Menu

Saturday, 29 September 2018

/




Tanggal 29 September nanti akan diperingati sebagai Hari Jantung Nasional, dimana penyakit jantung adalah penyakit degeneratif yang patut kita waspadai. Penyakit jantung tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga anak-anak. Untuk itulah Nutricia mengundang blogger mengadakan takshow bertema ‘Heart To Heart - Risiko dan Manajemen Nutrisi Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak’, yang bertempat di Co Working Space Tebet Jakarta.

Sungguh saya baru tau, kalau penyakit jantung bisa menyerang bayi yang bahkan baru berumur 3 minggu pada perut ibu, yaitu ketika pertama kali jantung mulai berdetak. PJB dapat diartikan kelainan jantung yang terjadi sejak jantung dalam perkembangannya, penyakit PJB ini terjadi akibat adanya gangguan atau kegagalan perkembangan struktur jantung pada fase awal perkembangan janin, jadi bisa dibilang struktur jantung atau fungsi sirkulasi jantung mengalami kelainan. Pada sabtu yang cerah kemarin, terdapat 2 pembicara yang mengisi dan memberikan kami ilmu baru, diantaranya :
·         Dr. Dedi Wilson, SpA(K) dengan materi : ‘Deteksi & Tata Laksana Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak’
·    Dr. Klara Yuliarti, SpA(K) dengan materi : ‘Pemberian Makan Tepat Pada Anak dengan Penyakit Bawaan’

Dr. Dedi Wilson (baju kuning), Dr. Klara (baju biru)

Perlu dicatat, ada sekitar 8-10 bayi dari 1000 kelahiran hidup mengalami PJB. Berdasarkan letak dan tingkat keparahannya  ada lebih dari 34 jenis PJB telah teridentifikasi. Rata-rata PB tersebut menghambat aliran darah pada jantung dan pembuluh darah di sekitarnya atau dapat menyebabkan aliran darah yang tidak normal dari/ke jantung.

Apa yang menyebabkan anak mempunyai Penyakit Jantung Bawaaan?
Penyebab pastinya tidak pernah diketahui, sebab penyakit degeneratif adalah salah satu penyakit yang sangat susah untuk dideteksi. Namun ibu yang mengandung dapat mendeteksi sejak dini, apakah bayinya memiliki jantung bawaan atau tidak dengan cara melakukan USG setiap bulannya, bahkan wajibnya nih, ketika pertama kali jantung berdetak dalam kandungan ibu sebaiknya sudah mulai diperiksakan. Kadang ada loh ibu-ibu yang nggak mau USG dan pasrah aja dengan keputusan Tuhan, padahal kan nggak bisa gitu juga ya, USG adalah salah satu bentuk usaha melihat apakah bayi mengalami gangguan atau tidak, apakah ibu sehat dan yang lainnya? Jika sudah USG, hasil akhirnya tinggal Tuhan yang menentukan.

Anak PJB tetap harus disemangati, dukung ia melalui aktifitas fisik yang disukainya

Lalu apa saja yang menyebabkan anak memiliki PJB? Simak baik-baik ya ibu-ibu :
·       Ketika hamil, ibu mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu, oleh karena itu ibu hamil tidak diperkenankan meminum obat selain anjuran dokter, jika sakit cepatla memeriksakan diri ke Dokter, sebab ibu hamil rentan menularkan virus pada anaknya
·         Ibu hamil terinfeksi virus seperti rubella, atau terkena diabetes
·         Bayi mengalami mutasi gen atau perubahan kromosom
·         Jika pada keluarga ada yang memiliki penyakit jantung, resikonya akan menjadi dua kali lipat menyerang anak

Deteksi sejak awal
Di Indonesia ada 50.000 kasus terjadi pertahunnya, sayangnya 30% kasusnya tidak terdeteksi saat lahir. Pada tahun 2015 lebih dari 40.000 bayi lahir dengan PJB, sedih banget ya.
Penyakit Jantung Bawaan bisa dikenali ketika dokter melihat ritme jantung bayi dalam perut ibu, namun banyak pula yang tidak terdeteksi. Langkah selanjutnya jika tidak terdeteksi pada saat ibu mengandung adalah melakukan ekokardiografi 24 jam setelah anak lahir, perabaan denyut nadi dan pemeriksaan saturasi. Selain itu pantau tumbuh kembangnya.
Secara kasat mata, anak PJB dapat terlihat dari gejalanya, antara lain:
·         Irama jantung tidak normal
·         Kulit berwarna biru
·         Sering sesak napas
·      Ketika makan mudah lelah sehingga menyebabkan dia kehilangan nafsu makan, sudah pasti anak PJB susah sekali untuk gemuk
·         Susah menelan dan kemampuan penyerapan makan kurang
·      Anak terlihat lebih kecil dibandingkan anak seumurannya (pertumbuhannya terganggu) jadi terlihat kecil dan kurus

