Menu

Friday, 23 February 2018

/

Semua mimpi-mimpi kita bisa tercapai kalau kita banyak nabung, tukang becak yang kepingin umroh, nabung bertahun-tahun hingga akhirnya mimpinya bisa tercapai, seorang emak yang memimpikan bisa menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang yang lebih tinggi padahal ekonominya sulit, nabung dan akhirnya sang anak menjadi sarjana, seseorang yang bermimpi keililing dunia, nabung dan akhirnya bisa traveling keliling dunia dengan tabungannya itu. dan banyak lainnya kisah-kisah sukses orang yang suka nabung padahal ekonominya pas-pasan, mereka berhasil mewujudkan mimpi-mimpinya.

Baru-baru ini ada kisah viral yang bikin melongo, seorang karyawan bergaji puluhan juta tetapi nggak punya tabungan sama sekali, bahkan sebagian gajinya ada yang dihabiskan hanya untuk ngopi dan itu jumlahnya cukup untuk membeli 2 motor bebek second. Yang menjadi pertanyaan, kemana sebagian gajinya yang jumlahnya ratusan juta itu pergi, kenapa dia sampai nggak punya simpanan sama sekali.
Belajar dari kasus ini, tidak ada susahnya kita untuk punya tabungan, manfaatnya banyak banget loh gengs kalau kita terbiasa nabung. Ya salah satunya kita bisa mewujudkan apa yang menjadi keinginan kita, banyak di media sosial bertebaran orang-orang yang berhasil nabung 20ribu sehari, yang jika dikumpulkan selama sebulan akan mencapai 600ribu, saya pun pernah menabung sejumlah itu selama sebulan waktu masih tinggal di Ambon, bahkan 30ribu sehari pun pernah, dan manfaatnya dirasakan ketika tabungan terpecah, kami jadi punya ongkos mudik hasil menabung. Bahkan saya pernah ke luar negri dari hasil menabung :D


Bagaimana mudahnya menabung 20ribu sehari bagi keluarga kecil dengan anak 1 seperti saya?
  • Hal pertama yang harus kita lakukan adalah niat, sebab usaha tanpa niat akan sia-sia. Kalau nggak niat nabung yang ada tabungan bakalan dipake terus walaupun sudah digembok, hee
  • Fokuskan pada keingin yang ingin kita lakukan, misalnya traveling. Tulis keinginan kita besar-besar ditembok, sehingga kalau kamu berniat ingin pakai uangnya bisa diurungkan. Kalau saya sih sudah terbiasa nabung jadi nggak perlu nulis-nulis begini.
Nah kalau sudah punya modal dua diatas, begini hal selanjutnya yang harus kamu kerjakan agar tabunganmu terkumpul intens setiap harinya.

