Menu

Saturday, 30 December 2017

/



Liburan panjang di hari natal dan tahun baru 2017 ini bertepatan dengan hari libur anak sekolah, otomatis panjang banget liburnya. Nah, untuk memanfaatkan waktu libur, saya jadi kepingin banget jalan-jalan, kebetulan lagi di keluarga suami semua pada liburan panjang, mertua, kakak ipar, adek ipar semua guru, otomatis liburan ini bener-bener libur kita haha, nggak ada yang meliburkan diri, *kecuali suami saya, hiks T_T*

Dengan berbagai macam perundingan dari sebulan yang lalu disebuah grup khusus tanpa papa dan mama mertua kita berencana ngajak mereka jalan-jalan ke puncak, anak-anaknya yang bayarin, mama-papa tinggal seneng-seneng aja disana. OOT, enak banget punya anak banyak yah, liburan jadi rame, apalagi kalau lebaran tambah rame deh. Btw, papa-mama mertua ini anaknya 6, dengan mantu 3 dan masing-masing baru punya anak 1, suami saya sendiri anak nomer 2, rame banget kan? *apalagi cucu-cucunya bader-bader banget haha..*. Makannya gara-gara liat mereka saya jadi pengen punya anak banyak, biar masa tuanya nggak sendirian. Ya kayak ibu saya aja gitu saudaranya ada 9, lebaran ramenya udah kayak apa tau, sampe rumah nenek itu kadang nggak muat :D.

Ini baru 3 orang anak mama yang merid, kalo nambah mantu dan cucu lagi penuh ini foto :D
Balik lagi ke rencana liburan kita, setelah disepakati tanggal, kami mulai menyusun rencana, dari mencari villa sampai remeh-temeh apa saja yang mau dibawa disana. Yang bertugas cari Villa adik ipar saya, Rendra. Kita sih sebenernya nggak masalah mau nginep di Villa manapun yang penting acara kumpul-kumpul dan ngajak orangtua liburan ini terlaksana dengan sempurna, karena sepertinya mama ragu pengen ikut, doh T_T. Nah untungnya papa mau nih diajak, dan nenek yang nggak biasa naik mobil karena suka mabok, Alhamdulillah mau juga ikutan, akhirnya mau nggak mau, mama ikut dong.
Sampai menjelang hari H, semua sudah diberikan uang muka dari sewa minibus *karena kita akan bawa 16 orang, rame yaa...* sampai DP villa. Tiba-tiba kita mendengar kabar duka di malam H-1 keberangkatan, salah satu keluarga papa ada yang meninggal, akhirnya disepakati setelah memandikan jenazah kita baru berangkat, acara tetap dilaksanakan tapi waktu keberangkatan diundur J.

baca juga : serius, semua orang bisa travelling :)

27 Desember 2017 kita berangkat jam 7 dari rumah, perjalanan agak tersendat memang karena ada sistem buka tutup, tapi Alhamdulillah lagi-lagi kita diberikan kelancaran sama Allah, pas naik masih berlaku sistem dua arah, yang sudah biasa ke puncak pasti ngerti gimana menyebalkannya sistem dua arah ini terjadi. Yang dibawah harus nunggu sampai dua jam sampai yang atas diperbolehkan turun, begitu juga sebaliknya, pokoknya puncak nggak seasyik dulu dimana jalan masih sepi dan kita bisa bebas jajan apa saja dipinggir jalan tanpa khawatir macet apalagi sampai kena sistem dua arah.
Jam 10.30 kita sampai di Villa, ini termasuk cepet, karena kalau telat sedikit bisa-bisa sampai di Villa siang karena sistem buka tutup tadi. Begitu sampai di Villa kita disuguhi pemandangan yang sungguh sejuk, hijau, bersih dan Villa yang rapi, jadi lupa kesibukan sebelum mempersiapkan ini semua. Btw, Rendra jago cari Villa, two thumbs, danke banyak ya Ren ;).

ini penampakan villanya sejuk ya..

