Menu

Monday, 6 February 2017

/


Museum adalah sebuah tempat yang paling saya senangi untuk didatangi. Iya, saya ini orangnya aneh. Ketika ibu-ibu seneng banget ngemoll, belanja-belinji fesyen, ngomongin artis. Saya seneng banget datang ke Museum. Saya suka ngeliat benda-benda bersejarah, barang-barang unik yang dimiliki sebuah daerah, dan mengenal budaya Indonesia lebih dekat. Karena ini adalah salah satu dari sekian banyak cara saya mencintai Indonesia. Panggil saya chauvinisme? boleh.

Di Ambon ini ada sebuah Museum yang saya incer pengen banget didatengin, tapi suami saya ogah jalan jauh-jauh, soalnya jaraknya agak lumayan, sekitar 5 kilo dari pusat kota. Itu pusat kota, belum dari rumah kita hehe.. Tapi, karena ini adalah detik-detik kepindahan kami ke Bekasi dan saya terus merajuk pengen banget main ke sana, dengan pasrah suami saya pun menuruti keinginan istrinya. Yes! Ya daripada ngidam pengen kesini lagi, tiket mahal bo :p

Peta Maluku

Di hari Sabtu yang mendung, motor kami melaju. Ndilalah, baru sampai di tengah kota, hujan mengguyur, terpaksa kami mampir di salah seorang teman yang memiliki toko busana muslim. Sayang ee sayang, orangnya nggak ada. Ya sudah kita hanya numpang duduk saja. 15 menit berlalu, saya pun bilang, “Ayo teruskan perjalanan” karena hujan sudah mereda dan mulai muncul matahari. Suami meng-iyakan, kami lalu melanjutkan perjalanan. 500 meter mendekati museum hujan turun lagi. Byuuuur, gerimis namun agak kencang, ya mendekati hujanlah.
“Bah ayo berteduh, kasihan Naqib”
“Nanggung dikit lagi” Ealah bener nggak sampe 5 menit kita sudah sampai di lokasi.


Saat itu Museum tengah dikunjungi anak-anak yang sedang study tour, agak ramai. Kami pun mengunjungi bangunan utama, namun kita disuruh datang ke museum sebelah dulu, secara bayar untuk masuk ke museum ada disana *ih ribet ya hihi*. Ya sudah akhirnya dengan bergerimis ria, kami mengunjungi bangunan disebelah. Yang sepertinya ini adalah bekas bangunan kolonial, bangunan Belanda kan khas banget ya. Nggak usah dikasih tau juga kita bisa nebak. Tiket masuknya sekitar Rp.5.000an *saya lupa*,

Ini museum yang isinya sejarah Maluku, Belanda banget kan?

Museum siwalima ini didirikan tanggal 8 November 1973 dan diresmikan tanggal 26 Maret 1977. Awalnya museum siwalima hanya satu buah yang hanya berisi benda-benda bersejarah, budaya dan adat dari Maluku, namun seiring perkembangan Museum  Siwalima kemudian mendirikan museum kedua yang mengulas tentang kelautan. Ya ngertilah, Maluku kan kota pesisir, udah gitu museum ini letaknya diatas bukit yang langsung menghadap laut Banda. Ini ya, kalau nggak hujan dan hari cerah viewnya masya Allah mantab banget. Lalu kenapa dinamakan Siwalima? Siwa berarti sembilan yang diambil dari kata Ulisiwa yang bermakna kumpulan 9 kerajaan di wilayah selatan Maluku, sedang kata lima yang berarti lima diambil dari kata Patalima yang bermakna kumpulan 5 kerajaan di wilayah utara Maluku. Masih bingung ya pasti kenapa di Maluku banyak sekali kerajaan wkwk.. jadi setiap desa di Maluku ini dipimpin oleh ketua adat yang oleh penduduk setempat dipanggil raja, itulah makannya kenapa Maluku disebut tanah raja-raja. Nah sekarang, kita lihat yuk isi dari Museum Siwalima ini apa aja.