Langkah-langkah menabung 20 ribu sehari :
  • Menyusun menu padat gizi tapi ga menguras dompet
Pastikan membuat menu yang habis sehari dimakan keluarga, sehingga tidak ada makanan yang terbuang sia-sia karena tidak habis. Membuat menu juga nggak bisa sembarangan, perhatikan juga kecukupan gizinya, jangan karena kita ingin berhemat menunya jadi tahu-tempe doang, hahaha.. :D. Sebaiknya emak juga banyak baca berbagai macam kandungan gizi yang terkandung di dalam makanan dan cara mengolahnya, jadi bisa mengkombinasikan menu, walaupun murah meriah tapi gizinya tetap banyak. Contoh : jangan banyakin menu yang digoreng, karena makanan yang digoreng selain boros minyak juga tinggi kolesterol. Mengganti ikan salmon dengan ikan kembung, tau nggak, ikan kembung itu gizinya lebih tinggi dari ikan salmon loh *coba tanya ahli gizi* dan ikan kembung ini harganya seujung kukunya ikan salmon, beli salmon sebiji kita bisa makan ikan kembung seminggu, kemudian bisa juga mengganti tempe goreng dengan tempe bacem, karena tempe yang digoreng nutrisinya akan hilang. Kalau saat ini beras mahal, ganti dengan singkong, jagung, kentang, ubi, dan makanan berkarbo lainnya dalam sehari, kalau untuk anak tetep harus makan nasi ya bu, kesian doi dalam masa pertumbuhan.
Sehari saya dikasih 100 ribu oleh suami, ini cukup untuk beli 3 ikat bayam (3000), 2 jagung, ayam setengah (21rb), wortel + buncis (3000), tahu kotak, bakso (8000), brokoli ¼,  ikan kembung, daun bawang, bombay, kembang tahu, tempe setengah. Pokoknya ini semua habis kira-kira 60-70ribuan. Dari sayur diatas itu bisa buat menu 2 hari.
Hari 1 menunya : bayam + ayam kecap inggris, tahu kukus
Hari 2 menunya : sop dengan ikan kembung goreng, tahunya kalau nggak habis bisa dicampur ke dalam sop, ini cukup untuk makan siang saya dengan Naqib dan lanjut malam dengan abahnya. Jangan salah, Naqib walaupun badannya kecil doi makannya buanyaaaak… jadi porsi abahnya bisa habis sama dia doang kalau siang. Nah menu ini saya prediksi habis sehari.
Sisa uang dikemanain? Kadang kalau ada keperluan dapur 10ribunya saya belanjakan, 20ribunya saya tabung. Esok harinya saya cukup minta 50ribu ke suami, tapi yakin itu nggak saya sentuh karena kan saya sudah belanja untuk 2 hari, jadi buat apa belanja lagi? Kecuali beras habis, galon habis, baru deh saya belanjain itu duit. Lumayan kan saya bisa nabung 50ribu :D nah dapet deh 70ribu dua hari
Di hari ketiga gitu lagi, saya dikasih uang 100ribu yang bakalan saya belanjain untuk 2 hari, di hari keempat saya cukup minta sekedarnya yang bisa kembali saya tabung. Uang 100ribu bakalan habis sehari jika cabe, bawang dan alat kunci memasak habis. Tapi ini nggak sering kok.
Yang jelas saya nggak pernah buang-buang makanan karena napsu pengen masak ini itu tapi nggak dimakan, makanan yang saya masak selalu habis, ada pun nggak habis pasti saya simpan di kulkas, saya angetin besok buat sarapan, gitu aja terus. Misalnya ikan-ikanan nggak habis saya sedekahin ke binatang dan nggak saya buang ke tong sampah, sedekah walaupun hanya ke binatang, Allah juga menghitung pahala kita kan?


  • Belanjakan apa yang perlu dibelanjakan
Pernah nggak sih lapar mata? Iyes, saya juga, namanya aja hidup berdampingan dengan setan, pasti itu setan rajin banget menggoda manusia. Dan setan paling rajin menggoda agar kita hidup boros dan berlebih-lebihan, padahal Allah nggak suka sifat yang satu ini. Yang menjadi pertanyaan, seberapa kuat kita bisa melawan hawa nafsu digoda setan disitulah kita bisa berhemat. Nah dalam sehari itu ya, masya Allah yang namanya setan bisa aja menggoda saya, ngeliat tabungan di rekening sekian, “Ah pengen beli daster, ah pengen beli tas, ah pengen beli sepatu, ah pengen beli gamis” ini yah kalau nggak kuat-kuat bertekad bakalan kegoda, hal yang saya lakukan adalah membayangkan kalau saya beli sesuatu dipake apa nggak? Apa hanya untuk gaya hidup aja, apa karena ngiri dengan orang atau hanya sekedar beli? Berapa banyak barang yang saya beli dan hanya mendekam di lemari? Kalau inget barang hanya sekedar menuh-menuhin lemari atau beli nggak berfaedah banget buat dipake saya mulai bisa menahan diri. Dan alokasi buat beli-beli barang nggak penting ini bisa tersimpan, Alhamdulillah dikit-dikit setan mulai kalah sama saya. Yang pasti kalau pun saya tergoda beli, saya usahakan barang tersebut akan saya pakai bergilir.

