Menu

Wednesday, 7 November 2018

/



Sebagai orangtua tentunya kita ingin anak tumbuh menjadi anak yang tanggap, tangguh dan penurut. Semua ini tidak akan tercapai jika kita sebagai orangtua tidak mau mengajarkan beberapa kedisiplinan sejak dia masih kecil, ibaratnya, yang namanya manusia tentunya belajar semua ilmu kedisiplinan sejak masih kecil, agar dimasa dewasa ia akan terbiasa dengan semua yang ia lakukan semasa kecil, apa akibatnya jika kedisiplinan tidak diajarkan sejak kecil, manusia akan hIdup berantakan dan semaunya saja. Jika memiliki kesalahan pun karena tidak diajarkan semenjak kecil, anak akan menganggap hal tersebut biasa. Lalu apa saja kedisiplinan yang perlu diajarkan pada anak sejak dini?



1.      Menabung/mengelola keuangan
Pada dasarnya anak-anak itu kan nggak ngerti uang ya, orangtuanya lah yang mengenalkan *ups*, misalnya pada saat ke warung anak yang diem aja biasanya ditawarin orangtua, “Adek mau apa?” diam-diam tanpa sadar kita sudah mengenalkan uang pada anak, bahwa benda yang ada di warung harus dibeli dengan uang kalau nggak pakai uang, dia nggak akan punya barang tersebut. Anak-anak itu pun sebenernya nggak ngerti transaksi yang dilakukan orangtuanya ya kan? Karena kita terus mengajarkannya jajan, tanpa kita sadari, akhirnya lambat laun anak mulai mengerti jajan, nah fatalnya orangtua iya-in aja apa maunya anak. Ada kalanya orangtua nggak pegang duit kecil, dan kalau anak sudah nangis, terpaksalah anak dibeliin dengan duit gede.  Bahayanya suatu hari nanti kalau anak pengen macem-macem, ya pakai aja senjata nangis kan akhirnya dibeliin :D

Apa bahanyanya? : Anak-anak yang tidak diajarkan disiplin dalam mengelola keuangan ia akan bingung jika pada saat dewasa menerima gaji, uanganya akan sia-sia saja terbuang untuk beli-beli sesuatu yang nggak penting, sebab dari kecil pikirannya sudah jajan-jajan dan jajan, istilahnya kalau nggak jajan tuh nggak enak, kalau nggak ngeluarin duit pun nggak biasa. Bahaya lainnya kalau sudah terbiasa tidak bisa bijak menggunakan uang, jika suatu hari dia tidak punya uang, ia akan rela berhutang pada siapa saja untuk menutupi gaya hidupnya. Ini kan ngeri banget ya?

Solusi : Jangan pernah mengenalkan uang pada anak, atau kalau nggak tega dengan mata anak  yang terus menatap panganan di warung, jangan dibiasakan kenal kata ‘jajan’, nanti dia terbiasa, kalau nggak jajan nggak enak. Belikan saja diam-diam tanpa sepengetahuan anak, yang penting dirumah ada panganan. Ajarkan anak juga untuk menghargai makanan yang dia punya dirumah, bunda-ayah bisa beli banyak camilan untuk keperluan hari-harinya, atau bunda bisa bikin kue untuk menyetok camilan harian


Disiplin dalam bermain perlu dilakukan

2.      Merapikan mainan sehabis bermain
Anak-anak terbiasa menghamburkan barang, yah kita maklum sih namanya juga anak-anak, semuanya ingin dimainkan jadi semua barang yang dia punya dihamburkan. Namun disela-sela bermainnya kita bisa mengajarkan anak untuk tetap disiplin agar rumah rapi. Misalnya jika ia sudah menghamburkan satu kotak, maka ia harus merapikan kotak yang lainnya yang telah ia berantakin sebelumnya *tentunya dibantu ibu atau ayahnya* sebelum membuka kotak yang lain. Atau kalau ingin anak mainkan semuanya, bunda tetap berikan sounding “Boleh dimainkan semua, tapi jangan lupa dirapihkan ya nak”, karena kita tidak bisa juga melarang  begitu saja keinginan anak untuk asyik bermain, ini sama saja menghambat kreatifitasnya loh bun. Nah, selepas anak main stimulus, “Adek rapiin mainan yuk, nanti kalau mainan dibiarkan berantakan kotor loh, nanti cepet rusak gimana?”, Acara bantu-bantu merapikan ini mengajarkan anak juga bahwa membuat rumah rapi itu juga penting. Yang terbantu kita juga loh bun misalnya lagi cape banget, anak akan kasihan melihat ibunya lelah dan dia akan dengan sendirinya punya kesadaran merapikan mainan.

