Menu

Friday, 23 November 2018

/



Lagi hot nih hastag #SaveGempi dimana-mana, bahkan sempat menjadi trending topic, apa sebab? Pasalnya Gisella Anastasia menggugat cerai Gading Marten. Kaget dong? Ya iyalah, karena pasangan ini digadang-gadang sebagai family goals banget, nggak pernah diterpa gossip miring, dan selalu menampilkan hal-hal yang romantis dan keutuhan keluarga yang sempurna banget di media sosial, bikin netizen baper pengen segera punya pasangan dan anak yang lucu sejenis Gempi.


Tapi netizen lupa, bahwa yang namanya media sosial itu tidak mungkin menampilkan hal-hal yang mengecewakan, apalagi sejenis artis, kalau mereka curhat di medsos tentang pasangan seperti halnya masyarakat pada umumnya bisa-bisa lambe turah laris manis nyinyir terus, jadi para artis tersebut mau tidak mau ya menyembunyikan apa yang tidak sedang terjadi dalam kehidupan mereka. Lah wong, misalnya ada artis yang salah sedikit netizen komennya langsung pedes kok, misalnya anaknya Krisdayanti dandan agak dewasa, nggak sedikit netizen langsung nyinyir, “Ih tante-tante banget”, “Kok tuaan anaknya daripada bundanya”, “Kasian dek kamu dewasa sebelum saatnya” padahal kan Aurel ini hanya berdandan, ganggu kehidupan orang lain enggak, apalagi nyinyirin orang. Nah coba bayangin, kalau ada seorang artis sampai melakukan sesuatu hal yang dimata netizen tuh nggak banget, nyinyirnya sudah kayak apa coba *bayangkan-bayangkan* jadi mau nggak mau, suka apa tidak suka seorang artis harus terus dituntut untuk selalu menampilkan sisi bahagia di media sosial agar keliatan bahagia terus, dan membuat netizen irinya nggak habis-habis.

Mendadak semua pengen jadi orangtua asuh Gempi


Tapi kamu perlu tau isi feed itu hanya tipu muslihat
Sebetulnya banyak manusia yang sadar sih, kalau isi feed media sosial itu sebenernya hanya tipu muslihat, ketika orang memposting sesuatu post yang kelihatannya bahagia, mana ada yang tau disisi lain tanpa orang ketahui dia sebetulnya sedang tidak bahagia, bisa jadi dia habis berantem sama suaminya, atau habis berantem sama anaknya, tetangganya, keluarganya misal. Dengan memposting foto yang happy-happy mungkin akan membuat dia sedikit lebih tenang karena foto bahagia ternyata bisa menyembuhkan luka hatinya, misalnya. Atau ada orang yang lagi post meme, “Don’t Worry be happy” gambar icon smile gede yang lucu dan ngegemesin, mungkin bagi sebagian orang yang lihat dia lagi kasih wejangan buat orang yang sedih, mana tau sebenernya yang post sebenernya juga lagi sedih.


Sebetulnya ini kita sadari banget loh, secara yang liat feed orang yang bahagia tersebut pasti punya media sosial juga kan, jadi ketika kita lihat orang mem-post sebuah tulisan-foto-video yang bener-bener happy sebetulnya kita tau orang tersebut bisa jadi tidak benar-benar happy atau beneran happy, karena kita pun melakukan hal demikian juga pada feed media sosial kita. So, orang lain itu adalah gambaran diri kita, jadi kenapa musti kaget kalau misalnya Gisel dan Gading bercerai, toh kita juga kalau misalnya lagi bĂȘte nggak mungkin kan mem-post ke-betean kita di media sosial? Kecuali kita emang muka badak dan bukan public figure :p

Jangan lupakan ini
Di media sosial pun nggak semua yang kamu lihat itu fakta. Pernah denger nggak seorang selebgram rela berhutang demi feed Instagram yang bagus? Tanpa banyak orang ketahui dia rela berhutang utuk jalan-jalan ke luar negri, makan di resto mewah, liburan menyenangkan, tidur di hotel berbintang demi menaikkan harga dirinya sebagai media sosial.


Pernah denger juga nggak seseorang menghabiskan piknik dengan kesia-siaan hanya agar foto-foto di Instagramnya bagus sampe bikin temen pikniknya bĂȘte karena dia take berulang kali di tempat yang sama. Sampai-sampai diliburan sekian kalinya dia nggak akan pernah diajak lagi karena terlalu merepotkan teman-temannya dan menghancurkan waktu yang sudah di schedule. Ngeri banget ya berarti pencitraan orang yang ingin dilihat hanya demi like dan komen di media sosial.

pasti pengen nampilin ini kan di medsos, ga mungkin kan nampilin kisah yang lagi berantem?