  • Kurangi jajan
Kalau saya sudah masak, saya paling anti beli makanan lagi *kecuali dikasih orang, ini lain cerita*. Kenapa? Mubazir tauk! Saya bisa begini juga karena ibu saya, ibu saya itu paliiiing marah kalau saya jajan dan beliau sudah masak, kemudian anaknya nggak makan masakannya, wuiiih ibu saya langsung bertanduk dan ngomel. “Kamu itu nggak bersyukur! Sudah ada makanan dirumah masih jajan, syukur masih punya ibu ada yang masakin, liat banyak anak nggak bisa makan masakan ibunya karena ibunya sudah meninggal, ini kalau nggak dimakan masakan mami bisa mubazir, kebuang tau! Makan dirumah lebih sehat masih aja jajan yang nggak sehat” omelannya sebenernya lebih panjang dari ini cuma saya persingkat wkwk.. jadi kalau saya kepingiiiin banget jajan, saya usahakan makan masakan ibu saya juga biar adil dan ibu saya nggak tau hahahaha…
Nah hal ini kemudian semacam de javu, kalau suami saya jajan sedangkan saya sudah cape-cape masak, saya beneran bertanduk, kesel, kalau masih pengen jajan ya mending saya nggak usah masak. Bener nggak? Sudah rugi waktu untuk masak, rugi makanan terbuang, rugi makanan belinya dobel. Jadi suami saya wanti-wanti banget, misalnya kepingin jajan atau ada rapat saya masak seperlunya aja dirumah. Kalaupun suami pengen gorengan, saya bela-belain masak daripada dia beli diluar yang belum tentu sehat. Pokoknya meminimalisir semua ini agar pengeluaran nggak bengkak.
Anak saya pun saya biasakan untuk tidak ketergantungan dengan uang dan terbiasa makan camilan yang ibunya bikin, kalaupun jajan saya yang menawari dan biasanya beli yang awet misal biskuit, coklat, susu, bukan makanan pinggir jalan yang bikin dia akhirnya kenyang dan nggak mau makan-makanan pokok. Jadi uang saya aman dari jajan anak, sampai sekarang pun anak saya tidak terbiasa nagih “Buk jajan” :D beneran, saya nggak punya alokasi untuk jajan anak loh.


  • Hargai uang-uang kecil
Ketika menggunakan uang untuk belanja, tidak dipungkiri kita akan dapat kembalian uang-uang receh, bentuknya bisa logaman atau uang kertas. Bagi saya uang-uang ini juga bermanfaat untuk belanja. Jadi kalau misalnya saya dapat kembalian uang receh, uang-uang ini saya kumpulkan sampai jumlahnya banyak, kemudian saya belanjakan kalau sudah terkumpul misal sepuluh ribu. Yang namanya warung pasti nggak bakalan nolak kalau konsumen belanja mau pakai uang gede apa kecil, bagaimana mereka bisa marah lah wong duit kok, sombong banget warung nggak suka duit heee.., yang menjadi pertanyaan, kita gengsi nggak belanja pakai receh? Kalau saya mah enggak, bodo amat mau diomongin orang, lah itu duit kita sendiri, halal dan nggak nyolong :D, pasalnya kebanyakan kita itu malu belanja pakai receh, yah mindset orang-orang sih ya... tapi kalau pengen hemat mah ya, mau uang apa juga tetep aja berguna. Lumayan kan uang-uang receh ini kalau dibelanjain yang besar-besar nggak akan nyusahin warung buat ngasih kembalian ke kita. Contoh, beli permen.



  • Habiskan satu uang dulu
Dalam membelanjakan uang juga saya selalu menghabiskan satu uang dulu, misal dalam sehari saya dikasih 100ribu sama suami, ya udah itu dulu dipake sampai habis. Kalau uang tersebut nggak cukup dibelanjakan dalam sehari saya pakai uang yang lain, atau kalau uang pertama masih tersisa saya kumpulkan dan dijumlah dengan uang selanjutnya. Jadi saya nggak pernah memakai banyak uang dalam beberapa transaksi, karena ini hanya akan mengumpulkan recehan saja yang akhirnya akan tercecer kemana-mana. Padahal uang seratus rupiah saja bagi saya sangat bermanfaat banget kalau tidak menyepelekannya. Mentang-mentang kita punya uang yang lain gitu? oh tidak bisa hohoho…itu tetep duit, matematika harus tetep jalan.


  • Kurangi pergi ke Mall
Naaaa ini, pergi ke Mall hanya akan menghabiskan banyak pengeluaran, seperti kata Rasul yang namanya pusat perbelanjaan ada aja jinnya. Mereka menggoda manusia untuk membeli apa yang semestinya tidak dibeli, dan bener aja kalau ke Mall nggak pengen beli lipen eeeh kebeli, anak nggak seharusnya main eh main juga, jajan ini jajan itu, belum ongkos, belum makan belum ini dan itu, ada budget yang sudah dianggarkan untuk ke Mall malah bengkak karena beli yang lain. Dengan mengurangi pergi ke Mall saya bisa saving banyak. Bahkan untuk belanja elektronik, mainan, baju saya percayakan online shop daripada harus ke Mall, atau cari agen-agen terdekat di sekitar rumah, ini harganya bisa kurang banyak dibanding belanja ke Mall. Sekarang kan sudah banyak ya agen baju anak, gamis bertebaran di pinggir jalan. Jadi ngapain ke Mall :D
Nah hal lain yang bisa mengurangi perjalanan ke Mall adalah karena Mall sangat jauh dari rumah kami, jadi untuk pergi ke sana kami mikir 2x mau pergi, belum macet di jalan huff beneran bikin capek.