Apa bahanya? : anak-anak yang tidak diajarkan kedisiplinan dalam merapikan sendiri mainannya, jika ia besar, ia akan meletakkan barang semaunya, berantakan dan terbiasa melihat rumah dalam keadaan kotor juga berantakan. Jika dia menikah nanti maka melihat rumah kotor ya sudah pasrahkan saja, dibersihkan seadanya yang penting rumah ga kotor-kotor banget. Kalau dia laki-laki dia akan ogah membantu istrinya merapikan rumah, kalau dia perempuan merapikan rumah nggak begitu dianggap penting dalam kesehariannya.

Solusi : Kalau bapaknya Naqib (suami saya) agak sedikit mengancam sama anak, “Awas kalau nggak mau rapiin mainan sendiri, nanti abah bakar mainannya!” nggak bagus juga sebenernya hihihi, tapi ini sedikit boleh dilakukan kalau ibu-ibu dirumah sudah kehabisan kesabaran haha..  atau merapikan berdua dengan orangtua akan menambah keakraban antara orangtua dan anak, anak akan mengerti bahwa rumah akan terlihat rapi jika dibersihkan. Kadang-kadang orangtua pun perlu menunjukkan wajah lelah dalam merapihkan rumah atau sedikit mengeluh agar anak punya empati membantu orangtuanya


3.      Mengembalikan barang yang bukan punya miliknya
Terkadang kalau anak main ke tempat keluarga atau teman sebayanya suka minjem barang apapun itu bentuknya, ya mainan, ya baju, ya komik, alat olahraga apalah pokoknya yang menurut anak menarik dan dia nggak punya dirumah. Daripada beli mungkin nggak dikasih izin sama orangtuanya hehe.. Sebagai orangtua yang melihat ada benda bukan punya anak dirumah sebaiknya anak ditanya dulu dan diajarkan untuk mengembalikan barang yang bukan miliknya, ajarkan sesuatu yang bukan dipunya jangan lantas menjadi hak milik. Dulu, saya inget banget waktu kecil, pinjem komik punya temen, eh komiknya rusak, ibu saya ngomel-ngomel lantas mengganti kerusakan komik tersebut, nggak cuma itu, komik yang rusak dibalikin juga ke temen saya, waaah menang banyak banget kan temen saya itu. Akhirnya semenjak saat itu saya nggak mau pinjam barang orang, takut rusak dan akhirnya saya kudu ganti, untung saat itu uang jajan saya nggak dipotong, bahaya kan kalau sampai saya kehilangan uang jajan juga hehe...
Selain itu meminjam barang harus dengan persetujuan pada yang si empunya, ya kalau dia nggak terbiasa izin dia akan main ambil aja dan main pakai apa yang bukan punyanya. Malu banget kan kalau anak nggak punya etika :D?

Apa bahaya? : anak yang tidak diajarkan mengembalikan barang yang bukan punya miliknya akan merasa bahwa barang yang dia pinjam adalah miliknya. Bahayanya suatu saat dia berhutang, misal pinjam duit, karena ngerasa nggak bertanggung jawab pada uang tersebut ya nggak dibalikin.

Solusi : Jika anak meminjam barang dalam bentuk apapun dari orang lain tekankan padanya, “Ini bukan barang kamu, boleh pinjam tapi harus dikembalikan ya nak?” orangtua juga harus mengingatkan, tapi kalau orangtuanya nggak punya kedisiplinan, cuek, dan menganggap barang orang itu bukan kewajiban dibalikin ya sama aja dong :D, siapa yang bisa ngajarin anaknya disiplin kalo gitu? hihihi.. Latih juga ingatan anak untuk selalu ingat barang yang ia punya dirumah, dan barang yang dipinjam temannya, ajarkan pula kalau pinjam barang orang jangan lama-lama, tidak baik kan minjam barang orang lama, takut orang yang dipinjami nggak ikhlas atau rusak.


4.      Membersihkan badan 3x sehari, menggosok gigi
Terkadang anak suka malas mandi, membersihkan badan, gosok gigi, cuci kaki, bahkan kalau anak nggak mau mandi dibiarin aja. Duh, bun.. yang namanya kebiasaan itu kan dimulai dari sejak kecil, kalau anak dari kecil aja sudah dibiasakan jorok, bagaimana besarnya? Misalnya, anak nggak mau mandi sore, ya udah dibiarin aja sampai malam, sampai dia mau mandi, lama-lama anak menganggap kalau membersihkan badan itu nggak penting. Sama halnya dengan membersihkan anggota tubuh yang lain seperti menggosok gigi, keramas, menggunting kuku, pentingnya kita mengajarkan kebersihan pada anak, jika anak hidup sendiri nantinya dia akan terbiasa rapi dan wangi.

