Menu

Friday, 3 March 2017

/

Sudah baca kisah perjalanan saya ke Benteng Nassau, sebuah Benteng yang penuh catatan kelam pembangunannya karena sebuah dendam? Kalau belum boleh baca disini
Sekarang, mari kita melongok sebuah benteng kembali di Banda Neira, bernama Benteng Belgica. Benteng ini tepat berada di depan Benteng Nassau. Dibandingkan benteng Nassau, Belgica sangat terawat, bahkan masuk ke benteng ini dikenakan tarif dan hanya buka di jam-jam tertentu saja. Waktu kami ke Banda, berkali-kali pengen ke Benteng Belgica, tapi selalu tutup, lupa deh gimana kisahnya, kayaknya dulu kalau mau masuk kemari kami sampai menghubungi warga setempat, izin pengen masuk gitu wkwk.. setelah izin barulah benteng di buka. Boleh puas keliling, karena bukanya nggak pasti, jadi daripada gedor-gedor warga setempat lagi, kita puaskan keliling Belgica hari itu.



Oke baiklah, bagaimana sejarah benteng ini berdiri mari kita tanya mbah Wikipedia yang lebih pintar, secara saya nggak tau kisahnya ya bo,



Benteng Belgica pada awalnya adalah sebuah benteng yang dibangun oleh bangsa Portugis pada abad 16 di Pulau Neira, Maluku. Lama setelah itu, di lokasi benteng Portugis tersebut kemudian dibangun kembali sebuah benteng oleh VOC atas perintah Gubernur Jendral Pieter Both pada tanggal 4 September 1611. Benteng tersebut kemudian diberi nama Fort Belgica, sehingga pada saat itu, terdapat dua buah benteng di Pulau Neira yaitu; Benteng Belgica dan Benteng Nassau. Benteng ini dibangun dengan tujuan untuk menghadapi perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala oleh VOC.



Bagian dalam benteng, banyak ya ruangannya?

Pada tanggal 9 Agustus 1662, benteng ini selesai diperbaiki dan diperbesar sehingga mampu menampung 30 – 40 serdadu yang bertugas untuk menjaga benteng tersebut.
Kemudian pada tahun 1669, benteng yang telah diperbaiki tersebut dirobohkan, dan sebagian bahan bangunannya digunakan untuk membangun kembali sebuah benteng di lokasi yang sama. Pembangunan kali ini dilaksanakan atas perintah Cornelis Speelman. Seorang insinyur bernama Adriaan Leeuw ditugaskan untuk merancang dan mengawasi pembangunan benteng yang menelan biaya sangat besar ini. Selain menelan biaya yang sangat besar (309.802,15 Gulden), perbaikan kali ini juga memakan waktu yang lama untuk meratakan bukit guna membuat pondasi benteng yaitu sekitar 19 bulan. Biaya yang besar tersebut juga disebabkan karena banyak yang dikorupsi oleh mereka yang terlibat dalam perbaikan benteng ini. Akhirnya benteng ini selesai pada tahun 1672.
'
mamak satu ini kenapa paling banyak gaya :p

Benteng Belgica dari kejauhan

Sepuluh tahun kemudian komisaris Robertus Padbrugge ditugaskan untuk memeriksa pembukuan pekerjaan tersebut, tetapi ia tidak berhasil dalam tugasnya tersebut. Hal ini dikarenakan banyak tuan tanah yang beranggapan bahwa biaya tersebut tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan hasilnya, sebuah benteng yang hebat dan mengagumkan. Karena hal tersebut, Padbrugge menghentikan penyelidikannya.
Walaupun benteng tersebut dikatakan sangat hebat dan mengagumkan, tetapi masalah bagaimana untuk mencukupi kebutuhan air dalam benteng masih juga belum terpecahkan. Setelah menimbang-nimbang apakah akan menggali sebuah sumur atau membuat sebuah bak penampungan air yang besar atau membuat empat buah bak penampungan air yang lebih kecil, akhirnya diputuskan untuk menggali sebuah sumur di dekat benteng dan menghubungkannya dengan sebuah bak penampung air berbentuk oval yang dibuat di tengah halaman dalam benteng.

menghadap langsung gunung api banda


Pada bagian depan menghadap laut Banda

Pada tahun 1795, benteng ini dipugar oleh Francois van Boeckholtz—Gubernur Banda yang terakhir. Pemugaran ini dilaksanakan juga di beberapa benteng-benteng lain sebagai persiapan untuk menghadapi serangan Inggris. Satu tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 8 Maret 1796, benteng Belgica diserang dan berhasil direbut oleh pasukan Inggris. Dengan jatuhnya benteng ini, Inggris dengan mudah dapat menguasai Banda. Pada tahun 1803 dilaporkan, setiap kali ada satu kapal yang berlabuh, diadakan upacara band militer setiap jam 5 pagi dan jam 8 malam di benteng Belgica dan Nassau. Setiap hari Kamis dan Senin dilakukan pawai militer pada jam 6.30 pagi. Pergantian jaga dilakukan setiap pagi, siang dan malam pada kedua benteng tersebut, sehingga hampir setiap jam masyarakat yang tinggal dekat kedua benteng tersebut dapat melihat parade militer dan mendengarkan musik dari band militer. Benteng Belgica telah dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1995.