  • Kurangi Gaya Hidup
Ah sudah taulah ya, saya bakalan ngomong apa :D, ya mak.. kalau bisa arisan dirumah makan kue cucur, serabi, teh kotak, dan kacang goreng ngapain kudu arisan di mall, pesen café mewah, pakai dresscode, jajan ini dan itu. Kalau hape masih bagus dan bisa digunakan, ngapain harus diganti demi gaya hidup? Kalau peralatan elektronik masih berfungsi apa yang perlu diganti? Kalau ketemuan sama temen bisa main kerumahnya, atau bisa meet up di café biasa kenapa harus cari café yang mewah, yes.. kurangi gaya hidup kalau selama nggak bermanfaat buat diri. Ya kecuali kalau anda gengsinya tinggi, saya nggak tau harus ngomong apa hee...

Yang jadi pertanyaan mungkin, pernahkah saya memanjakan lidah, atau traveling atau belanja ini itu?

Yang jelas kalau baca runut dari atas sampai bawah pasti sudah tau jawabannya. Memanjakan lidah, ya sesekali tapi nggak sering, traveling? Ini emang hobi saya jadi saya banyak menabung untuk ini, belanja barang yang saya suka, liat dulu kebutuhannya, butuh banget apa hanya butuh Menuhin lemari hee… yang jelas saya bahagia saya mampu memanage uang dengan baik

Nggak susah banget kan nabung 20ribu sehari? Yang terpenting dari semua ini memang diperlukan niat yang kuat, kalau niat saja sudah luntur, mau beli tabungan yang gemboknya banyak juga nggak bakalan bisa. Bener nggak? So… kuatkan tekad dan selamat menabung ya mak :D
66 comments

Saya memang gak secara nyata nabung 20 rb, tp tetep ngurangi ini itu, gak sering jajan, dan beli yg dibutuhin. Terkadang sebulan sekali manjain diri dg beli sesuatu buat hadiah kerja keras, hehehe

Reply

Kalau bisa konsisten, pasti banyak manfaatnya. :D

Reply

Kalo aku sekarang nabung di rekeningnya Namiera yang udah lama banget kosong. Aku isi dari hasil penjualan kue. Hasilnya Alhamdulillah... Ada 300 ribuan.

Reply

Aku tahun lalu berencana beli sesuatu yg aku pengen. Nabungnya baru setengah, kegoda yang lain dan keluar di kebutuhan tak terduga. Gagal.

Tahun ini aku bertekad nabung nabung nabung. Karena uda ngerasain 2x ga punya uang di atm sama skali. Blasss... dan itu sangat serem. Ada rejeki, simpan. Kurangi belanja yg ga butuh. Dan mulai menggeser ke alternatif yg lebih murah.

Tapi PR ku adalah... masak sendiri. Skrg masih belum ada motivadi masak sendiri. Sukanya makan di luar. Sekali man 15 rb ke atas. Ya Allah... kenapa aku ga suka masak :( tapi bersih-bersih hobi.

Btw nabung 20rb aku pernah dan pernah kuulas di blogku juga. Berhasil di tengah jalan. Trus lebih suka skrg dengan metode sisihkan uang gaji di awal untuk tabungan. Nominalnya bukan 20rb x 30 hari. Tapi udah persenan dari gaji. Lumayan... bisa nabung dikit-dikit. Buat modal nikah uhuk!

Reply

Ini yg selalu aku bilang kalo ada yg nanya, gimana sih kok bisa jalan2 trus ke LN. Jawabnya cuma nabung. Ga ada cara lain lah, dikira aku punya pohon duit apa :p. Masalahnya, krn buatku traveling itu udh kebutuhan primer yg wajib dipenuhin, jd mau godaan seperti apapun, aku ga gampang goyah utk ngambilin uang tabungan buat jalan2.

Cuma biasanya aku nabung itu bulanan mba. Agak susah kalo harian gitu. Jd memang tiap gajian, 60% lgs aku masukin ke rekening jalan2. Baru sisanya yg lain.. Kalo utk tabungan masa depan gitu juga. Tp dr gaji suami :p. Jd lgs gajinya aku sisihin utk zakat, baru tabungan. Kalo ga gitu susah utk bisa nabung.

