Menu

Sunday, 3 September 2017

/

Setelah puas beli oleh-oleh, di bakpia pathok 25 Bandara Jaya kita langsung menuju Pabrik Sari Husada di daerah Klaten, pabrik ini perbatasan antara Jogja menuju Solo. Pantesan aja bulek saya langsung japri pas tau saya di Jogja, “Lah nduk kowe ra dolan neng kene ta?” ternyata nggak jauh kesana udah Solo, *woi..woi anak IPS nggak bisa baca peta apa yak? :p*


Memasuki area pabrik yang teduh membuat dahi saya mengerenyit, wiih… ini pabrik ada di tengah kota dekat kebun binatang Gembira Loka, deket kantor Walikota pulak, saya langsung mikir, gimana limbahnya? mana deket sawah, sebelahan lagi, apa polusinya nggak ganggu masyarakat sekitar, dan banyak pertanyaan lainnya berkelebat di benak saya begitu bus yang saya tumpangi melaju mengitari pabrik pelan-pelan.

ini loh disebelah kanan sana pabrik Sari Husada, sebelah kirinya sawah


“Yaaah bunda-bunda bisa lihat, ini tempat penelitian susu” sahut mas Elka pemandu kami di bus 2, “Di sebelah sini adalah gudang penyimpanan susu, dan ini mobil-mobil yang akan menyalurkan susu sampai ke warung-warung” kalau disuruh keliling lagi kayaknya saya butuh waktu buat ngapalin daerah-daerahnya. Pasalnya pabrik Sari Husada ini berdiri di atas lahan 14 hektar dengan bangunan pabrik sekitar 7 hektar dan sisanya dibuat ruang terbuka hijau. Pokoknya kalau masuk ke lingkungan pabrik dimana-mana hijau royo-royo, nggak berasa polusi, lingkungannya sejuk, segar dan asri, enak buat foto prewed :p. Konon katanya, pabrik Sari Husada ini merupakan pabrik terbesar se-ASIA TENGGARA. Bikin jingkrak-jingkrak nggak sih, bangga ya punya pabrik sebesar ini di Indonesia.

area pabrik yang terjaga kebersihannya


Selesai keliling-keliling menggunakan bus sampai saya bingung ini area apa, kami di turunkan pada sebuah lapangan luas, dimana di tengah lapangan tersebut terdapat tenda berwarna merah yang berisi puluhan bangku dan tentunya panganan ringan *makaaaan teruuuus*. Dalam tenda tersebut bangkunya terbagi dua kelompok memanjang, saya duduk di sisi kanan. Tidak lama kemudian mbak Anna Widia Puspitaningrum selaku Internal Communication Assistant di Sari Husada *maafkan kalau saya salah* menyambut kami, beliau menjelaskan tentang tata tertib berada di area pabrik dan cikal bakal berdirinya pabrik Sari Husada.

Sugeng rawuh di Jogja :D

Awal mula Sari Husada berdiri

Kepemimpinan Sari Husada dari mulai berdiri sampai dengan sekarang


Baca dengan seksama cerita saya :)
Sari Husada berdiri karena kekhawatiran pemerintah terhadap gizi dan kesehatan anak bangsa, saat itu Indonesia baru benar-benar merdeka dan penjajah baru saja pulang menyerah, tapi walaupun sudah merdeka kondisi memprihatinkan terjadi di Indonesia, karena banyak anak-anak yang kekurangan gizi. Untuk itulah pemerintah Indonesia dengan PBB memikirkan cara mengatasi masalah gizi. Sampai kemudian berdirilah NV.Saridele yang berdiri pada tanggal 14 Agustus 1954. Di tahun 1961 NV Saridele berubah menjadi perusahaan milik negara dengan nama PN Sari Husada dan di tahun 1965, untuk pertama kalinya Sari Husada meluncurkan produk susu bubuk SGM dalam jumlah besar dan kemudian menjadi perintis perkembangan produk susu anak di Indonesia
Tahun 1968, PT Kimia Farma, mengakuisisi dan mengambil alih manajemen Sari Husada. Seiring dengan dibelinya sebagian saham Kimia Farma oleh PT Tiga Raksa Satria Tbk. (Tigaraksa), kedua perusahaan tersebut membentuk perusahaan bersama dengan nama PT Sari Husada pada tahun 1972. –wikipedia-
Sampai saat ini susu SGM yang nyaris sama umurnya dengan umur Indonesia sudah dikonsumsi oleh 6,4 juta anak Indonesia. Waaaw..

