Dalam percakapan bahasa Inggris sehari-hari, istilah be right back sering muncul, terutama saat chatting atau komunikasi santai. Namun, masih banyak yang bertanya, be right back digunakan kapan dan bagaimana cara memakainya dengan benar.
Dalam percakapan bahasa Inggris sehari-hari, istilah be right back sering muncul, terutama saat chatting atau komunikasi santai. Namun, masih banyak yang bertanya, be right back digunakan kapan dan bagaimana cara memakainya dengan benar.
Tahun 2017 aku pernah menghadiri acara blogger dari Blackmores acaranya di Hotel Pullman Thamrin, saat itu cuma menggumam, "Ah suatu hari nanti aku pasti bisa nginep di sini" eh nggak disangka 8 tahun kemudian beneran nginep di Pullman Thamrin dong. Dulu 2017 masih inget banget depan Pullman masih ada JPO (Jembatan Penyebrangan Orang) yang menghubungkan Pullman dengan Plaza Indonesia, saat itu juga lagi riweuh-riweuhnya pembangunan MRT dan LRT jadi depan Pullman ini sering banget macet antara tahun 2017 keatas. Sekarang semuannya tinggal kenangan, daerah bundaran H.I (Hotel Indonesia) berubah lebih moderen. Sepintas seperti melihat Singapore kalau lagi main ke Sudirman, Thamrin dan kawasan SCBD.
Entah sejak kapan Frugal Living digaungkan, sebenernya trend ini sendiri sudah sejak lama dikampanyekan hanya saja bahasanya disesuaikan setiap generasi, kalau jaman bapak ibu kita dikenal dengan nama hidup hemat nah ditengah generasi Gen Z kebawah mereka mengganti kata 'hidup hemat' ini dengan sebutan Frugal Living. Ya, sepertinya saya baru mendengar kata Frugal Living baru-baru ini.
Sebagai penikmat
staycation, nginep di hotel berbintang adalah sebuah whistlist,
sebagaimana orang yang suka traveling, kuliner, fashion dll pasti punya whistlist
masing-masing dong, ada target yang kepingin banget dicapai, pengen kemana,
pengen beli ini itu. Nah, salah satu whistlist aku kepengen banget nginep di Kempinski. Misalnya lewat bundaran H.I, aku selalu membayangkan bisa stay di situ suatu
hari nanti, bukannya apa, karena semacam pengen ngerasain vibes sejarahnya aja,
apakah dalamnya jadul atau tidak hehe.. receh banget yak :D
Suamiku sudah kepingin
banget beli mobil, karena beberapa pihak sudah mulai menanyakan (lebih tepatnya
merongrong) seperti,
"Udah punya rumah
kok nggak punya mobil"
"Rumahnya bagus
loh masak cuma punya motor"
"Anak-anaknya udah
besar kasihan empet-empetan naik motor"
"Oh pak Lukman ke
kantor naik jemputan, saya pikir bapak pakai mobil ke kantor"
"Serius lo nggak
punya mobil Lukman?"
"Beli mobil gih,
entar gua numpang"
Yang terakhir emang menyebalkan karena berasa banget dimanfaatkan. Tapi what everlah, yang terakhir pasti cuma bercanda haha.. Jokes bapack-bapack emang segaring itu nggak bisa masuk dalam jokes emak-emak.
Kalian pernah denger urban legend tentang rumah kentang nggak di Bandung? Sampai-sampai sangking terkenalnya, urband legend ini dibikin sebuah film yang nggak cukup sekali diceritakan. Iya, film Rumah Kentang yang pertama di produksi tahun 2012, terus ada lagi yang tahun 2019 kalau nggak salah, yang jelas keduanya belum aku tonton sih hihi..