Apa bahaya? : kalau anak dibiasakan jorok dari kecil, saat dirumah orang dia akan berbuat semaunya juga, misal sebelum makan nggak mau cuci tangan, atau masuk rumah orang tidak menggosok kaki di keset karena terbiasa kakinya kotor, atau karena terbiasa kukunya panjang, nggak dipotong-potong akan dirawat sampai menghitam. Besarnya dia akan tumbuh jadi manusia yang jorok dan dijauhi teman-temannya.

Solusi : lagi-lagi memang harus dari orangtua yang mengajarkan semuanya pada anak, kalau anak nggak mau mandi bisa lebih tegas lagi dalam bersikap, atau setiap seminggu sekali periksa kuku-kuping anak untuk dibersihkan. Anak yang terbiasa rapi akan merasa menjaga kebersihan itu penting


5.      Manajemen waktu
Anak-anak kadang sulit diatur dan kepingin hidup semaunya sendiri, misalnya nggak mau mandi, nggak mau makan, nggak mau belajar dan menganggap orangtua adalah musuh terbesar bagi anak. Sebagai orangtua ini adalah tantangan terbesar menghadapi anak. Biasanya kalau anak sulit diatur seperti ini emak-bapak dirumah bakalan ngapain? Dibiarin aja apa anak dipaksa untuk melakukan aktifitasnya?

Apa bahaya? : ya, kalau dari kecil anak dibiarkan ga punya aturan hidup misalnya nggak mau makan atau nggak mau mandi atau nggak mau belajar aja nggak diomelin, nanti saat dewasa dia akan bersikap semaunya sendiri, hidup nggak punya planning, hari berlalu ya gitu aja, anak jadi semacam nggak punya tantangan hidup, padahal anak yang sukses terlahir dari kebiasaan hidupnya yang memiliki aturan dan kedisiplinan dalam hidupnya

Solusi : emak-bapak dirumah harus punya jadwal agar anak terbiasa melakukan aktifitasnya sesuai aturan, misalnya di hari minggu habis shalat subuh boleh tidur lagi, lalu bangun tidur dan sarapan, walaupun anak habis sarapan malas mandi boleh nonton sebentar tapi jangan lupa dikasih waktu agar anak tidak kebablasan nonton dan nggak mandi sampai siang. Nonton di hari minggu pun harus dibatasi, selebihnya buat aktifitas yang menyenangkan, misal anak diizinkan main dengan teman-temannya tapi ingatkan juga jangan lupa pulang untuk makan siang. Atau saat anak membuka ponsel, anak harus dibatasi nontonnya, jangan dibiarkan terus menerus, selain tidak bagus untuk otaknya, anak jadi lupa waktu.


6.      Ibadah
Bagi umat islam, anak-anak memang wajib shalat ketika umur 7 tahun, namun kalau tidak dibiasakan dari kecil, bagaimana anak akan terbiasa shalat? Banyak orangtua yang beranggapan, “Nanti aja ah ngajarin anak shalat, kan dia belum wajib shalat ini” lah, bu-pak, jangankan anak kecil, orang dewasa aja kadang dengar azan shalatnya ntar-ntar apalagi yang masih kecil nggak langsung diajarkan. Trus nanti kalau anak sudah gede baru dipaksa shalat gitu? yang ada orangtua bakalan berantem terus sama anak, apalagi pas shalat subuh. Ya kan?

Apa bahaya? : ya kayak beberapa manusia, denger azan nganggepnya hanya sekedar panggilan, nggak langsung shalat :D atau karena nggak dibiasakan ngaji atau berzikir anak masa bodo aja gitu menghadapi hari-harinya.

Solusi : terkadang kita menginginkan anak yang shalih dan shalihah, tapi kalau anak nggak dibiasakan beribadah sejak kecil misal diajak ke masjid atau dibiasakan ke gereja sejak kecil ya dia nggak akan merasa ibadah itu wajib, semua itu berawal dari kegigihan orangtua bukan dalam mendidik anak-anaknya


Ajarkan anak untuk selalu bersikap baik pada orang

7.       Berkata baik dan menghargai orang
Ada 3 kata ajaib yang harus dikenalkan pada anak,  ‘Maaf, Terimakasih, dan Tolong’ jika anak sudah menguasai 3 kata ajaib ini, anak-anak akan terbiasa menghargai orang dan berkata baik. Anak juga harus terbiasa menghargai orang, menghormati yang lebih tua, membantu orang jika melihat orang dalam kesulitan. Akhlak-akhlak yang baik harus ditanamkan sedini mungkin jika ayah-bunda dirumah menginginkan anak yang baik.