karyawan pabrik, mungkin sedang istirahat :D

Tapi kok susu SGM murah ya, emang kualitasnya gimana?
Pasti banyak yang bertanya soal ini kan ya, SGM ini susu paling murah se-Indonesia apa gara-gara pabriknya kecil, atau pekerjannya sedikit. Ternyata enggak loh, setelah saya kunjungan pabrik kemarin, saya melihat dengan mata kepala sendiri kalau pabrik ini buuuesaaaar, sangking besarnya coba jadi ngomongnya buuuuesaaar. Dan yang seperti saya sebutkan diatas, Sari Husada merupakan pabrik terbesar di Asia Tenggara yang ramah lingkungan dan sangat perduli dengan karyawannya.

mobil-mobil ini yang mendistribusikan susu sampai bisa dikonsumsi anak-anak se-Indonesia


Ramah lingkungan? Yes, hasil olahan pabrik yang berupa limbah biasanya sangat mengganggu lingkungan, tapi Sari Husada memikirkan bagaimana hasil limbah malah bermanfaat untuk lingkungan. Di belakang pabrik ini terdapat kolam ikan, kolam ikan itu merupakan indikator limbah pabrik yang terbuang, kalau memang limbahnya merusak lingkungan, ikan-ikannya pada mati dong, tapi ini enggak. Nah, hasil limbah yang lain digunakan untuk mengairi sawah-sawah yang terdapat di sekeliling pabrik. Terjawablah sudah, kenapa banyak sawah adem anyem aja tumbuh di samping pabrik yang notabene bisa saja merusak lingkungan.
Balik lagi soal susu murah tadi, kok murah banget ya SGM, padahal pabriknya besar banget, apa nggak rugi gitu? Itu dia, sebab Sari Husada mempunyai visi yang sangat mulia yaitu agar anak bangsa terpenuhi segala kebutuhan nutrisnya. Sari Husada kepingin banget anak-anak Indonesia bisa minum susu dengan harga terjangkau tapi tetap memperhatikan kandungan gizinya, makannya murah. Pantes aja ya SGM sudah diminum 6.4 juta anak Indonesia. Iyaloh, cuma susu SGM yang saya lihat banyak beredar di warung-warung kecil. Susu bubuk yang paling lama dikonsumsi Naqib hanya susu SGM sebelum akhirnya di memutuskan untuk mengkonsumsi UHT. SGM bagi Naqib rasanya nggak terlalu manis dan terlalu kental, itulah yang bikin dia bertahan mengkonsumsinya.

Hijau royo-royo, sumber : mba Nunu Halimi


Serunya kunjungan pabrik
Sambil berjalan menuju pabrik mbak Anna menjelaskan, bahwa Sari Husada mengambil susu dari peternak sapi di lereng gunung di daerah Jawa Tengah. Peternak sapi ini membuang susu pertama yang dikeluarkan sapi untuk menghindari kuman susu di daerah putting, bahkan sebelum memerah susu, putting susu sapi ini dicelupkan cairan antiseptik dulu untuk menghindari adanya kuman. Sari Husada sangat memperhatikan kebersihan dan kehigienisan susu dari penerimaan bahan baku, pengolahannya sampai akhirnya dikonsumsi oleh masyarakat. Sampai-sampai untuk memperhatikan kandungan gizi yang terdapat di dalam susu, Sari Husada meminta 400 ilmuwan yang  berasal dari Singapura, Belanda dan Indonesia untuk meneliti kandungan gizi susu sebelum siap dikonsumsi. Untuk susu sendiri, SGM menargetkan waktu 2 tahun masa tahan agar susu masih bisa dikonsumsi masyarakat, karena susu SGM sendiri nggak pakai bahan pengawet nih makan Sari Husada memasukkan nitrogen agar susu tetap awet. Oleh karena itu kenapa susu SGM kemasannya menggelembung? Soalnya kalau kempes tandanya terjadi kebocoran pada kemasan. Nah, nitrogen yang dimasukkan sendiri sebesar 3% dalam setiap kemasan, Nitrogen ini mengusir oksigen yang masuk, sebab kalau lebih banyak oksigen di dalam kemasan maka akan terjadi oksidasi, ini yang membuat susu menggumpal dan rasanya jadi tidak enak. Susu yang telah jadi pun harus disimpan dulu selama 3-4 hari di dalam gudang agar tidak ada mikroba yang berkembang di dalam susu, sayangnya saya nggak sempat nanya maksudnya gimana, jadi untuk bagian ini agak kurang ngeh T_T. *kalau ada yang inget mungkin bisa menambahkan di bagian kolom komen*
Ah seru sekali kunjungan pabrik kali ini, kami betul-betul dibawa mengelilingi pabrik, dari kaca kami melihat susu dikemas dengan menggunakan mesin yang sangat bersih, dan ada petugas yang sigap membersihkan setiap pinggir mesin jika terjadi penumpukan susu. Keliatannya mereka cape banget loh :(