Reply

Nah ini, kerja keras menabung. Saya juga kerja keras menabung dan Alhamdulillah ada hasilnya :)

Reply

Semangat menabung ya mak :)

Reply

Uhukk!! kamu belum cocok nikah Vin, masih cocok jadi anak SMA wkwkwk.. semangat nabung ya Vin. moga jadi anak sukses :D

Reply

Yeaaaay semangat, mungkin bagi mba Fanny nabung diawal menyenangkan, kalau aku musti nabung tiap hari, klo nabung diawal bisa2 tongpes duluan aku haahaha

Reply

Lengkap Mbak tutorialnya. Dulu Saya pernah nabung 2rban di botol plastik gede gitu penuh sampe 6 just hehe. Memang bermanfaat.

Reply

Wuih seru ulasannya. Aku juga lagi belajar ngumpuling duit 20ribuan ni mbak. Jadi kalo harinya udah habis, aku cek dompet msh ada duit 20ribuan, berarti duit itu harus masuk tabungan. Ada jg duit baru yg mulus. Kl dpt duit macem itu berarti nggak boleh dipake jajan. Mah in progress,, semoga sukses kaya mbak Amanda ya.

Reply

Asyiiiiik, buat modal kawin ya hehe

Reply

waaah semangat ya, semoga bisa istiqomah nabung

Reply

Tapi kalo gak ngurangin ini itu dan nabung tetep jalan gapapa kan mba, hehe

Reply

wah makasi tipsnya mbak.. penting buanget nih buat saya

Reply

Kalau aku nabungnya masih dalam bentuk ikut arisan sih. Pernah nyoba nabung 20 ribu itu tapi uangnya kepakai terus. Heu

Reply

aku pake metode kalender mba manda jadi nanung sesuai tanggal jumlahnya alhamdulilah tabungannya bisa buat bantu bangun rumah dikit2 hahaha klo skrg nabungnya bwt lahiran deh memang niat itu paling utama banget 😁

Reply

Bener Mba menabung itu penting banget ya. Saya pun sudah mengenalkan menabung pada anak saya Erysha dari usia 1 tahun. Allhamdulillah Erysha jadi senang menabung ☺️

Reply

Kampanye Bang-Bing-Bung, Yuks Kita Nabung udah jarang terdengar jg sii yak..

Reply

Mall itu emang racun bangeeet. Aku bahkan bukan cuma ngurangin jalan ke mall, tapi juga ke super market. Kalau ga perlu-perlu banget, aku milih ke pasar aja, belanja yang dibutuhkan

Reply

Mba Manda ajaran suami aku banget nih, masak makanan yang habis sekali makan (porsinya sesuai). Ini jelas membuat pengeluaran berkurang. Karena aku udah nerapin. Aku nabungnya 30 rb, tapi masih belum bisa tiap hari. Soalnya,sering kegoda baso yang lewat, hahaha. Semoga bisa konsisten bulan depan. Semangat mbak Manda!

Reply

menabung itu niat yang perlu perjuangan dan tahan godaan

Reply

Aku belum bisa konsisten euy apalagi suka tergiur jajan. Harus meluruskan niat nih untuk rutin nabung demi bisa traveling bareng keluarga

Reply

Dari bulan januari 2018 saya juga sdah bertekat untuk menabung, alhamdulillah baru berjalan 2 berat rasanya..

Biasa sering jajan-jajan di luar sekarang benar-benar di kurangi bahkan seringnya laoundry pakaian sekarng sudah berhenti untuk loundry dan mencuci sendiri..

Semua penuh dengan perjuangan yah mba.. Tapi proses tidak akan menghianati hasil insya'allah..

Reply

Betul mba NIAT susah sekali untuk konsisten yah, sampai bosen ganti celengan dibongkar terus dirumah. Sepertinya harus buka tabungan yang tidak bisa diambil nih

Reply

Salut sama Mbak Manda, menabung itu memang tidak mudah. Tahun lalu saya juga bikin resolusi untuk menyisihkan uang recehan untuk ditabung. Menabungnya gak bisa rutin sampai setiap hari, tapi hasil akhirnya lumayan, mendekati satu juta. Dan itu susah banget. Apalagi kalau harus nabung setiap hari seperti ini.

Reply

Yg susah itu memulainya hehehe

Reply

Menu sehari-hari aku pastikan habis hari itu. Sayangnya kadang juga sisa karena di kampung sering banget dapat nasi berkat. Nah, kalau nggak dimakan aku langsung kasihkan orang.