Yah lagi-lagi Portugis kalah sama Belanda hehehe.. di Benteng Belgica saya masih dapat melihat banyak ruangan yang terdapat di dalamnya. Datang siang-siang ke Benteng ini hawa horror menyelimuti, karena banyak ruangan yang bentuknya luas dan lebar, bahkan kalau kita masuk ke dalam salah satu ruangannya, itu terlihat sangat gelaaaap dan sumpek, kelelawar sepertinya banyak hidup di benteng ini. cocok untuk area uji nyali.

ini sih katanya ruang rapat


lorong masuk benteng

Benteng Belgica ini memiliki dua “battery” bertumpuk. Pada bagian atas benteng terdapat 5 menara (bastion). Pada 1824, benteng ini pernah difungsikan sebagai penjara.  luas benteng ini sekitar 5.270 meter persegi dengan ketinggian 30 meter dari permukaan laut. Karena Benteng Belgica ini berada di atas perbukitan maka kita bisa melihat dengan puas seluruh area Banda Naira. Oh ya, kalau dilihat dari atas benteng ini berbentuk segi lima, oleh karena itulah Benteng Belgica pernah dijuluki The Pentagon of Indonesia. Disini pula terdapat meriam sisa penjajahan tentara Belanda, katanya sih masih bisa difungsikan.

foto yang saya ambil di rumah budaya Banda

Di bagian depan benteng, terdapat taman dengan bunga-bunga segar menghiasi area halaman. Bahkan jika kita naik ke bagian atas benteng, kita dapat dengan jelas melihat kokohnya gunung api banda, kalau sunset apalagi, bagus banget berdiri di sini *tapi horror menyergap mau?*
Posisi benteng juga sangat terjangkau, karena Banda hanyalah kota kecil, kita cukup berjalan kaki jika ingin mengunjungi benteng ini. Catat : di Banda nggak ada angkot ya, semuanya dijelajahi dengan berjalan kaki. Jadi jika kamu mengunjungi Banda, siapkan fisik dan stamina.



Untuk mengunjungi Banda, terdapat penerbangan 1x seminggu atau kapal laut 3x seminggu

sumber :
Wikipedia
Bandanaira.net
Foto : Pribadi & minta sama Chandra Kusuma W *makasih Chan*
24 comments

Belum pernah ke tempat2 beginian euy.. bikin merinding ga mba? Kalo malem iya kali ya, hihi

Reply

Bagus juga.. bisa buat foto honeymoon ya #eh

Reply

Di sana da akses kendaraan umum ga mbak?

Reply

kalo naik angkot ada enggak.... atau naek taksi

Reply

Bagus banget pemandangannya, duh kapan bisa kesitu wkwkw.. Engga pernah keluar pulau

Reply

Akh, keren bgt itu bentengnya ! Saya tuh srg lg suka bgt 'jelajah' semoga next bisa yak kesitu...heheh Hehehe

Reply

Cantik pemandangannya.
Kalau jarang kendaraan umum, udaranya pasti segeer yaa, mba..

*terbayang-bayang sejarah jaman penjajahan sambil menikmati keindahan alam Banda.

Reply

Benteng Belgica masih tetap bagus ya dari tahun ke tahun. Jadi ingat dlu sibuk berpose di sana sejak usia 10 tahun. Hihiii

Reply

Bagus banget Mbak bentengnya. ALhamdulillah masih berdiiri kokoh ya :D

Reply

Merinding sih, apalagi klo inget sejarahnya. Tambah horor deh hihi 😈😈

Reply

Galfok hahah 😛😛

Reply

Nggak ada mba, kan udah saya tulis diatas tuh 😒😒

Reply

Nggak ada mbaaak.. Kan udah saya tulis diatas 😒😒😒😒😒😒😒😒😒😒😒

Reply

Nabung, biar bsa kesini, ok 😉

Reply

Amiiin.. Moga bisa kesini ya next time 😱

Reply

Jangan dibayangin mba, jaman Belanda mah mereka kejam. Horor 😬

Reply

Iya kakaaa... Skrg mungkin lbh bagus krn sering dipugar

Reply

Iya mba syukurnya itu. Skrg masuk kawasan heritage d Maluku

Reply

benteng bagus ya mbak terawat. Duh jadi inget benteng pendem di ngawi yang banyak rusak. padahal masih kokoh berdiri lah. Boro-boro ada taman dan suasana yang bersih dan dipugar begitu. Itu benteng di ngawi kagak dipugar-pugar, cuma wacananya aja yang ditempel di gerbang masuk. Ribet urusan birokrasinya antara Dinas Pariwisata dan milik TNI AD.


Wilayah maluku dan sekitar sering kali yang dikenal hanya wisata laut ya... Dengan postingan benteng ini, bahwa sejarah masa perjuangan Indonesia perlu dipromosikan.

Reply

Pengen kesana jadinya. Jadi tau sedikit sejarahnya setelah baca ulasan mba Amanda. Pemandangan sekitanrnya juga bagus ya. Semoga nanti bisa ke sini. :)

Reply

Iya sebenernya banyak banget wisata sejarah mengingat Maluku ini tempat persinggahan VOC pertama kalinya sebelun datang ke Batavia 😬

Reply

Amiiiiiin... Nanti main sinih ya 😬

Reply

masuk ke benteng2 gini aku jg serem mba... untung yaaa aku g punya kemampuan melihat makhluk halus hahahaha ;p... kebayang kalo bisa, pasti bnyk bgt itu..

ga abis pikir, itu arsitek bentengnya sblm membangun benteng apa ga dipikirin dulu masalah air yaa ;p.. udah jadi baru kepikiran..

Reply

Kerasa kok mba aura mistisnya, spooky banget haha.. Bayangin aja klo kesana malem2 pasti horor

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...