Menu

Thursday, 21 June 2012

/ /


Aku hanyalah pendatang. Aku pun tak menyangka bisa tinggal di daerah timur Indonesia. Maluku. Lebih tepatnya lagi, Ambon. Yah Ambon manise.
Tak perlu aku jelaskan bagaimana aku berjodoh dengan suamiku yang bekerja di Ambon ini. Yang jelas ia juga tak menyangka, jika ia mendapat tugas kenegaraan di wilayah ini. Semuanya adalah takdir.
Awalnya aku dan suamiku merasa terasing tinggal di sini, jauh dari keluarga, orangtua, dan teman. Berbeda bahasa, adat istiadat, waktu, bahkan pola makan. Tapi, seiring berjalannya waktu. Kami justru lebih merasakan ketenangan tinggal di Ambon, dibanding tinggal di Ibukota. Walaupun kata orang dahulunya, Ambon adalah daerah sejuta konflik. Tapi kami tak merasa ini adalah daerah konflik. Karena semua itu telah berlalu dan tak perlu diingat lagi kesalahan-kesalahan di masa lampau. Ambon tak pernah macet, bebas polusi dan memiliki masyarakat yang ramah. Bagiku, daerah ini sangat memanjakan mata, menawarkan sejuta inspirasi, dan membuatku semakin cinta Indonesia. Mengapa?

Friday, 15 June 2012

/ /
Alhamdulillah.. entah rasa syukur apa lagi yang harus saya ucapkan mengingat suksesnya penyelenggaraan MTQ nasional di kota Ambon.

Seperti yang kita ketahui, dulu di tahun 1999 Ambon pernah mengalami konflik sara yang berkepanjangan. Bahkan sampai meninggalkan trauma yang mendalam bagi masyarakatnya. Sehingga tidak mungkin jika kemudian pemukiman kami menjadi terkotak-kotak.-serius ini- Bahkan di tahun 2011 kemarin konflik itu sempat meletus kembali. Beruntung masyarakat Ambon sekarang lebih bijak memaknai konflik. Mereka sudah capek melihat banyak korban berjatuhan, sudah capek musuh-musuhan, sudah capek bangun rumah yang terbakar. Semuanya bikin capek.. jadi konflik kemarin itu mudah-mudahan yang terakhir terjadi. Yah, saya hanya pendatang. Saya tak mengerti perasaan di kedua belah pihak yang mengatakan, “Walaupun sudah damai, rasanya seperti masih ada jarak,” entah jarak apa, saya tak bisa memaknai pernyataan itu. Bagi saya yang pendatang, agama papun harus akur. Karena berfikir seperti itu, jadi saya merasa enjoy saja tinggal di Ambon. Hmm.. apa mungkin karena saya tidak merasakan sendiri konflik itu.
Dan moment MTQ ini adalah salah satu moment yang membuat banyak orang cemas. Setelah terjadi konflik kemarin banyak pihak yang pesimis, “Bisa nggak ya sukses?” bahkan di salah satu status peserta MTQ, ada yang berkomentar “Hooi, Ambon gimana? Aman ga?”.

Saturday, 9 June 2012

/ /
Sedikit cerita.. (liputan dari pembukaan MTQ nas)

2 hari kemarin, Ambon diguyur hujan hebat. Sebetulnya hujan lebat sudah berlangsung beberapa minggu terakhir, tapi yang 2 hari kemarin membuat saya lebih khawatir, kenapa? karena MTQ akan dibuka, sebagian kontingen serta presiden akan datang. Ini yg membuat saya agak sedikit panik. Saya tidak bsa membayangkan bagaimana rasanya diatas sana, terbang dengan cuaca buruk. Kalau terbang dari daerah timur ke Ambon aja sih sebentar, lalu yang dari jakarta, bahkan ujung sumatra sekalipun bagaimana rasanya ya? yang dari Jakarta saja 3 jam menuju Ambon. Biuuh.. bayangkan lagi, hujan sedikit saja masya Allah goncangannya dasyat, rasanya jantung mo copot, bagaimana yang dengan cuaca buruk seperti kemarin? Hmm.. cuaca buruk itu bisa saya gambarkan seperti ini : misalnya pun saya teriak-teriak dari rumah ga akan bisa terdengar tetangga sangking derasnya si hujan mengucur. Bahkan volume TV yang biasanya diangka 9 pun harus dipaksa naik ke angka 25 agar suara terdengar jelas itupun masih samar-samar. Nah kebayangkan bagaimana kondisi cuaca kemarin. Dan hujan kemarin berjalan kurang lebih selama 18 Jam nonstop. Adapun jeda, hanya 1-2 jam, selebihnya hujan lagi. Luar biasa!

Wednesday, 6 June 2012

/ /
Pusing nggak melihat gambar kabel di bawah ini? Pusiiiing banget kan? sama saya juga pusing sepusing-pusingnya, tapi ya bagaimana lagi. Saya belum punya Klik-IT yang bisa memecahkan semua permasalahan kabel yang simpang siur bentuknya.

Gambar diatas adalah bentuk colokan kabel di kamar saya, karena colokan dinding di kamar cuma satu, belum lagi banyak yang harus dicolok seperti kipas angin, tab, hape, juga lampu emergency, yah terpaksalah beli kabel sambungan seperti itu. Belum lagi bentuk kabelnya yang kepanjangan, waduh, saya sering kesandung loh gara-gara kaki saya terkait kabel itu.

Lalu, jika Anda melihat bentuk kabel di bawah ini, apa pendapat Anda?


Atau yg ini ^^

Pasti yang pertama kali Anda pikirkan adalah kerapiannya. Lalu, bentuknya yang sangat elegan. Apalagi? Praktis sekali ya? Karena kabel yang dipasang sudah sesuai porsinya masing-masing dan tidak mengganggu colokan untuk alat rumah tangga yang lain. Dan saya yakin, colokan ini sangat aman dari jangkauan anak-anak, karena dapat dipindahkan sesuai dengan keinginan kita. wah Klik-It keren banget deh, bener-bener solusi untuk listrik di rumah tangga kita.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...