Menu

Sunday, 3 March 2019

/



Lelah banget rasanya habis menuju Merlion, fiuh.. Tau sendiri kan Singapore walaupun kecil kemana-mana jalan kaki, orang yang nggak biasa jalan dan dimanjakan dengan fasilitas bakalan kaget. Naqib sudah teriak-teriak kelaparan dan ingin segera makan, sangking lamanya kita jalan. Maka setelah perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya kami langsung menuju Bugis Street, dimana kami akan memutuskan untuk makan dan melanjutkan shalat jum’at *kalau keburu waktunya*, kalau nggak ya, pak suami shalat zuhur aja, “Kan kita lagi dalam keadaan safar bu, Allah itu nggak memberatkan hambanya yang sedang bepergian” okelah. Tapi sungguh saya jadi nggak enak, gara-gara salah jalan pak suami jadi nggak jum’atan.



Masuk MCD
Naqib keukeuh kepingin ayam keriuk, akhirnya masuklah kita ke MCD dan apa yang terjadi? Di MCD nggak ada ayam biasa karena semuanya pedas. Lalu kita jalan lagi ke arah depan karena sebelumnya kami menemukan ada KFC disana, dan ternyata jeng...jeng.. ada ayam nggak pedas tapi nggak ada nasi, maklumlah perut anak Indonesia kalau nggak masuk nasi berasa nggak kenyang dia. Pengen sih cuma beli ayam, burger, kentang gitu kan, tapi takut nggak kenyang dia.


"Bah, mending kita bungkus aja ayamnya. Terus kita makan nasi lemak yang di sebelah toko mainan tadi.” Sahut saya. Akhirnya pak suami mengantri beli ayam, dan saya sibuk melihat foto-foto. Ada beberapa anak muda yang tengah sibuk makan disana, ada pula beberapa pekerja kantoran yang sibuk mengobrol, suara tawanya riuh rendah. Saya perhatikan, selesai makan mereka merapikan meja sendiri dan membuangnya pada tempat sampah khusus, sebuah pemandangan yang menakjubkan. Tidak lama paksu datang membawa bungkusan. Tau nggak beli ayam doang yang kalo di Indonesia 15 rebu, di Singapore 6SGD, alias 62.400, mamak langung istighfar, ya Allah beneran ini di Singapore apa-apa mahal T_T. Mana ayamnya nggak segaring di Indonesia lagi, agak-agak basah gitu kulitnya. Dan rasanya beneran nggak segurih di Indonesia, mungkin di negara kita sudah over micin kali ya, jadi ngerasain ini nggak enak banget :D





Nyoba laksa untuk yang pertama kalinya
Sebenarnya saya nggak begitu tau apa rasanya laksa, soalnya di Indonesia saya belum pernah nemu kan. Nah mumpung lagi di Singapore nih, yang katanya banyak laksa dan Alhamdulillah banget ketemu kedai makan yang menjual laksa, saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mencoba laksa. Di bagian pintu tertempel stiker ‘Muslim Pro’ oh.. halal berarti, lagian ini nasi lemak, pasti yang jual orang Melayu.

menu-menunya yang rata-rata nasi lemak

Kedai makannya nggak begitu luas, tapi lumayan buat menampung 30 orang, dan agak mengantri beli makannya, mungkin karena bertepatan dengan jam makan siang kali ya. Saat itu pengunjung agak lumayan banyak, dan kursi nyaris semua terisi, Alhamdulillah saya dapat tempat di belakang. Saya langsung memesan menu, 1 nasi lemak untuk Naqib dan Nasi kari untuk paksu ah lupa saya nama menunya apa. Dan saya sendiri memesan es jeruk dan laksa. Karena di dalam tas full air putih, jadi nggak perlu beli air minum. Bener-bener emak irits banget dah.



Rasa
Nggak ngerti apa karena lapar, laksa yang saya makan kok enak :D, rasanya nggak jauh beda kayak kuah mie sedap chicken white curry cuma yang ini lebih kental dan sangat gurih, dan kayak ditambah bumbu khusus gitu, yang jelas rasanya 11:12 lah kayak mie sedap wkwk. Dalam isian laksa ada tahu, cumi, tauge, dll dan saya habis sampai tetes terakhir, dan Alhamdulillah kenyang walaupun hanya makan sejenis mie, *ya mie karbo juga kali Nda!*

Laksa yang saya punya

nasi kari abah

nasi lemak Naqib

Nasi kari yang dipesan paksu juga lumayan. Oh ya, si Naqib kan pesen Nasi lemak ya, seperti nasi lemak pada umumnya ada nasi yang rasanya lebih mendekati nasi uduk, timun, sambal, ikan asin dengan kacang, ayam, dan ada semacam nugget tapi ketika dimakan kayak nasi dan ada isian telur dan dagingnya. Eh ini apaan yak, saya baru perdana makan ini, enak sih tapi rasanya agak aneh dilidah :D mungkin karena baru pertama kali makan hihihi. Semua harga makanan ini sebesar 17.40 SGD haha.. murah, iya keliatannya emang murah tapi kalau dikonversi ke rupiah, semua makanan tadi harganya, Rp.180,960 :D, selamat datang di Singapore yang semuanya serba melangit.

Qi Ji
160 Rochor Road
Bugis Village
Singapore 188435

8 comments:

  1. Aku pernah makan di Qiji. Salah satu resto halal dengan harga yang mayan murah di Singapore. Menunya juga enak sih menurut aku. Masih cocok sama lidah kita, dan yang penting sih ada menu nasinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebanyak-banyaknya nasi di SG tetep ya rasanya kayak nasi uduk :D

      Delete
  2. Ya ampun... Mahal sekali ya... 180 ribuan bisa buat makan berapa kali kalau di Indonesia.
    Tapi, nggak pa-pa Kak, sekali-kali merasakan makanan seharga 180an di Singapura.
    Happy Holiday ya Kakak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih :)
      klo di Indonesia tergantung restonya, klo sekelas Pizza Hut dkk ya sama aja :D

      Delete

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...