Showing posts with label Mancanegara. Show all posts
Showing posts with label Mancanegara. Show all posts

Tuesday, 25 June 2019

Cape-cape ke Merlion Ternyata Penuh Sesak




Di hari ke dua perjalanan menuju Singapura, saya berniat mengunjungi icon fenomenal di Singapur, yakni Merlion. Maka dimulailah persiapan yang panjang dari mandi, dandan dan lain-lain, karena punya anak kecil kan jadi ngurusin Naqib dulu, untungnya paksu nggak pake berdebat kalau dimintai tolong, dia siap membantu. Setelahnya kita sarapan dan langsung menuju Merlion yang terletak di Merlion Park. Kami naik bis dari Geylang Road, kemudian mengira-ngira harus turun di mana.

Saturday, 4 May 2019

Merasakan Ilusi Keren Di Museum 3D Singapore




Begitu sampai Universal Studio yang begitu luas, lebar dan megah, saya langsung buka Google Map, letak Museum yang saya ingin kunjungi ini dimana gitu ya? Kelihatan dekat tapi seperti tak terdeteksi. Eh tapi kalau sudah mampir USS, memang wajib buat foto-foto di banyak spot sih biar banyak kenangan kalau pernah datang ke Sentosa Island.

Sunday, 14 April 2019

Nyobain Makanan India Di Geylang Singapore




Karena menurut paksu Geylang ini penuh dengan manusia oriental, dia pesimis bisa dapat makanan halal di sini. Tapi saya yakin bakalan dapat makanan halal lebih banyak, karena sudah banyak survey dan banyak baca dari review orang-orang yang pernah ke mari. Jadi ya saya tenang-tenang aja nginep di sini :D.

Sunday, 3 March 2019

Ada Laksa Enak di Bugis Village Singapore




Lelah banget rasanya habis menuju Merlion, fiuh.. Tau sendiri kan Singapore walaupun kecil kemana-mana jalan kaki, orang yang nggak biasa jalan dan dimanjakan dengan fasilitas bakalan kaget. Naqib sudah teriak-teriak kelaparan dan ingin segera makan, sangking lamanya kita jalan. Maka setelah perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya kami langsung menuju Bugis Street, dimana kami akan memutuskan untuk makan dan melanjutkan shalat jum’at *kalau keburu waktunya*, kalau nggak ya, pak suami shalat zuhur aja, “Kan kita lagi dalam keadaan safar bu, Allah itu nggak memberatkan hambanya yang sedang bepergian” okelah. Tapi sungguh saya jadi nggak enak, gara-gara salah jalan pak suami jadi nggak jum’atan.

Friday, 11 January 2019

Liburan Ke Luar Negri Memang Lebih Murah Tapi Tetap Saja Mahal




Fenomena tiket murah masih merajai dunia pertiketan tanah air, dan parahnya itu dikuasai penerbangan luar negri. Ya coba, bayangin aja kalau kamu cek di salah satu situs penjualan tiket online, sekali terbang ke Singapura bisa 400rb baliknya 500-600 dapet, jadi sekali pergi dan pulang, kamu hanya butuh ngeluarin duit sejuta. Tentu saja ini berbanding terbalik dengan harga tiket domestik yang amit-amit harganya.

Saturday, 28 May 2016

Hotel Geo, Hotel dengan lokasi sangat strategis di Chinatown Kuala lumpur


Waktu ke Kuala Lumpur saya sempet nyicipin kamar di Geo walaupun cuma 1 jam, *numpang narok tas dan mandi* dengan bantuan mbak Nadiah yang menginap di sini saya berhasil mendapatkan informasi dengan jelas tentang hotel Geo, nah Alhamdulillah deh bisa sekalian Review


Kuliner-kuliner Khas Malaysia


Kalau saya bilang, urusan kuliner Indonesia surganya kuliner. Dari Sabang sampai Merauke kita bisa ketemu makanan yang menggoyang lidah, bahkan misalnya kita pindah ke daerah lain pun kita masih bisa ketemu makanan khas daerah lain. Misalnya saya nih tinggal di Ambon, saya masih bisa nemu sate padang, rendang, mpek-mpek, soto, bubur ayam Bandung dan lainnya. Pokoknya selama kita masih di Indonesia nggak susah nemu makanan yang sehati dan sejiwa.
Dan makanan luar negri banyak sekali di Indonesia, tapi belum tentu makanan Indonesia banyak di luar negri.