Villa Dolken namanya, seketika saya mikir, lah jangan-jangan ini punya Adipati, seleb idola saya itu wkwk.. mikirnya udah jauh aja, kalau doi ada pengen foto bareng. Lah ternyata, villa ini cuma namanya aja yang Dolken, yaah. Penggemar kecewa sodara-sodara :D
Semua serba kayu
Memasuki Villa yang kami pesan, saya dihadapkan sebuah ruangan yang interiornya semua serba kayu, meja, kursi, tempat tidur, meja rias, sampai saya mikir, disini apa ya yang nggak terbuat dari kayu, sampai ke tangga-tangga juga terbuat dari kayu. Konon kabarnya Villa ini mempunyai 6 rumah tinggal, 3 rumah yang kamarnya ada 3, 3 rumah yang kamarnya ada 2. Villa yang kami pesan ini kamarnya ada 3 dengan 3 kamar mandi. 1 kamar tidur utama yang kasurnya king bed, dengan kamar mandi dalam ada bathubnya *asyiiik bisa berendam :D*, 2 kamar di atas dengan kasur twin bed dan dan kamar yang satunya lagi kasurnya single bed ukuran standar. Karena kami 16 orang, yang perempuan pada tidur di kamar, sedangkan yang laki-laki pada tidur diluar dengan ekstra bed 3 buah. Kamar yang bawah khusus mama-papa, yang diatas khusus ibu-ibu yang punya anak, dan nenek tercinta. 

ruang tamu, udah berantakan sih :D

Nggak cuma villanya yang terbuat dari kayu, saung, pos penjagaan sampai ruang rapat semuanya terbuat dari kayu. Saya sampe diskusi sama mama, “Ma, ini kira-kira empunya villa modalnya berapa ya, semua terbuat dari kayu?” ya bayangin aja semua interior dari kayu, bahkan sampai ke lantai-lantai juga pakai kayu parket, ebuset... mewah bener villanya. Kayunya juga nggak sembarangan, semacam kayu jati yang berat itu, jadi kalo nggeser kursi bayangin aja beratnya kayak gimana. Kalau kepentok kaki juga sakitnya kayak apa. *lebay sih jangan dibayangin* Haha..

saung yang kemudian jadi tempat makan dan tempat solat
baca juga : Ini juga salah satu surga keren di Maluku

Fasilitas
Keluarga kami patut bersyukur, karena saat kami datang, belum ada yang nginep disana, jadi kami bisa menguasai semuanya, dan lagi fasilitasnya lengkap banget yang kurang cuma satu, nggak ada warung, itu aja.

pak Suam lagi sibuk ngatur bola billyard

Untuk fasilitas outdoor ada taman bermain anak, kolam renang, saung, meja billyard, lapangan kosong hijau yang kalau di pakai main bola atau lari-larian ala Indiahe bisalah. Banyak spot yang instagramable, bahkan saya bilang semua sudutnya instagramable, kece buat foto-foto, saya aja sampai kenyang foto-foto :D dan hari itu semua fasilitas kita pakai dengan maruk, sekali lagi karena hanya kami sekeluarga yang nginep disana. Barulah malamnya satu keluarga datang, sebab mereka terjebak sistem buka tutup, ini berkah mungkin ya nyenengin orangtua jadi diberikan kelancaran semuanya ^_^

JIeee.. yang asyik foto-foto
bareng adik-adik ipar
Sedangkan fasilitas Indoor atau di dalam villa sendiri, ada ruang tamu lengkap dengan papan catur yang bisa dimainkan kalau lagi iseng nggak ada kerjaan, ada perapian, bahkan disediakan kayu bakarnya juga, TV kabel, ruang makan yang menyatu dengan dapur basah. Di dapurnya disediakan kompor lengkap dengan alat masak, ada penggorengan, panci sampai ulekan. Ada juga piring, mangkuk dan cangkir, kalau kepingin masak disini tinggal bawa bumbu-bumbu dan bahan masakan aja. Nggak ketinggalan sabun cuci piring dan sabun cuci tangan juga ada. Nggak jauh dari dapur tepatnya di bawah tangga, ada kulkas yang menyatu dengan dispenser yang menyediakan 3 macam air, udah nggak usah mikir macam-macam, airnya panas, dingin, biasa doang kok. Bukan keluar teh, kopi atau susu :p, oh iya sebenernya kita lupa bawa rice cooker, tapi syukurnya pihak villa menyediakan, jadi kita nggak kebingungan ketika kita kekurangan nasi.