Apa bahaya : kalau anak tidak terbiasa mengucapkan 3 kata ajaib, misalnya dikasih sesuatu benda/barang/makanan oleh orang lain ya langsung diambil aja. Jika berbuat salah, ogah minta maaf. Dan kalau butuh sesuatu, nggak akan pernah ada kata tolong. Atau kalau misalnya melihat sesuatu yang tidak wajar di jalan, dibiarkan saja, anak jadi mudah mencemooh dan tidak timbul rasa empati dalam dirinya

Solusi : orangtua bisa mencontohkan 3 perkataan ini dalam percakapan sehari-hari dan mengajarkannya pada anak. Orangtua juga bisa mencontohkan cara menimbulkan empati pada orang lain dan mencontohkannya pada anak.


8.      Biasakan izin jika ingin sesuatu
Anak-anak harus dibiasakan untuk berani mengungkapkan apa keinginannya pada orangtua, keluarga, teman dan orang-orang disekitarnya. Apapun resikonya anak harus diajarkan, misalnya dia ingin pinjam mainan, anak harus berani mengungkapkan keinginannya untuk meminjam barang, diberi atau tidak ajarkan anak untuk tidak cepat kecewa.

Apa bahaya? : Jika anak tidak diajarkan hal demikian, jika saat bertamu atau berkunjung ke rumah keluarga dia melihat ada barang yang diinginkan, anak akan mengambil begitu saja tanpa izin terlebih dahulu atau memakai barang tanpa seizing yang punya. Bahaya banget ini maaah, anak jadi sangat tidak beretika.

Solusi : harus ada ketegasan dari orangtua jika anak ingin meminjam barang milik teman atau saudaranya, biasakan anak berkata langsung dan jangan diwakilkan. Orangtua juga harus mengajarkan pada anak sikap terbaik pada teman sebayanya jika menginginkan sesuatu


Dalam mendidik anak memang harus ada campur tangan kedua orangtua, orangtua harus bekerja sama jika menginginkan anak yang mereka harapkan dalam kedisiplinan, jika orangtua saja menganggap mendidik anak tidak dimulai dari usia dini, maka hasilnya akan nihil mendapatkan anak yang disiplin. Orangtua juga harus banyak mencontohkan bagaimana mereka harus bersikap pada oranglain jika ingin dicontoh oleh anak-anak mereka.
Mak-pak, nggak ada proses yang instan, mie aja kudu direbus dulu baru bisa dimakan, apalagi anak :D

*dirangkum dari berbagai sumber dan pengalaman penulis
4 comments

nah yang merapihkan mainan anakku tuh ya kayak yg disiksa e mba wkwkwk padahal aku cuman bilang "hayo bereskan" diulang2 doang dan kebiasaan ini emg harus dari skrg setuju nti ketika besar sulit untuk ga naroh sembarangan terbukti sama suami yg masyaAlloh bikin elus dada makanya aku bawel banget ke anak.

urusan solat juga aku ngomel luar biasa meski katanya kan anakku masih cilik :p klo ga dr skrg y kapan y mba?

Reply

kalo aku : beres2in kalo habis dipakai
anak2 : ya ma
aku : ayo beresin kalo mama beresin nanti gak tau lagi ditaruh dimana ribut lagi
anak2 : kelak bae ma (nanti aja ma)
aku : (karena udah kesel sementara mata udah gak betah lihat berantakan rumah diberesin sendiri dah)
keesokan harinya...
anak2 : ma baju aku yg disini kemarin dimano ma?
aku : entah...(karena udah lupa juga taruh dimana pas beres2 kemarin)

Reply

Nomor 1 bener banget. Kalo gak diajarkan dari kecil tentang mengelola uang, pas gedenya jadi borooooos banget. Pengalaman pribadi ❤️

Reply

Poin no 5 manajemen waktu itu ya sungguh beratttt kalo dijalankan hahahaha kadang ada waktu2 badan ga fit tapi anak ngajak main trus, giliran diblg mau tidur eh dijwabin kan blom wktu nya tidur hihihi
Dasar anak2 ada aja tingkah dan celetukannya

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...