Salah satu fasilitas yang terdapat di pabrik Sari husada, sumber : mba Nunu Halimi

Visi-Misi Sari Husada, mulia sekali ya .. luv..luv, sumber : mba Nunu Halimi


Peduli dengan karyawan
Sari Husada juga sangat perduli dengan karyawan, di dalam area pabrik terdapat ruang dokter yang siap siaga memeriksa karyawan, bahkan keluarga karyawan boleh berobat dengan gratis disini. Bagi karyawan yang hamil akan diberikan waktu cuti melahirkan sampai 6 bulan, karena Sari Husada mendukung program pemberian ASI ekslusif untuk ibu yang menyusui. Nggak hanya itu selepas ASI anak-anak karyawan akan diberikan susu sebanyak 2 Kg setiap bulannya. Sampai disini saya jadi kepingin banget pindah ke Jogja dan kerja di Sari Husada wkwk… Di dalam pabrik juga terdapat area fitnes, kantin dan fasilitas lainnya untuk karyawan. Ih bener-bener dimanjain banget karyawan. Kita pun melihat ruang kerja karyawan Sari Husada yang hommy banget

Yeaaaay punya dong foto di depan pabrik, biar ga dikata hoax :D


Sari Husada juga membuka kesempatan pada masyarakat luas yang ingin kunjungan pabrik dan melihat langsung bagaimana proses pembuatan susu. Sampai saat ini Sari Husada sudah menerima lebih dari 7000 orang tamu dari dalam dan luar negri. Naah penasaran yaaah pastinya hihihi… hubungi nomer kontak dibawah deh.

Kunjungan ke pabrik gratis, siapin tiket aja buat ke Jogja

Yeaaaay, terimakasih Sari Husada, sumber : lupa.. habis kebanyakan yg nyetor foto :p

Sari Husada
Alamat: Jalan Raya Jogja-Solo, KM 19, Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kemudo, Kec. Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57454
Telepon: (0274) 498001


14 comments

Duuhhh baca ulasan yang super duper lengkap ini, bikin aku makin yakin dan pede ngasih susu SGM ama anak anakku mbak...
Makasih sharingnya ya...
Semoga tahun depan aku juga bisa ikut acara kaya gini...:)

Reply

aku ikutan bangga lo sama pabrik susu Indonesia yang terbesar se Asia Tenggara ini. Beruntungnya anak-anak kembar aku dulu juga minum susu SGM yang harganya murah tapi penuh gizi untuk tumbuh kembang bayi dan balita.

Reply

Banyak yang memandang sebelah mata dengan produk SGM karena harganya yang murah, padahal sejatinya gizi yang terkandung di dalam produknya sama tingginya dengan produk yang berharga mahal. SGM murah tapi tidak murahan

Reply

Terima kasih bunda Amanda untuk sharingnya

Reply

Wahhh asik banget mom bisa melihat pabrik nya dari dekat langsung

Reply

SGM itu paling care dengan para karyawan nya yaa..pokoknya pengalaman jalan-jalan kesana tak akan terlupakan.hehe

www.dinalangkar.com

Reply

Mudah2an tahun depan SGM bikin acara serupa ya mbak :)

Reply

Samaa bun, anakku juga semppet minum SGM sebelum akhirnya pindah minum UHT

Reply

Yes, murah tapi tidak murahan, sukaaak

Reply

Sama2 bunda Dyah :-*

Reply

Huum syukur diundang begini bun :)

Reply

Iya nih masih blom bisa move on haha

Reply

Seru bgt ya kunjungannya, tambah ilmu, pengalaman, tambah temen juga. Agggrr, katanya tahun depan gak akan ada lagi acara serupa ya? Daku kan belum kebagian XD

Reply

Gyahahaha... masih ada kesempatan yang lain lagi yah Lin, wkwk semangaaat

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...