dapur dan perlengkapan masak

Di dalam kamar tersedia lemari mini dan kaca, ada pula sajadah buat yang ingin solat, bahkan arah kiblat juga ditempel biar kita nggak kebingungan. Di lantai dua ada sedikit ruang untuk duduk-duduk santai, juga ruang untuk tambahan ekstra bed, letaknya ditengah antara dua kamar.

anak-anak lagi asyik main

Pada kamar mandi tersedia tissue, pengharum, shower air panas dan dingin. Cuma kalau sudah kebanyakan yang pakai air panasnya berubah jadi hangat bahkan mendekati dingin, jadi kalau ingin mandi kamu kudu duluan sebelum orang lain masuk. Pada setiap kamar lantainya dilapisi karpet beludru, dan ini bikin kamar tetap hangat walaupun diluar udara dingin mencekik. Pas bobok aja saya pakai selimutnya ngasal biar ketutup nih paha yang cuma pakai daster :p apalagi Naqib yang nggak tahan panas, doi keringetan.
Kamar mandinya gede, puas buat guling-guling

Nah, karena kita datangnya pagi, jadi untuk makan siang kita masak yang kering-kering dari rumah, kayak ayam goreng, lalapan, rendang, teri dicabein dan lauk kering lainnya. Sorenya baru deh yang kayak rendang diangetin. Selain itu karena villa ini jauh dari peradaban *maksudnya jauh dari jalan raya, kita bawa persediaan cemilan, kayak mie seduh, roti, buah-buahan, coklat untuk anak-anak dll* adapun makanan yang kita goreng ditempat, kayak otak-otak buat cemilan pagi.
Pada pagi hari, setiap rumah diberikan nasi goreng bakso ukuran jumbo lengkap dengan kerupuk, telur, timun dan tomat. Bisa buat sarapan 10-15 orang, kenyaaang. Nasi gorengnya juga enyaaaak..
 
turun tangga kudu hati-hati kalau nggak mau kepleset
Harga
Menurut Rendra, karena hari libur panjang, sewa villa naik. Untuk Villa yang kita inapi harganya semalam Rp.2,5 jt. Nah mending kalau pengen lebih murah, kalian pilih hari biasa, harganya berkisar Rp.1,9 jt tapi akan naik di sabtu-minggu dengan harga  Rp.2,5 jt,
Sedangkan kalau dua kamar harga yang dipatok sekitar Rp.1,5 sampai Rp.2 juta, tergantung banyaknya keluarga yang dibawa. Karena ini rumahnya lumayan besar, mending kalau ke sini rame-rame jadi nggak berasa spooky, soalnya lokasi villa ini sangat sepi, jauh dari tukang dagang *ada tukang keliling itupun hanya bakso*, bahkan akses kendaraan pun jauh.

ini bocah dua berenang, ga mau naik padahal udara dingin banget

Pada malam hari ketika saya dan ipar-ipar pada pergi ke puncak pas, mama cerita, “Lagi semalem mama kayak denger ada suara bocah lari-lari diatas, dug..dug…dug gitu”, kemudian setelah mama cerita yang lain berebut cerita horor. Walah, kok ya ceritanya terlambat :D. Bagi saya, nginep dimana aja kita nggak bakalan bisa lepas dari cerita mistis, ini biasa aja, apalagi daerah puncak. Sebenernya rasa takut itu ada di dalam diri kita sendiri, kalau kita takut ya pasti bakal ketakutan, tapi kalau kita ngerasa biasa aja, mau muncul kuntilanak sekalipun di depan mata ya Insya Allah itu kutilanak mungkin bakalan kena timpuk sendal. Wkwk..

liat apa neng?

