Menu

Wednesday, 22 November 2017

/


Setelah melewati banyak rangkaian acara, tibalah saatnya kita akan basah-basahan dan mengenang aktifitas belajar ini di aliran sungai. Kegiatan berlelah-lelah terakhir di penghujung acara Danone Blogger Academy adalah mengarungi sungai pusur. Kalau kamu pernah liat My Trip My Adventure, ada sesi dimana sekelompok orang dikasih helem sama life fest terus duduk di atas ban gede teriak-teriakan heboh di atas sungai, dan ban tersebut berjalan sesuai arus sungai. Nah kita bakalan kayak gitu di sungai pusur. Simak keseruan kami…


Biasalah ibu-ibu nggak bisa ngeliha kamera :D
Siang menjelang sore, setelah ngobrol-ngobrol ringan di Warung Kandha Takon PolanHarjo dan menyempatkan makan siang dengan pecel, ikan, tahu dan tempe bacem *uenak tenan rek* kami bersiap untuk river tubing. Masing-masing dari kami diberi helm dan life fest, lalu diangkut dengan menggunakan mobil bak terbuka, dan diajak ke sebuah lokasi yang disitulah awal mula kita akan meluncur menggunakan ban. Setelah adanya briefing dengan mas Reza, bagaimana cara naik ban, bagaimana cara mengarungi arus sungai dengan keseimbangan badan, kita dinaikkan pada ban satu persatu dan mulai melakukan peluncuran. Awalnya saya merasa agak takut, karena arus lumayan deras, cuma leader kami mengatakan, kalau sedang river tubing gunakan semua indra, kapan badan harus mengikuti arus, kapan tangan digerakan untuk menngayuh ban dan kaki jangan dibiarkan lurus. Nah oke ya.. tantangan pertama terlewati, kami bisa melewati beberapa arus yang cukup deras, teriak-teriakan heboh nggak jelas. Tapi ada satu spot dimana kita harus berhenti dan jalan kira-kira setengah meter untuk melanjutkan spot yang berikutnya. Nah disinilah saya hampir saja merasa antara hidup dan kematian begitu dekat.


baca juga : Disnilah bung Hatta diasingkan


briefing mas Reza dan team

Jadi selepas turun dari ban, kami disuruh naik ke sebuah batu, tapi nyatanya saya terpeleset, dan terduduk, karena tidak kuat menahan arus, saya ikut hanyut, kejadiannya begitu cepat, saya seperti ada yang menyeret kemudian ya sudahlah saya terjatuh dan terseret arus, yang ada di fikiran saya saat itu, “Ya Allah kalo saya mati disini, ya sudahlah saya pasrah”,  yang ada difikiran lainnya “Kasian Naqib nanti nggak punya ibu lagi,” dan pemikiran lain yang nggak disangka-sangka muncul adalah, “Kalo saya mati hari ini, bapaknya Naqib pasti kawin lagi” eh beneran, saya sampe mikir sejauh itu. Punggung saya sempat menghantam sebuah batu dan itu sakit sekali, saya sempat mendengar teriakan leader saya yang memanggil temannya, untuk segera menolong saya yang saat itu hanyut terbawa arus air. 


baca juga : Lezatnya ikas Asar yang diasapkan


Nah, awalnya keren ya.. kita kayak berasa ada di bawah air terjun niagara
Ya Allah saya beneran pasrah banget, saya berharap ada pertolongan sesegera mungkin. Sebab saya sudah nggak sanggup lagi tahan napas, *pas tau saya terseret arus, saya sebisa mungkin ambil napas yang panjang dan mulai napas menggunakan mulut* tapi ini kan nggak bisa lama gitu napasnya, emang saya perenang ulung apa? T_T.. saya terbawa arus, terus mengalir entah berapa lama saya terseret, yang jelas seseorang kemudian menolong saya, dan saat itulah saya bisa mengambil napas puas-puas. Fiuh, saya pikir saya bakalan mati hari ini. Tapi yang saya syukuri, saya nggak keminum air sungai sama sekali, saya berhasil tahan napas sampai pertolongan itu datang. Nggak kebayang kalau sampai saya beneran panik, terus keminum air sungai banyak banget. Beneran, antara kematian dan hidup jaraknya kayak telapak tangah dan punggung tangan, Maha Suci Allah yang telah menyelamatkan saya dari peristiwa hari itu.


