini, sebab rempah-rempah bernama cengkeh dan pala. Dulu kenapa Belanda ingin sekali menguasai cengkeh dan pala, sebab harganya lebih tinggi daripada emas. Oke.. cengkeh dan pala dulu tumbuh dimana? Di Maluku, tepatnya? Di Banda Neira. Jadi dimana Belanda mencari cengkeh dan pala? Tidak lain di Banda Neira, sebuah pulau terpisah dan terpencil dari pulau Ambon. Kalau ingin kesana juga harus naik kapal selama 8 jam, atau naik pesawat perintis kurang lebih 1 jam.

Tuesday, 18 July 2017

Parigi Rante Dan Kisah Kelam Pembunuhan Orang-Orang Banda




Kalau kemarin saya sudah cerita tentang jalan-jalan mengunjungi rumah pengasingan bung Hatta,  benteng Nassau, dan benteng Belgica sekarang kita pergi ketempat yang agak horror, lewat di depannya aja berasa aura mistisnya. Hihihi.. *ketawa ala mbak kunti* tempat itu bernama Parigi Rante.
Oh ya, bagi temen-temen yang belum tau Banda itu dimana saya jelasin dikit ya, jadi Banda Naira adalah sebuah kepulauan kecil yang letaknya di Maluku tengah, dia masih masuk dalam wilayah Maluku tapi pulaunya terpisah. Banda ini nggak cuma punya wisata sejarah aja gengs, tapi juga punya wisata bahari, kedalaman laut Banda itu nggak terbayangkan indahnya, alamya pun indah, sejuk tak berpolusi. Kalau kamu pengen tau surga itu seperti apa, datanglah ke Banda, setetesnya ada disana, serius!

Saturday, 1 July 2017

200 Tahun Pattimura


Ini sebenarnya postingan lama, saya lupa banget pengen post karena terbentur waktu terus dengan postingan lainnya yang lebih penting. Tulisan ini mewakili rasa akan perjuangan pattimura di tanah Maluku, dan sebagai pengingat agar anak-anak Maluku punya semangat yang tinggi seperti Pattimura. Walaupun ini bukan tulisan saya, saya pengen banget pajang tulisan ini di blog saya, seenggaknya tulisan ini bisa nyemangatin saya kalo down. Dan sebagai kenangan akan bumi Pattimura yang sempat saya tinggali

Wednesday, 26 April 2017

Lamafa, Kearifan Lokal Dari Timur Indonesia

sumber gambar : okezone
Pernah dengar kata Lamafa? Sama saya juga baru tau dari sebuah cerita di Ceritera.net. Karena penasaran banget apa itu Lamafa akhirnya saya googling dan mencari tau sedetil-detilnya. Jadi di Nusa Tenggara Timur terdapat sebuah pulau bernama Lembata, di bagian selatannya terdapat daerah bernama Lamalera, Lamalera ini adalah sebuah daerah di pesisir pantai. Di hadapannya terbentang laut sawu yang luas dan indah. Sudah sejak dulu, masyarakat Lamalera mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan. Dan ada satu tradisi yang sudah menjadi kebiasaan turun menurun masyarakat Lamafa ini yang bakalan bikin kita bilang “Woow!” apa itu adatnya? Ialah berburu paus. *melotot kan?*

Monday, 24 April 2017

Melirik Kediaman Kapiten Pattimura di Haria


Saya baru tau loh, kalau Thomas Matulessy atau Kapiten pattimura lahir dan tinggal di Saparua, sebuah kepulauan kecil tak jauh dari Ambon, dan masuk dalam wilayah administratif Maluku Tengah. Tapi ini kemudian menjadi perdebatan, Pattimura ini sebenernya lahir di Seram apa Saparua. Kalau kamu lihat di peta antara Seram dan Saparua itu jauh lokasinya, lah ya kok bisa-bisanya beda pendapat ya, kadang disini saya merasa bingung.

