Saturday, 6 March 2021

Apakah Nawa Minum Sufor?

 


 


Mba anaknya sufor ya? Nggak satu-dua orang yang nanya. Nggak sedikit pula yang nanya, bagaimana cara menaikan berat badan bayi. Hampir banyak orang yang ketika melihat tubuh ndut Nawa mengira kalau Nawa anak sufor, bahkan ibu saya menyamakan Nawa dengan adik saya yang hampir sepanjang masa kecilnya minum sufor. Alhamdulillah Nawa minum ASI dari sejak pertama dia dilahirkan. Prinsip hemat saya, kalau ada yang gratis kenapa harus bayar? Kecuali, ASI saya nggak keluar atau saya punya kendala lain dalam menyusui, mungkin saya akan beralih pada sufor, nah ini Alhamdulillah ASI lancar dan tidak ada kendala apa-apa, ya saya lebih milih yang gratis lah :D, mayan duitnya kan bisa buat jajan skinker, *eh :p

Tetapi, apapun itu, jangan pernah merasa insecure sebagai seorang ibu, mau sufor atau ASI kalian tetaplah ibu terhebat.

Saya inget banget, waktu usia kandungan menginjak 8 bulan, ada air bening yang keluar dari dalam payudara, walaupun jumlahnya belum sebanyak ASI, tapi saya yakin itu cikal bakal terbentuknya ASI. Kata orang air yang pertama kali keluar adalah colastrum. Menurut artikel yang saya baca, colastrum akan terbentuk ketika bayi keluar dari perut ibu, jadi kalau bayi belum keluar, colastrum belum terbentuk sama sekali -ini katanya loh ya, jangan percaya saya wkwk- tapi coba deh yang punya saudara dokter kandungan boleh tanya-tanya, bisa jadi yang saya baca juga salah kan?



Nawa beberapa menit setelah dilahirkan, masih mungil, kecil


Ketika Nawa lahir, saya menunggu-nunggu moment IMD, karena pas lahiran Naqib, bayi langsung dipisahkan dari ibunya, padahal baru juga beberapa menit ada di dada saya, suster semacam nggak sabar gitu waktu moment IMD Naqib, maka dari itu saya nggak mau kehilangan moment ini, Nawa harus bisa menyusu ketika IMD.

Ternyata proses IMD tidak semudah yang saya bayangin, ketika Nawa diletakkan didada, Nawa lebih senang menempelkan telinga di dada saya, dia semacam nggak percaya sudah dilahirkan wkwk, mungkin dia masih ingin mendengar detak jantung ibu daripada sibuk mencari putting. Yang terjadi, walaupun sudah saya paksa untuk nenen, Nawa tetap menolak. Ya sudahlah, mungkin nanti dia mau nenen kalau sudah siap.

 

gemeeesh

Bagaimana bisa secepat itu badannya membesar?

Waktu Nawa lahir berat badannya 3.020, lebih berat 10 ons dibanding abangnya. Kata orang-orang, nggak apa-apa anaknya kecil di dalam perut, nanti dia akan membesar dengan sendirinya ketika sudah lahir. Naqib pun demikian, kayaknya pas lahir, Naqib kecil banget tapi seiring waktu berjalan kok badannya semakin gembil. Nah adiknya pun demikian, saya mulai merasakan pertumbuhan pesat Nawa setelah lewat 1 bulan.

Saya yakin banyak ibu yang mengusahakan berat badan anaknya agar mengikuti standar WHO, saya nggak punya banyak cara untuk melakukannya, tapi mungkin yang saya lakukan ini bisa menginspirasi ibu-ibu yang menginginkan anaknya gembil tanpa sufor.

 

abang Naqib waktu bayi, nggak kalah gendutnya

  1. Makan yang banyak

Iya saya tau, setelah melahirkan ibu-ibu banyak yang insecure dengan berat badan, belum lagi stretchmark dimana-mana juga perut yang menggelambir, makannya, nggak sedikit ibu-ibu yang memilih diet setelah melahirkan. Kalau saya nggak langsung diet, saya tetep makan yang banyak, minum yang banyak, nggak perduli berat badan saya berapa, yang penting ASI bisa terus diproduksi, diet bisalah nanti kalau anak sudah nggak ASI lagi. Dalam hal ini saya berusaha masa bodo dengan perkataan orang-orang. Trus aja booster ASI dengan makan hehe…

 

  1. Disusui langsung

Dari semenjak abang Naqib, saya nggak pernah punya botol susu, dot, dan lainnya. Modal saya hanya payudara. Anak-anak juga nggak pernah minum ASIP, dengan kata lain, saya nggak pernah sama sekali menyimpan ASIP. Selain kulkasnya yang nggak mendukung, saya nggak telaten pumping, simpen ASIP, bla..bla..bla..bagi saya itu sungguh membuang waktu, harus pasang alarm pumping, simpen yang rapi, duh nggak bakat saya wkwk.., makannya salut buat ibu-ibu yang telaten pumping. Padahal ASIP itu sungguh sangat berguna memang jika sewaktu-waktu saya sakit misal (tapi mudah-mudahan jangan sampe ya Allah T_T, sehatkan terus ibu-ibu menyusui), atau pas ditinggal-tinggal bayinya. Jadi selama ini, bayi selalu menyusu langsung dari payudara bahkan sampai terakhir disapih pun masih nenen. Kata orang-orang ASI yang dari payudara lebih fresh, makannya bayi lebih suka nenen ketimbang ASIP. Selama saya nggak kerja atau punya keperluan yang urgent, saya lebih memilih menyusui langsung.