baca juga : ini dia kuliner-kuliner khas Malaysia


perhatiin medan sungainya, rada horor gimana gitu ya

Salah satu team River Tubing menanyakan kondisi saya dengan wajah pucat pasi, padahal siapa juga yang kelelep harusnya saya dong ya yang panik :D,
“Mba nggak apa-apa mbak?”
“Nggak, nggak apa-apa, cuma shock doang”
“Ya sudah sini duduk dulu, mau lanjut apa sudah?” entah kayak semacam lupa dengan peristiwa barusan yang hampir merenggut nyawa saya, saya menjawab “Ayo boleh mas kita tubing lagi” eaa penasaran lah saya nggak ikutan jejeritan bareng bocah-bocah.
Dan akhirnya river tubing pun dilanjutkan kembali, ada kalanya saya harus menggunakan tangan dan kaki untuk mendayuh ban yang stag di aliran sungai, ada kalanya pula saya ‘ditolong’ teman yang ada di belakang dengan cara menarik atau menendang ban saya. Yang paling menjengkelkan, entah saya harus ketawa atau kesal nih, pas ngelewatin banyaknya sampah yang menggantung di ranting-ranting pohon. Jadi rupanya, semalam itu kan hujan, nah team river tubing ini nggak sempet ngambilin sampah, ya sudahlah itu sampah-sampah dibiarkan menggantung dan imbasnya jadi kena ke kami wkwk.. Ya coba kamu bayangin kamu tidur di atas ban dengan slow motion ngelewati tumpukan sampah yang menggantung, itu rasanya gimana, teman saya Efa sampai teriak-teriak, “Yeaaaks, yeaaaks… gilaa gue lewat sampah”,

baca juga : Pattimura Park in Amboina


ealah pipi udah kayak bakpao, foto : Anisa Deasty

Btw, River Tubing Pusur ini adalah salah satu program CSR dari Danone sebagai salah satu upaya untuk turut menjaga kebersihan dan kelestarian sungai dari pencemaran sampah. Aqua grup bekerja sama dengan masyarakat di sepanjang Sungai Pusur untuk membuat program river tubing ini, dimana warga dapat memanfaatkan sungai pusur sebagai salah satu objek wisata lokal sehingga bisa dimanfaatkan dari segi ekonomi. Nah biasanya anak-anak yang jadi tim river tubing ini kalau waktu senggang manfaatin waktu buat ngebersihin aliran sungai dari sampah


baca juga : Ayo baronda Maluku


Sudah lupa kejadian tenggelem tadi kayaknya 
Di penghujung perjalanan kami menyusuri sungai, ada sebuah tantangan menarik. Setelah melewati arus yang nggak jelas, kadang lamban, kadang kenceng, kadang nggak ada arusnya sama sekali, kami dihadapkan pada sebuah air terjun mini, yang kalau diukur paling cuma 3 meteran, disini kami ditantang satu-satu “Mau nggak main prosotan disini? kalau nggak mau bisa naik ke atas, dan turun di sana” sahut pemandu kami menunjuk sebuah tempat, dimana banyak warga melihat keseruan kami. Seketika saya langsung ciut, ingat peristiwa yang tadi dimana saya sempat hanyut dan nyaris nggak bisa nafas, fikir saya saat itu, kalau saya tenggelam lagi kayak tadi gimana ya? Ya udahlah naik aja.


ini kan kelihatannya tinggi yah...


Ndilalah ternyata puendeeek banget T_T, nyesel nggak ikutan
baca juga : Hotel ini salah satu lokasi syuting AADC di Jogja

“Hayoooo ikut, cuma sekali seumur hidup loh man” sahut mbak Arum menyemangati, yaelah, naik haji aja bisa berkali-kali masak river tubing cuma sekali seumur hidup batin saya, ya udahlah daripada kenapa-napa akhirnya saya naik. Daaan.. pas saya tiba di lokasi dimana itu titik berkumpul selanjutnya, saya melihat ke arah air terjun daaaan.. ya Sallam air terjunnya cetek banget ternyata *plak*, yah gitulah, jika rasa takut udah mengahntui, air terjun yang tinggi aja kayak seolah-olah lihat air terjun Niagara


:D foto by : Anisa Deasty

Nah, habis dari sini, kita sekali lagi mengarungi sungai sambil berpegangan pada kaki teman yang di belakang, sehingga membentuk sebuah barisan. Yang nyeremin, kalau arus ternyata kenceng banget dan memaksa kita tetep bisa pada posisi di atas ban dengan duduk sempurna, susah loh ini. Sudah bisa dipastkan teriakan-teriakan heboh kami ada di sana. Tapi ini sumpah, seru banget, kalau kamu main ke Klaten coba main ke daerah Polanharjo, dan cari info tentang keberadaan river tubing ini, pokoknya harus coba… Wajib!!





Nah, karena kami nggak diperbolehkan mengambil gambar, vlog yang ada disini saya embed dari Instagram temen saya, mas Rizky, jangan lupa follow doi gaes.

River Tubing Pusur Adventure
Jragan, Wangen, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah
IG : @rivertubingpusuradventure

foto : team Danone






8 comments

Mungkin kalo aku udah panik aja pas kelelep begitu, untung masih selamet ya mbak Manda hehe. Sampe mikirin suaminya kawin lagi.

Reply

Wkwkwk.. namanya perempuan yah, sampe di dalam air pun sempet2nya mikir :D

Reply

Ihhhh river tubing ini lbh seru kyknya.. Aku prnh coba di jogja, ada jg river tubingnya di sungai oyo.. Tp ga seru. Airnya lambat banget mba. Samasekali g ada naikin adrenalin. Ini yg klaten kok seperti menantang arus airnya :) .. Yg extreme gini udh pastilah favoritku bangettt

Reply

Ya Allah mba, aku aja hampir mati, river tubing disini, badanku sumpah biru2 kejedot batu2an wkwk.. tapi beneran seru, aku kepingin lagi

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...