Bagaimana pemberian nutrisi pada anak yang menderita PJB?
Anak dengan penyakit PJB memiliki resiko yang signifikan terjadinya ketidakseimbangan energi karena meningkatnya pengeluaran energi dan asupan nutrisi yang tidak memadai, jika tidak ditanggulangi sejak awal hal ini akan menyebabkan malnutrisi pada anak, untuk itulah anak-anak dengan penyakit PJB perlu mendapatkan penanganan dan perhatian khusus. Orangtua yang anaknya mengalami PJB diharapkan bisa sabar merawat buah hatinya, dengan memberikan nutrisi khusus dibanding anak yang tidak terkena PJB, berikut yang dapat Ayah-Bunda lakukan dirumah.

1.  Lakukan pemantauan BB, PB, lingkar kepala setiap bulannya, bila kurang bisa dievaluasi dengan dokter yang menangani anak tersebut
2.      Ibu harus memakan-makanan yang tinggi protein, zat besi,lemak,  karbohidrat agar ASI bagus untuk bayi PJB
3.  Berikan makanan padat tinggi kalori jika sudah mengkonsumsi makanan, snack harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, (tidak boleh buah atau sumber karbohidrat saja)
4.      Memberikan formula medis khusus (dengan resep dan izin dokter)
5.   Sabar, sebab anak PJB harus diperlakukan lemah lembut, jika dibentak atau dimarahi akan menyebabkan jantungnya terpacu lebih cepat dan menyebabkan anak sesak nafas
6.  Permasalahan lainnya, anak PJB susah sekali untuk diimunisasi, jadwal imunisasi bisa saja berbenturan jika anak sakit (sebab anak PJB rentan terhadap penyakit), atau jadwal operasi, bahkan setelah operasi pun anak PJB tidak boleh langsung divaksin. Banyak rumah sakit menolak anak PJB untuk diimunisasi, sebab jika anak menangis akan membuat jantungnya berdetak lebih cepat, hal ini akan menyebabkan dia menjadi sesak nafas
7.      Perhatikan kebersihan oral dengan cara menyikat gigi teratur, kontrol ke dokter gigi di usia 1 tahun keatas
8.      Karena anak PJB rentan terkena infeksi, orangtua sebaiknya melakukan hal-hal berikut setiap harinya : Hindari tempat yang ramai, cuci tangan teratur, perawatan gigi, sering memeriksakan anak jika terjadi infeksi, lengkapi imunisasi yang dianjurkan, pakai antibiotik berdasarkan indikasi yang lengkap

Anak PJB akan mengalami malnutrisi jika tidak diperhatikan dengan baik

Oh ya, anak PJB boleh kok olahraga, asalkan dia sanggup melakukan olahraga tersebut sesuai batas kemampuannya dan tidak memacu jantungnya lebih cepat. Jika anak PJB tidak betul-betul diperhatikan dengan baik maka akan terjadi malnutrisi pada tubuhnya, mengapa? Karena anak PJB jika terlalu banyak makan akan sulit sekali menelan dan jika makan yang banyak akan mudah lelah, nah ini kalau tidak diperhatikan akan berdampak buruk pada otak dan tubuhnya, karena nutrisi sedikit sekali terserap akibatnya anak akan cepat lelah, mudah jatuh sakit, perkembangan tubuhnya lebih lambat. Ya, anak dengan PJB lebih rentan terkena stunting, bahkan anak PJB dengan berat lahir rendah dan menjalani operasi jantung memiliki resiko gangguan kognitif sebanyak 6 x lipat. So.. mencegah malnutrisi lebih baik daripada mengobati kan? Lalu apakah anak PJB bisa sembuh? Bisa, tapi kemungkinan sembuhnya kecil, harus melakukan operasi berkali-kali dengan pemberian asupan nutrisi tinggi.

Jadi sebenarnya ibu yang belum mengandung dan sedang merencanakan kehamilan bisa loh mencegah agar anak yang dikandungnya tidak mengalami PJB, atau jika punya riwayat jantung dalam keluarga bisa betul-betul mempersiapkan diri menghadapi resiko pada bayi yang akan dilahirkannya. Selamat Hari Jantung Nasional ^^



8 comments

bermanfaat…
terima kasih mau berbagi

Reply

angkanya tinggi juga ya 8-10 dari 1000 bayi yg lahir

Reply

Terima kasih infonya. Menarik banget, tapi baru tahu virus rubella juga bisa menyerang ibu hamil ya

Reply

Iya sama2 kak ,😂😂

Reply

Nah kan perlu diantisipasi ya kak..

Reply

Bisa banget dan akan menyebabkan anak cacat atau kesalahan lainnya

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...