 

  1. Susui saat sama-sama terlelap

Jadi kan bayi punya jam-jam tidur tuh, nah alangkah baiknya kalau pas bayi tidur, ibu juga ikutan tidur tentunya sambil menyusui, memang pegel menyusui dalam keadaan miring dan sambil tertidur, tapi yakin deh bayinya bakalan dapat Hindmilk.

Dikutip dari laman theasianparent, ASI itu punya dua bagian Foremilk dan hindmilk

Foremilk : ASI pertama yang keluar saat menyusui, foremilk ini bentuknya jernih, karena mengandung banyak air dan sedikit lemak. Foremilk kaya akan protein yang berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh, dan membantu mepercepat pembentukan saraf, jaringan tubuh dan memperkuat daya tahan tulang serta kulit


Masya Allah Tabarakallah 4 bulan


Hindmik : saat foremilk habis setelah bayi menyusui selama 5 menit, maka ASI akan berubah warna menjadi lebih putih seperti susu sapi, susu ini disebut hindmilk. Hindmilk mengandung lebih banyak lemak. Perhitungannya, semakin sering bayi menyusui, maka semakin sedikit kadar air susu, maka semakin tinggi kandungan lemak di dalamnya

nah saat bobo bareng inilah moment dimana bayi akan mendapatkan foremilk dan hindmilk secara bersamaan, biasanya bayi yang nenen akan sulit melepaskan puttingnya kalau sudah nyaman, saat itu lebih baik ibu ikutan tidur, karena kalau ditungguin juga percuma, bayinya bakalan nangis kalau dilepas nenennya. Nah, saat tidur itulah bayi akan terus menghisap secara tidak sadar. Setiap hari Nawa dapat hindmilk saat tidur siang, dia bisa menyusu selama 2 jam, ya hanya ngempeng aja gitu tidak betul-betul menghisap, tapi diantara jeda waktu 2 jam itu ada yang benar-benar menyusu, lalu berjeda ngempeng, nyusu lagi, ngempeng lagi. Sampai saya hilang ngantuknya, saya lepas. Tapi Nawa tetap tidur, misalnya saya bangun jam 4 (ini tidur dari jam 2 atau setengah 3), dia bangun jam 5 atau setengah 6, kan lumayan hindmilk jadi daging :D, setiap hari begitu sih hihi..

memang, cape banget karena tidur miring sambal nenenin, bangun tidur payudara jadi kempes banget, terus auto gemeteran karena nahan laper :D, tapi itulah usaha kita untuk menaikkan berat tubuh anak. Usaha ibu emang beda-beda, ada yang kuat bejam-jam pumping, ada yang memilih nenenin aja. Kalo saya ya yang dibilang tadi, enakan tidur bareng, seenggaknya bangun jadi fresh.

 

hadeuh pahanya :D

  1. Atur jam tidurnya

Jadi jam tidur Nawa itu saya sesuaikan dengan jam tidur saya, maksudanya pas jam saya tidur siang dia tidur, malem dia tidur saya juga ikutan tidur, saya biasakan kayak gitu, biar saya tidurnya cukup juga, karena kan ada tuh ibu-ibu yang bayinya begadang, eh pas bayinya bangun dia kepingin tidur, alhasil jam tidurnya jadi kurang. Nah saya tuh nggak mau kayak gitu, karena kalau jam tidur kurang bakalan mempengaruhi kualitas ASI kan. Cara bikin dia melek gimana? Saya bangunin kalo udah lewat jam tidurnya, misal pas jam tidur siang dia nggak bangun-bangun di sore harinya, misal jam bangunnya jam 5 nih, dia kelewatan bangunnya sampai jam 6, itu saya bangunin, kalau nggak kayak gitu jam tidurnya berantakan heuheu.. tapi kalau nggak kuat banget ya saya biarin, yang penting jam tidurnya masih terhitung 18 jam

 

Kurang lebih seperti itu pola pemberian ASI untuk Nawa, emak-emak boleh mencobanya dirumah jika dirasa berat badan bayi kurang, tapi saya yakin,banyak ibu-ibu diluar sana yang bayinya jauh lebih besar dari Nawa. Begitulah cara saya untuk menaikkan berat badan bayi, selamat mengASIhi ya mak :D

Post a comment

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)