Museum Siwalima II
Di museum ini, kamu akan lebih baper karena disini kita dapat membaca sejarah perjuangan Pattimura mulai dari dia bertemu dengan Belanda sampai kapt.Pattimura mengusirnya. Sayang lagi-lagi sayang saya nggak bisa lama-lama masuk ke museum ini karena Naqib ketakutan ngelihat patung kompeni wkwk, jadi masuk jepret-jepret-jepret dan baca hanya sekilas. Sedih, padahal saya betah banget loh lama-lama di Museum T_T
Isi dari Museum siwalima ini banyak mengulas sejarah Indonesia dari dimulainya manusia purba pertama hadir, artefak-artefak peninggalan sejarah, bangunan khas Maluku, senjata khas Maluku, pakaian adat dan banyak lainnya.
Kebanyakan koleksi sejarah dan budaya Maluku yang berada di museum ini berasal dari kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya, dan Maluku Tengah.Beberapa koleksi keramik kuno China yang berasal dari zaman Dinasti Ming juga diperoleh dari kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya (Wikipedia). Lumayan menambah wawasan kita tentang tanah Maluku kan? Pasti..


Liat-lias isi museumnya nih

Gubernur Maluku dari setiap periode kepemimpinan

Sejarah perang Pattimura




"Yok dek, kita ke Museum sebelah"

Museum Siwalima I
Di bangunan ini, pengunjung akan disajikan diorama tentang laut. Mulai dari biota laut apa saja yang ada di perairan Maluku, sampai ada kerangka ikan paus biru yang pernah terdampar di perairan Maluku, panjangnya kurang lebih 19Meter *kayaknya sih segitu* bueeesaaaar, Naqib aja sampai takut nggak mau masuk, alhasil saya hanya berkeliling sendirian menikmati isi museum SEORANG DIRI, karena anak-anak yang study tour udah pada pulang *saya mengunjungi museum ini setelah mengunjungi museum yang ke II*. Selain itu di museum ini, dijelaskan pula ikan-ikan yang hidup di perairan Maluku, semuanya berjumlah 528, saya yakin sarjana perikanan juga nggak mungkin bisa hapal semuanya sangking banyaknya wkwk.. ada pula alat-alat yang dipakai untuk menangkap ikan, khas Maluku banget. Ada pula replika kole-kole, kapal kecil khas Maluku yang biasa dipakai untuk memancing ikan di laut. Puas berkeliling kita mengunjungi Museum yang ada disebelahnya

Liat-liat dalemnya museum,


Syereeem... panjang banget yak

Emak-emak juga pengen eksis kali :D



Tapi jangan harap kamu bisa ketemu tempat jajanan, di lokasi ini nggak ada tempat jajanan. Mungkin kalau mau jajan bisa keluar sedikit dan menikmati jajanan pinggir laut, oh ya akses menuju museum ini juga nggak terlalu sulit kok, karena Museum Siwalima terletak dipinggir jalan dan masih dilewati jalur angkot. Jadi kalau kamu ke Maluku, jangan lupa mampir kemari ya.

Museum yang langsung menghadap laut, coool

Museum Siwalima
JL Dr. Malaiholo, Taman Makmur, kEL NUSANIWE, Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku
Telepon: (0911) 341652

Provinsi: Maluku
8 comments

Duh anakku senang banget nii bisa main kesinii..

Reply

Kemarn beta mau ke sini eh malah udah tutup :(
KAyaknya su paleng lama seng ke sini

Reply

di Ambon, jauhnya mba hehehehe tapi keren banget museumnya masih bagus

Reply

Kalo berkunjung ke suatu kota, saya suka penasaran sama Museumnya. Tfs ya semoga saya bisa berkunjung kesana heheh

Reply

Klo yg suka museum pasti seneng teh maon kemari, klo yg ga suka pasti biasa2 aja 😉

Reply

Hahahaa..su Talalu siang kapa, beta pi pagi2 jua kk 😅

Reply

Iya mba dirawat pemerintah setempat jdnya msh bagus hihihi..

Reply

Kok kita samaan ya 😊

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...