Yang penting niat kita yang kuat mba buat nabung dan nggak usah tergoda dengan gaya hidup.

Reply

adek sha nih yang praktekin kaya gini di botol aqua :D

Reply

20 rb/hari berarti sekitar 600rb ya per bulan?
Biasanya langsung potong dr rekening sih per bulan :D
Dan duit kaget hasil nabung ini berguna banget

Reply

Noted buat saya..

Kurangi jajan!!
Kurangi main ke mall!!

Atuh mah saya jajannya parah, ngalah-ngalahin anak saya hiks..
Pun juga hampir tiap minggu ke mall ckckck.

Btw bagus banget tulisannya, sangat bermanfaat 😊

Reply

larangannya rata-trata yang saya sukai semua mba. kalo nabung seminggu 20rb kayaknya bisa tapi kalo tiap hari kayaknya terlalu maksa wkwkwk. apalagi masih blm menikah. wkwkwk

Reply

Semoga nambah terus hehe...

Reply

Saya juga klo adang uang 20 ribuan lansgung masukin celengan, seru saja liat warnanya.. klo nabung sech di usahakan 20% dari gaji,

Reply

Nah ayo nabung, mumpung masih muda :)

Reply

heuuu... makannya digembok :D

Reply

iyah nabung emang kudu prioritaskan yang utama mba

Reply

Waah semangat Ersyha, sangat bermanfaat loh dimasa depannya :)

Reply

Itu harusnya timbul dari kesadaran diri sendiri bung haha

Reply

Iya supermarket juga banyak setannya, apa yang nggak kepingin dibeli jadi kebeli kan :)

Reply

Wkwkwk... aku klo tukang baso lewat suka males pake jilbab, makannya nggak pernah kegoda :D

Reply

Hahaha.... btul sekali...

Reply

Waaah semangat, jajan itu cuma bikin badan melar, jadi saya malas sering2 jajan haha

Reply

bwaaah, nyuci sendiri lebih bikin sehat hahaha... ayo jangan malas :D

Reply

trus kuncinya dibuang ke laut gtu ya, :D

Reply

Hahaha,... banyakin jajannya ya pasti :D
awalnya emang susah kok mas, lama2 jg terbiasa :D

Reply

Iya mbak, lebih baik dikasihkan drpd dibuang, saya pun gtu ga dimakan kasih hewan aja

Reply

Waaah hebat adeknya

Reply

Iyes, tapi nggak mesti 600ribu kok, kadang nominalnya kurang dri itu

Reply

Waduuuh kasus ini mak

Reply

Waaah waktu saya belum nikah, uang tabungan saya cepet bngt terkumpul loh.. soalnya kan saya blm punya tanggungan

Reply

Wuih keren mau nyoba ah makasih sharingnya mak

Reply

Sejak kecil saya juga diajarin nabung sama orangtua. Jadi, rasanya puas kalau bisa beli sesuatu hasil dari tabungan sendiri 😄

Reply

receh selalu kukumpulin loh.. berguna saat miskin. ahahahaha

Reply

Iyah mba bener banget, seneng ya klo bisa belanjain tabungan hihi

Reply

Oh jadi sekarang kaya? Gaya.. -_-

Reply

Di kamar kos, ada satu tabungan kalengan gede buat nampung uang receh dan uang kertas. Pernah juga coba-coba nabung, mulai dari 20rb sampe 5000 tiap minggu. Masih ga kuat :') Tapi kalo nabung 2000 tiap minggu, masih kuat. Cuma ya gitu.. cita-cita seperti mbak yang travelling kemana-mana, belum tercapai :')

Ya, saya harus belajar banyak dari kerasnya tekad mbak yang suka menabung. Mantap banget! Btw, saya juga mulai masak-masak sendiri gitu di kosan. Beneran hemat banyak!

Reply

Dahulu Saya pernah melakukannya bahkan sampe 2 celengan. Tapi skarang ko ya rada susah ya..ada aja kebutuhan yg hrs dipenuhi

Reply

Waktu jadi anak kost sama saya juga nggak tapi rajin nabung, karena masih tergoda jajan. Tapi syukur masih bisa nabung seribu sehari hehe

Reply

Ya mba.. jangan pantang menyerah dong hihihi

Reply

Saya pernah melakukan ini 4tahun lalu, namanya program the power of 20rb. Tapi kenapa tidak Istiqomah. Saya sadar menabung adalah hal yang bodoh. Uang harus berputar bukan diendapkan sampai nilainya turun karena inflasi

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...