Thursday, 26 May 2016

Transportasi-transportasi di Kuala Lumpur

Jangan bayangkan Kuala Lumpur kayak Jakarta yang ada becak dan ojeg, juga bemo atau angkot. Di Kuala Lumpur kamu nggak akan menemui itu semua. Jadi masyarakat di KL itu kemana-mana naik apa? Kuala Lumpur itu cuma kota kecil, luasnya juga nggak lebih besar dari Jakarta *ini sepengamatan saya ya, maaf  kalau salah* dan penduduknya juga sedikit. Nah soal transportasi, Malaysia emang juara. Transportasi disini on time banget, kalau dibilang datang 10 menit lagi beneran datang 10 menit kemudian. Dan juga transportasinya banyak, jadi nggak bakalan ada penumpukan penumpang dimana-mana coba saya jabarkan ya ada apa saja transportasi di KL ini,

Tuesday, 24 May 2016

Hebohnya, plesiran ke Negeri Jiran




Sebelumya ada yang udah baca napak tilas perjalanan saya ke KL ini blom? Pasti banyak yang bertanya-tanya, kenapa saya nggak bawa Naqib? Atau nggak sama suami aja perginya? Karena kan kecenderungan orang suudzonnya digedein *alias cuma ngeliat luarnya aja* padahal nggak tau banyak lika-liku sebelum saya berangkat. Nah yuk, baca napak tilas saya sebelum ke KL sebelum nyebur ke sini, Klik disini

Itinerary & budget Selama 3 hari

Day 1.
Pagi-pagi sekali saya sudah menuju Damri, sekitar jam 7 janjian dengan mba Wiek dan Ubhay, karena pesawat akan take off  pukul 11.30, untung saya tinggal di Bekasi, kalau saya tinggal di Depok atau Bogor nggak kebayang kudu dari rumah jam berapa.

Demam bollywood di Little India Kuala Lumpur



Little India menjadi destinasi akhir perjalanan saya waktu ke Kuala Lumpur sebelum akhirnya balik lagi ke Tanah Air. Waktu yang mepet memaksa saya dan kawan-kawan untuk mempercepat langkah walau kaki udah kayak gedebog pohon pisang sangking gedenya wkwk..
Setelah dari dataran merdeka, kita kebingungan nyari Transportasi menuju Little India ini, sebab lokasi Little India ini yang menyempil dan nggak bisa cuma bilang, “Disono, disono” langsung tring nyampe.
Untung aja kita nemu  mahasiswi manis yang menjelaskan kalau mau ke Little India naik MRT dan turun di KL sentral, nah dari situ tinggal jalan kaki aja menuju The Little India. Okelah ya, akhirnya kita ikutin petunjuk si gadis manis itu. Mudah-mudahan nggak nyasar.

Saturday, 21 May 2016

Hotel Keren Harga 76ribu semalam di Malaysia

Kita menginap di sini
Sampai 2 hari menjelang keberangkatan saya ke Malaysia, saya belum dapat hotel karena begitu banyak drama di dalamnya, kalau baca cerita saya tentang drama pemesanan hotel di postingan lalu pasti tau, bagaimana dag-dig-dugnya kami menghadapi kenyataan kalau kita kesusahan cari tempat  menginap. Karena teman-teman saya ngerasa nggak nyaman kalau harus sharing kamar mandi dengan laki-laki atau penghuni kamar lain.