Tapi suer.. disini tenang dan damai banget. Naqib aja sampai nggak mau pulang, dan ngamuk minta balik lagi ke villa sangking nyamannya tempat ini.

Villa Dolken

Cisarua-Puncak
23 comments

Emang nih liburan rame rame bareng keluarga besar gini seru banget. Jadi inget dulu pas masih kecil suka diajak mama ke rumah tante di Malang. Rame rame sama om dan tante yang lain. :D

Fasilitasnya lengkap sampe ada alat masaknya :D
Sepi nggak masalah, biar makin akrab dan nggak keganggu :D

Reply

Libur bersama keluarga itu memang sangat menyenangkan. Alhamdulillah ya bisa lancar perjalanan liburan ke puncak.

Reply

Mbaa, aku juga senang banget liburan bareng kakaknya suami beserta istri dan anak2nyaa.. adem banget klo kompak dan rukun sehat, udah bersyukur banget akuu.. :)
Bahagia juga lihat cerita ini

Reply

Whaha pas baca judulnya aku juga ngira ini vila punya Adipati Dolken.. hihihi ternyata nama aja yang sama ya mba Manda.. :D Baguuuus vilanya ya, luas juga.. Seru banget liburan sekeluarga besar. Rameee.. :D

Reply

Mewah dan pasti bagus banget untuk foto-foto. Dari namanya, kaya yang bikin orang Belanda, ya? :o

Reply

Villa-nya gede dan bagus buat kumpul keluarga :)

Reply

Iyes bener, kebersamaan itu yang dicari kan ya :D

Reply

Huum, Alhamdulillah banget dikasih kelancaran sama Allah :)

Reply

Saya pun bersyukur bisa akur sama keluarga ipar, krn banyak denger cerita orang yang nggak bisa akur sama besannya hehehe

Reply

Banget mba, aku seneng banget pokoknya ^^

Reply

Nggak mba, yg bikin orang Makassar hehehehe :D

Reply

Bener mba, enak buat kongkow-kongkow bareng keluarga

Reply

Baru pertama kali blogwalking disini nih :))

Enak ya, liburan sama keluarga apalagi yang banyak gitu. Saya belum pernah kepuncak, mau jalan-jalan ke daerah lain pun mikir-mikir sampe segitunya. Maklum masih anak sekolahan, hahaha.
Bicara soal modal villa itu, menurut saya lumayan lah ya 2 jutaan, harga = kualitas.

Salam kenal ya!

Reply

wuuuaah bagusnyaaa....
villa nya juga keren sekali ya
kayak yang di film film

Reply

seru kak, itukalau mau nyewa per kamar apa harus seluruhnya kak

Reply

Nggak kok, bisa disewa beberapa kamar aja. Tapi berhubung terlalu tenang, klo orangnya sedikit jadi sepi. Enak disewa sekalian rame-rame :D

Btw warungnya agak jauh ya mbak? Teman saya yang pernah ke situ juga ngeluh soal itu

Reply

Bisa deeek, nabung. Adek saya aja bisa beli lepi sendiri dari nabung uang jajan berbulan2. jangan banyak jajan dan ngerokok ya dek, apalagi punya pacar. Bikin kere deeeh

Reply

Hooh kayaknya enak buat tempat syuting ^^

Reply

Winny : Iya kalau aku satu rumah soalnya kan bawa keluarga :D

Reply

Masak sih bisa sewa beberapa kamar aja? perasaan satu rumah deh, warung bukan jauh lagi, sangaaaaat jauh :D

Reply

https://hot.detik.com/celeb/d-3919924/adipati-koesmadji-dapat-nama-dolken-itu-dari-mana

Reply

Mba boleh minta no telp pic villa nya? Bagus tempatnya ya ��

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...