Saturday, 22 April 2017

Merekam Jejak Perjuangan Pattimura di Pattimura Park


Di tengah kota Ambon, tepatnya dibelakang lapangan merdeka *kalau belum tau lapangan Merdeka, bisa dibaca disini* terdapat sebuah patung yang berdiri kokoh dengan mata menyala, garis muka keras, dan mulutnya yang seolah ingin berteriak “Seraaaaaang!” Ya, dialah tokoh pahlawan nasional kita Kapiten Pattimura atau yang bisa dikenal dengan Thomas Matulessy.
Patung ini dibuat dengan gaya seolah ingin menyerang kolonial Belanda, dengan parang ditangan kanan dan salawaku di tangan kiri, *salawaku adalah tameng/perisai khas Maluku*. Dua benda ini adalah simbol kemerdekaan rakyat Maluku, dan dua benda ini selalu bersama, coba perhatikan tarian Cakalele. Pasti ada parang dan salawaku di kedua tangan penari.
Pattimura park atau taman Pattimura didirikan sekitar tahun 1998, patung ini dibangun untuk menggantikan patung Pattimura yang kemudian diletakkan di museum Siwalima *ini menurut ceita*, tapi kalau saya bilang lebih kelihatan hidup yang di Siwalima.

Friday, 3 March 2017

Megahnya, Benteng Belgica Peninggalan Belanda Ini


Sudah baca kisah perjalanan saya ke Benteng Nassau, sebuah Benteng yang penuh catatan kelam pembangunannya karena sebuah dendam? Kalau belum boleh baca disini
Sekarang, mari kita melongok sebuah benteng kembali di Banda Neira, bernama Benteng Belgica. Benteng ini tepat berada di depan Benteng Nassau. Dibandingkan benteng Nassau, Belgica sangat terawat, bahkan masuk ke benteng ini dikenakan tarif dan hanya buka di jam-jam tertentu saja. Waktu kami ke Banda, berkali-kali pengen ke Benteng Belgica, tapi selalu tutup, lupa deh gimana kisahnya, kayaknya dulu kalau mau masuk kemari kami sampai menghubungi warga setempat, izin pengen masuk gitu wkwk.. setelah izin barulah benteng di buka. Boleh puas keliling, karena bukanya nggak pasti, jadi daripada gedor-gedor warga setempat lagi, kita puaskan keliling Belgica hari itu.

Thursday, 2 March 2017

Sepenggal Perjalanan di Benteng Nassau


Ini kisah penjelajahan waktu saya ke Banda Naira 2011 lalu. Dalam banyak agenda wisata selama seminggu, benteng Nassau masuk dalam list petualangan kami. Fyi, Banda Naira adalah sebuah kepulauan terpisah yang terletak di wilayah Maluku Tengah. Karena pulau terpisah otomatis ke pulau ini tentu saja harus menggunakan kapal laut atau pesawat. Nah balik lagi ke wisata sejarah kita ke Benteng Nassau. Jadi menurut Wikipedia, *mon map karena saya nggak begitu tau sejarah benteng ini jadi saya copy paste dari Wikipedia aja ya*

Monday, 6 February 2017

Banyak Hal Tentang Maluku Di Museum Siwalima Loh



Museum adalah sebuah tempat yang paling saya senangi untuk didatangi. Iya, saya ini orangnya aneh. Ketika ibu-ibu seneng banget ngemoll, belanja-belinji fesyen, ngomongin artis. Saya seneng banget datang ke Museum. Saya suka ngeliat benda-benda bersejarah, barang-barang unik yang dimiliki sebuah daerah, dan mengenal budaya Indonesia lebih dekat. Karena ini adalah salah satu dari sekian banyak cara saya mencintai Indonesia. Panggil saya chauvinisme? boleh.

Tuesday, 17 January 2017

Merekam Jejak Sejarah Perjuangan Bung Hatta di Banda Naira


Di Indonesia ini hanya ada 2 Banda, Banda Aceh dan Banda Naira. Kalau Banda Aceh kita sudah tau kan ya letaknya ada di Sumatra sana. Tapi Banda Naira apakah kalian tau letaknya dimana? Tenang saya juga baru tau ada kepulauan Banda Naira setelah saya tinggal di Ambon. Saya tau ada laut Banda sejak jaman sekolah dulu, tapi nggak tau kalau ternyata di atas laut itu ada pulaunya. Dan tau perihal Banda Naira ini gara-gara suami saya yang ngajakin piknik ke sana, dadakan!