Dataran Merdeka, kawasan heritage di Malaysia yang bikin bapeeer


Kalau di Indonesia Dataran Merdeka mungkin seperti Lapangan Merdeka kali ya, soalnya yang saya lihat begitu sampai di lokasi Dataran Merdeka ini selain bangunan-bangunan tua, saya cuma ngeliat lapangan hijau luas membentang. Oooh, iya, berarti Dataran itu artinya Lapangan. Dan dataran merdeka sendiri bukan nama jalan di kawasan heritage itu, jadi dataran merdeka sering disebut orang untuk menandai lokasi terdapatnya bangunan-bangunan tua di sana. Catet ya, disitu nama jalannya Jalan Raya, bukan Jalan Dataran Merdeka.

Yuk, cari oleh-oleh di pasar seni Malaysia


Selain di China Town, Pasar Seni atau yang lebih dikenal Central Market (kasturi walk) adalah pusat oleh-oleh yang ada di Malaysia, disini nggak hanya menjual oleh-oleh sebagai tanda kamu pernah ke negeri Jiran, kayak landmark, gantungan kunci, kaos-kaos dll. Tapi kamu juga bakalan nemu oleh-oleh khas negara lain, seperti kawasan Timur Tengah dan Asia. Bahkan saya nemu kios khusus Indonesia loh yang menjual barang-barang dari berbagai daerah di Indonesia, iyaa.. mereka jadi satu dalam satu toko. Byuuuh bener-bener Bhineka Tunggal Ika wkwk

Friday, 20 May 2016

Mengenal sejarah musik melayu lewat Muzium Muzik di Malaysia



Cape ya baca judunya, kebanyakan ‘Z’nya wkwk.. ya emang gitu di Malaysia kebanyakan ejaan bahasa inggris ditulis sesuai lafalnya kayak Fashion jadi fesyen, bicycle jadi basikal nah Musik dalam bahasa inggris kan dibaca jadi myuzik, mungkin mengikuti terjemahan bahasa inggris juga kali ya.

Ada konservasi hutan mini Di Taman Eko Rimba Malaysia



Jaga hutan kita

Masuk ke sini berasa masuk ke kebun raya Bogor versi sangat mini. Di taman eko rimba Kuala Lumpur ini kita bisa melihat berbagai macam spesies tanaman di asia, tanaman itu dibudidayakan disini. Saya mah nggak ngerti yah jenis-jenis pohon yang dibudidayakan itu kayak apa *kayaknya kalau ngajak bapak dan suami saya bakalan nyambung ke sini :D*, tanaman-tanaman itu punya tempat khusus di sisi kanan dan kiri ketika kita ingin naik ke Canopy bridge

Mengintip budaya India di Batu Caves Malaysia


Suka lihat orang foto dibelakang patung dewa Hindu yang gueeeedeeee di Malaysia? Itu dimana sih sebenernya? Nah, saya waktu sebelum datang ke Malaysia juga punya pertanyaan serupa, ini patung lokasinya dimana, jauh nggak dari Malaysia? Dan waktu ke Malaysia, tempat ini menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam list saya.

Thursday, 19 May 2016

Sunday, 15 May 2016

Napak tias perjalanan menuju Kuala Lumpur

Sebetulnya saya nggak begitu excited pergi ke KL ini dari segi harga, karena harga tiketnya setengah harga perjalanan saya pulang kampung dari Ambon-Jakarta. Coba aja bayangin, untuk sekali pulang dari Ambon menuju Jakarta, harga tiketnya Rp.1,1jt itu kalau dapat tiket promo, kalau lagi ‘apes’ harga tiketnya bisa nambah 200-400rb, nah sedangkan saya ke KL ini, pulang-pergi 776.500rb, dan itu tiket umum, kalau semisal saya dapat harga tiket promo lebih nangis darah lagi, teman saya PP dari KL menuju Jakarta bisa dapat harga murah sekitar 200rban, itu artinya dalam sekali perjalanan pulang saya dari Ambon menuju Jakarta dan balik lagi saya bisa pulang pergi kuala lumpur 4x T_T… Sudahlah ya itu dari segi harga, kalau dari segi pengalaman saya excited banget. Sebab ini perdana saya ke Luar negri, walaupun cuma ke negeri tetangga. Tapi kan judulnya ke luar negri :D