Ini pun terjadi pada kamu yang melihat feed media sosial tersebut sebenarnya, kamu akan memilih foto yang paling bagus untuk kamu tampilkan di media sosial kan, ngaku? Ya saya juga gitu kok. Seperti sudah kecanduan, kalau dapat like sedikit rasanya sedih, malu dan dianggap nggak tenar, sebaliknya kalau like banyak dan komen bertubi-tubi rasanya puas sudah post sebuah foto tanpa orang tau ada kejadian apa dibaliknya. Bahkan nggak sedikit orang yang beli followers, juga like. Apa coba manfaatnya? Mending juga buat beli beras ye kan :D/ Ini nggak ada bedanya kayak orang yang nyontek di ulangan, nggak pede dengan nilai sendiri dan kalau dapat nilai bagus senang, lalu seperti kecanduan, orang yang nyontek akan mengulangi kejadian serupa di keesokan harinya. Dan ajaibnya, meskipun hanya tipu muslihat banyak orang yang dibuat baper hanya gara-gara liat feed media sosial, sama saya juga gitu, padahal sadar se-sadar-sadarnya bisa jadi itu bukan hal yang menyenangkan ketika orang mempostnya. Alam bawah sadar kita ternyata sudah tersetting beda.


Tapi kadang saya sadar kok, kalau saya dan yang si tukang posting pasti jaraknya kayak langit dan bumi, dia banyak duit saya engga, dia ngutang saya ngga *eh hehe, nah, ada beberapa tips yang saya lakukan *dan berusaha keluar dari alam bawah sadar* ketika melihat postingan orang lain di media sosial biar nggak baper-baper banget. Diantaranya :

1.      Menganggap orang yang posting adalah awan sedangkan saya adalah langit
Ya, strata manusia itu kan beda-beda, nggak bisa disamain. Misalnya kita iri ngeliat feed orang yang lagi liburan ke Paris tapi kita hanya bisa liburan ke Mall ya jangan ngiri. Mungkin dia kaya tujuh turunan, sedangkan kita mau menuju kaya aja belum. :p

2.      Berdoa semoga suatu saat bisa pergi ke lokasi yang diimpikan, jika melihat feed tentang jalan-jalan, atau berdoa semoga bisa membeli barang yang diimpikan seperti yang dipunya orang tersebut
Kalau lagi liat feed orang yang seneng-seneng gitu, saya suka berdoa, mudah-mudahan saya bisa kesana suatu hari nanti, atau mudah-mudahan bisa makan enak kayak dia, atau punya barang sejenis yang dipakai, jika saya menginginkan barang tersebut. Tapi jika nggak kepingin-kepingin banget ya udah biasa aja liat post tersebut.

3.      Menganggap dunia ini adalah sementara, besok juga mati
Kalau liat feed orang seneng-seneng terus, berusaha banget jangan sampai iri hati, bahaya banget kalau sampai iri hati, bisa-bisa saya kayak selebgram itu, ngutang demi isi feed yang keren. Kalau sudah iri saya buru-buru ingat, dunia ini hanyalah kesenangan sementara, isinya menipu, yang harus kita banyakin adalah amal bukan harta. Serius susah untuk menerapkan mindset seperti ini, karena godaan setan pasti akan selalu datang. Tapi kalau dilatih, Insya Allah bisa.



4.      Menganggap dunia ini tipu muslihat begitupun feed media sosial
Karena saya nggak tau ada kejadian apa ketika orang memposting sebuah berita, pada akhirnya saya hanya menganggap itu tipu muslihat, berusaha senang padahal nggak seneng-seneng banget :D atau berusaha memposting sesuatu padahal dibelakangnya bertentangan, who knows ya? Dengan cara bersu’udzon seperti ini ada manfaatnya juga, saya jadi nggak gampang iri hati sama yang posting berita tersebut. Tapi nggak bagusnya saya jadi su’udzon terus hehe.. :D

5.      Menganggap nasib orang berbeda-beda
Ya, kalau orang bisa makan enak dan posting bagus, apa pantes kita pengen kayak diposisi orang tersebut. Kayaknya mimpi gitu ya hehe.. tapi tenang gengs, roda itu berputar. Mungkin hari ini kamu iri, bisa jadi suatu saat kamu yang membuat iri orang lain.

6.      Jadilah diri sendiri
Ketika kita dihadapkan pada media sosial yang tidak sesuai dengan kemampuan kita, janganlah berusaha ingin seperti mereka yang ada dibaliknya, jadilah diri sendiri dengan kamu yang apa adanya. Misalnya biar pengen tenar juga beli like, followers dsb ngikut orang. Misalnya orang post foto A, karena nggak punya kamera sebaik A kamu edit-edit sampai keliatan norak.


Selain omongan tetangga yang kadang pedes, kalau diperhatikan media sosial itu kadang lebih pedes dari omongan tetangga. Sebab antar manusia yang satu dengan yang lainnya tidak berjumpa, jadi mereka bebas mengungkapkan apa saja dibaliknya. Jadi, anggaplah media sosial hanyalah sekedar hiburan, selamat berakhir pekan ^^

4 comments:

  1. Demi memuaskan rasa penasaran dengan viralnya kasus artis ini, aku mampir dong ke IG nya. Ih komennya para nitijen yang maha benar itu ngeri...

    ReplyDelete
  2. Hahha bener bgt, beli followers biar bahagia ya kasiaaan, pede aja lagi toh tiap org pasti punya zona perjuangan masing2 dan sah aja liatin yg bagus drpd yg jelek nanti dibully asal jgn feeds penuh kepura2an, gosip mama gempi baru tahu lho

    ReplyDelete
  3. Fyi aku suka. Baca blog mba tp suka susah komen hiks

    ReplyDelete
  4. Aku aja kaget baca berita itu
    Dalem ati mbatin gisel kurang cantik apaaaa
    Sedih
    Semoga yg trbaik wes
    Itu aj doaku

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...