Menu

Friday, 27 January 2017

/


Dari senin sampai jum’at anak harus rela bersabar menunggu orangtuanya sibuk bekerja. Ia kadang teracuhkan oleh pekerjaan kita. Ayah yang pergi ke kantor dari pagi hingga ketemu malam, dan ibu yang sibuk dengan pekerjaan rumah tangganya. Sungguh yang punya kesabaran cukup tinggi seharusnya anak bukan orangtuanya, sebab ia harus bersabar untuk bermain sendirian.

Beruntunglah saya dan suami karena masih bisa intens bertemu Naqib. Kami tinggal di kota kecil Ambon, yang bapaknya dapat menuju kantor hanya 10 menit nggak pake macet. Anak saya bisa sering melihat bapaknya, ketika Naqib bangun dia bisa mengantar Abahnya sampai depan pintu untuk pergi ke kantor, jam 11 siang abahnya sudah pulang untuk makan siang, sore hari sebelum jam 5 abahnya sudah dirumah. Waktu berkumpul kami lebih intens. Rumah kami yang mungil pun memudahkan Naqib untuk bisa sering melihat ibunya memasak atau mengerjakan pekerjaan rumah. Walaupun pertemuan kami yang cukup intens, Naqib tetaplah butuh bermain yang lebih lama dari biasanya. Karena usia-usia emas seperti Naqib butuh sekali benda-benda yang harus dia eksplore kegunaannya, dia harus berfikir lebih banyak tanpa harus dituntut berfikir *maksudnya memberinya pelajaran yang belum saatnya diberikan misalnya belajar berhitung, menulis dll*, dia harus berani mengungkapkan apa yang ia inginkan. Dan banyak lagi kebutuhan yang harus ia penuhi ketika masa-masa emasnya.

baca juga : Manfaat pijat bayi 

Selain memberinya waktu lebih lama bermain dengan teman-temannya dirumah, *sementara ibunya bisa sambil rujakan, ngobrol haha..hihi dengan ibu-ibu sebaya* saya juga sering mengajaknya bermain dirumah. Alhamdulillah, dengan seringnya saya mengajak ngobrol Naqib tidak terlambat berbicara. Di usianya yang ke 2 tahun, kosakatanya sudah cukup banyak dan bicaranya jelas, bahkan menginjak  3 tahun kata-katanya semakin kritis. Sayapun kadang susah mengimbangi cara berfikirnya yang kritis misalnya, ketika Naqib melihat kadal, dia bertanya.
“Bu itu apa?”
“Itu kadal”
“Bukan cicak?”
“Bukan nak,”
“Itu cicak..”
“Bukan itu kadal”
“O mirip ya..” ya untuk sementara saya bilangnya mirip dulu, nggak mungkin menjelaskan mereka berbeda tempat tinggal. Secara kadal nggak dirumah sedangkan cicak iya.
Selain bermain dirumah dengan teman-temannya, atau dengan orangtuanya. Setiap akhir pekan saya juga sering mengajaknya bermain di playground di sebuah mall di kota Ambon. Playground tempat Naqib bermain terdapat banyak mainan yang dapat ia mainkan sesukanya tanpa mengenal waktu, hanya membayar Rp.20.000 Naqib boleh bermain sepuasnya, bahkan dari buka sampai menjelang tutup lagi juga boleh. Asal kuat aja main lama-lama disana hehe. Lalu mengapa saya menyempatkan untuk mengajaknya bermain di playground? Karena dengan bermain di playground Naqib dapat menemukan apa yang dia butuhkan, diantaranya..
  • Dia bisa mengeksplor kreatifitasnya dalam berfikir, misalnya dengan bermain susun-susunan. Ia bisa membentuk apapun yang ia inginkan. Saya pun sambil mengawasi bisa ikut membuatkannya bangunan. Terus suami saya komen deh, “Lah ini emaknya jadi ikutan main hihihi”
  • Saya dapat mengajarkan warna lebih intens karena mainan di playground ini warnanya sangat mencolok. Syukurlah Naqib sudah bisa mengenal warna dengan baik sehingga ia tidak kesusahan ketika saya menanyakan apa warna mainan yang ia pegang.
  • Naqib akan dapat mengenal lebih banyak teman-teman seusianya karena playground biasanya ramai anak-anak bermain. Awalnya Naqib malu-malu, lama-lama juga malu-maluin wkwk.. dia jadi sok-sok kenal, terus ngajakin temennya main bareng. Ngekor teman barunya kesana-kemari.
Ga ngerti ini bocah main apa ya,..
Baca juga : Ayo main wayang

Bongkar pasang

Main puzzle

  • Kosa katanya akan semakin banyak, karena selain tangannya gerak, mulutnya juga ikutan ngoceh, namanya anak-anak kan imajinasinya kemana-mana. Misalnya main ikan-ikanan, itu tuh ya sambil mancing dia sibuk berceloteh “Yaaah ikaaaannya lepas,” “Waah ada paus”, “Waaah ikannya besal ya bu”, “Bu sini main.. main ayooo!!” heboh pokoknya.
  • Tubuhnya bergerak aktif, semua indranya bekerja. Lari sana-lari sini, pokoknya nggak bisa diem. Anak yang bergerak aktif menandakan dirinya sehat, dan semakin banyak bergerak dia akan semakin sehat.

sibuk ngobok-ngobok ikan

Bisa baca buku juga
Baca juga : Ini dia oleh-oleh khas Maluku

Habis mancing ikannya dimasak dah

yeee, ini jadi tengkulak ikan ya?

  • Naqib banyak mengenal bentuk dan jenis mainan. Karena di playground biasanya terdapat berbagai macam jenis mainan yang dapat dimainkan. Nanti biasanya selepas pulang dari playground Naqib akan bercerita, “Tadi Naqib main ini.. itu. seru deh bu, nanti kita main lagi ya” tentu akan mengasah memorinya dalam mengingat dan berfkir.

Dan yang lebih penting saya pun bisa me time, anak puas main ibunya bisa pergi sebentar ke toko buku atau buka-buka ponsel. Dan sepulang dari bermain di playground Naqib akan tertidur lelap. Jadi, kalau pergi ke Mall jangan lupa sempatkan untuk main di playground ya moms. Dan di bawah ini saya sempat mengabadikan Naqib bermain di playground yang berbeda.


14 comments

Wah, naqib pintar dan lucu. ^_^ Semoga jadi anak sholeh

Reply

Lucunya. :D Pintar dan aktif, ya?

Reply

Bisa main, belajar, sekaligus bersosialisasi ya?

Reply

Wh pinter ya mba.. playgroundnya muraahhhh

Reply

Anakku jarang sih mba Amanda main di playground. Mungkin karena tak terbiasa ya jadi jadi kurang nikmati. Manfaatnya teryata bagus juga ya :)

Reply

Amiiin.. Makasih bunda Nisa 😘😘

Reply

Iya mba ga bisa diam hihihi 😜😍

Reply

Paket komplit 😂👍

Reply

Muraaah pake banget wkwkwk, maklum aja mainannya mainan murah soalnya 😀

Reply

Mungkin ada arena bermain yg lain yg lbh menarik kali mba hihihi 😅

Reply

Tempat bermainnya enak banget. Anak-anakku juga pasti betah diajakin ke sana

Reply

Anakku juga suka main di playground, banyak sih manfaatnya seperti yg mb amanda tuliskan. Yg penting tetap diawasi

Reply

Namanya anak seneng main pasti betah dimana aja ya mba hihihi

Reply

Sudah tentu bu.. ����

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...