Menu

Friday, 20 May 2016

/


Cape ya baca judunya, kebanyakan ‘Z’nya wkwk.. ya emang gitu di Malaysia kebanyakan ejaan bahasa inggris ditulis sesuai lafalnya kayak Fashion jadi fesyen, bicycle jadi basikal nah Musik dalam bahasa inggris kan dibaca jadi myuzik, mungkin mengikuti terjemahan bahasa inggris juga kali ya.

Narsis dulu

Alat-alat musik melayu yang menjadi sejarah
Dalam tayangan slide di atas, coba perhatikan, peninggalan alat-alat musiknya nggak jauh-jauh beda kayak punya orang Indonesia, ada gamelan, gong, gendang sampai sampek. Nah sampek ini kan alat musiknya orang Kalimantan, mungkin karena lokasi Malaysia dan Kalimantan yang berdekatan jadi alat-alat musiknya juga nggak jauh-jauh beda

Peta pembagian alat musik menurt daerah
 Di gedung ini juga ada peta segede gaban tentang pembagian alat musik sesuai daerah-daerah di Malaysia, nah betul kan daerah yang dekat dengan Kalimantan alat musiknya sampek. Coba perhatikan wilayah merah di depan saya berdiri daerah Serawak.

Bang Ramlee keren banget dah..
Di Malaysia terkenal pemusik yang sangat legendaris, Ramli. Ramli ini sebenernya peranakan Indonesia cuma bokapnya kawin sama orang Malaysia, jadilah si Ramli ini tinggal di Malaysia dari lahir sampai besar, kemudian mulai main film dan jadi pemusik legendaris hingga dia meninggal di Malaysia. Karya-karyanya sangat terkenal, sampai replikanya diabadikan di museum ini


pembuatan alat musik

Pengunjung sedang mencari informasi seputar musik melayu lewat mesin layar sentuh

Di Museum ini juga dilengkapi papan informasi digital, jumlahnya kurang lebih 5 buah. Selain lihat-lihat isi museum, pengunjung juga bisa nyari informasi lewat papan sentuh itu. Keren banget dan sangat informatif dah :D

Bagaimana cara ke sini?
Kalau kamu sudah baca postingan sebelumnya, bagaimana cara pergi ke KLC Gallery, nah Muzium Muzik ini letaknya ada sebelum KLC Gallery, tepatnya paling depan alias di muka jalan.

Alamat: 29, Jalan Raja, 50050 Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia


Biaya masuk : Gratis

Selamat berlibur, moga jelas ya infonya J


4 comments

Iya, pusiiiing, qeqeqe.
Eh, tapi enak bener, masuk musiumnya gratis.

Reply

Saya asalnya dari Kalimantan. Dan nama Piramli disana waktu saya kecil sangat terkenal, mbak.Film dan lagu-lagunya banyak dijual. Sekarang kalau mau nonton filmnya lagi suka bingung cari dimana.... Semoga deh saya bisa ke Muzium Muzik disana. Pengen nostalgia hehehe.

Reply

Iya mba gratis, museumnya juga terawat, rapi dan bersih

Reply

Saya juga asalnya dari Kalimantan timur mbak, huum nama ramli nggak asing ditelinga. Makannya waktu ke museum ini saya sempet mikir-mikir, "ini kayak pernah kenal, tapi liat dimana ya.."

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...