Menu

Sunday, 6 May 2012

/


Setelah perdebatan yang cukup sengit antara jadi dan tidak hihihi *lebay* akhirnya kami memutuskan untuk berangkat di hari kepepet itu. Perjalanan yang nekat tak bilang :D, kalau belum tau kisahnya bisa dibaca disini, BehindThe Scene Perjalanan Ke Sawai
Oke, gimana kisah selanjutnya? Bisa dibaca dibawah..


Ambon 5 April 2012

Saya mulai packing-packing dan ngerendem alat senorkel, karena baru beli. Malemnya whatsappan dulu sama mas Topan.
“Manda.. besok jangan lupa ya siapin sarapan buat kami, maklum neh istri jauh”
“Mau apa? Roti bakar, nasi goreng, omelet?”
“Omelet yaah.. katanya Lukman omelet buatan Manda enak loh. Tapi saya mah nggak yakin enak,” pinteeer banget ye ngebujuknya biar saya mau ngebikin gitu, beeh...
“Seadanya aja ya mas, sesempetnya saya. Kan pagi toh berangkatnya,” sahutku.
Yang bikin ngebetein.. lagi siap-siapin baju si editor ngimel. “Mba, tolong dibenerin BABnya, ya” Gile! Karena saat itu saya tengah mempersiapkan buku baru. Hadooooh, saya mo liburan.. kamu terus aja minta dibenerin ini BAB. Au ah bete.
Akhirnya, mau nggak mau ya dikerjain. Di stress yang memuncak, jam hampir menunjukkan pukul 24 malam, saya masih berkutat dengan tulisan yang lemot sangat jaringannya. Karena saat itu saya sedang membuat buku tentang aplikasi dan butuh jaringan seluas samudra. Hrrgh.. acara melo drama tangis-tangisan terjadi.
“Mas, aku nggak jadi ikut deh,” –galau-
“Loh kenapa,”
“Takut nggak selesai,”
“Ya udah terserah. Tapi mamas mah ikutan. Putusin sekarang ikut-ikut, enggak ya enggak. Tapi ayang jangan nyesel yah ditinggal sendirian,wkwk..” hrrrgh..
Akhirnya..setelah kupikir ulang, AKU IKUT SAJA!! SABODO TEING AMA DETLEN.... sumpah aku setresss..


Ambon 6 April 2012
Setelah shalat subuh, pekerjaan emak-emak pun dimulai. Yak! Membuat sarapan, nggak ada acara bikin omelet-omeletan, waktunya nggak sempet. Jadilah saya hanya mengoles roti dan mulai membakarnya. Ea... setengah tujuh baru selesai dan lanjut mandi, padahal berangkat jam 7 pagi. Cepet-cepet ajalah mandi, lanjut dandan dan akhirnya selesai juga wkwk.. *pakai jilbab bergo aja biar cepet*

Lumayan nyaman lah ya kapalnya

Bismillah.. Sawaai i’m come in ^^ yuhuu..
Perjalanan dimulai dengan menjemput mas Topan dan Chandra di Galunggung. Ternyata formasi kita sama seperti dulu waktu pergi ke Banda, tapi karena istrinya mas Topan si teteh Ambar ga ada, jadi anggota kita kurang satu. Jadilah saya cewek sendirian di sana. Biarin, yang penting ada suami kan?
Dari kontrakan Chandra kita menuju pelabuhan tulehu, perjalanan memakan waktu kurang lebih 1 jam. Tapi jangan bayangin satu jam kayak perjalanan di Jakarta ya, di Ambon nggak pake stop-stop, apalagi abangnya ngebut. Bayangkan betapa jauhnya ini pelabuhan. Tapi begitu sampai pelabuhan, ya ampun.. ini pelabuhan apa objek wisata. Sumpah pantainya beniiiiiiiing banget, apalagi pelabuhannya rapi nggak mirip pelabuhan yang kebanyakan kotor. Pokoknya bersih banget deh. Haduh, belum apa-apa saya sudah kepingin nyebur duluan wkwk.. sumpah bening banget lautnya.Waah, saya jadi membayangkan, pasti pantai di sawai lebih indah dari ini kali ya. Yang disini aja beningnya nggak ketulungan apalagi di Sawai sana. Ckck..

Pelabuhan Tulehu yang rapiiii....

Foto ini diambil dari atas kapal,lihat biruuuu banget kaaaan??


Sekitar jam 10 kapal pun berangkat, dengan diiringi musik dari para musisi ambon yang diputar dari DVD, perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Tak lihat mas suami udah tidur, huff pelor! Sekitar pukul 11.30 perjalanan kami sampai di pelabuhan Amahai. Amahai adalah salah satu kecamatan di Maluku Tengah. Kemudian daripada memakan waktu nggak jelas di pelabuhan, kami pun langsung menyewa taxi, tapi jangan dibayangin taxi yang pakai argo ya, taxi disini cuma berupa mobil toyota Avanza kok.


Karena waktu yang masih jauh dengan shalat jum’at kami putuskan untuk berhenti makan dulu dirumah makan padang kota Masohi. Letaknya persis banget di depan pelabuhan binaiya. Lalu setelah kenyang, para lelaki menunaikan kewajiban shalat jum’at. Selesai makan siang dan jumatan perjalanan dilanjutkan kembali menuju desa Hurela,*kalo nggak salah sih itu namanya :D* saat itu kira-kira jam 13.30, di sepanjang perjalanan, hutan yang cantik pun menemani kami. hayoo anak-anak, nyanyi naik-naik ke puncak gunung! Yihaa...
Udaranya sejuk loh bo, dingin banget kayak di puncak. Mungkin karena masih alami kali ya alamnya, jadi seger. Satu hal yang saya petik dari perjalanan ini adalah percakapan dengan pak supir, ternyata si bapak ini mampu mengkuliahkan anaknya sampai jadi sarjana, anaknya si supir ini dokter dan Akpol boo.. Bayangkan saja, dari pelosok maluku bisa jadi orang sukses, pasti kerja keras bapaknya juga demikian gigih kan. Luar biasa ckckck...
2 jam kemudian mobil pun sampai. Eits perjalanan belum selesai, untuk menuju ke sawai, harus nyebrang lagi menggunakan longboat selama kurang lebih 20 menit. Ugh! Sumpah cape bangeet diperjalanan T_T. Tapi jangan dibayangkan betapa lelahnya perjalanan kami, bayangkan betapa mahalnya pengalaman kami, Karena nggak semua orang bisa dikasih kesempatan untuk mengunjungi pulau eksotik ini. Sebelum nyebrang, foto-foto dulu enak kali ya hihihi..

Si Chandra yang emang demen foto, nggak pernah sedetik pun melewarkan foto-foto kebersamaan kita
Ayo chan foto lagi, mumpung saya masih manis wkwk..
Daaan sepanjang perjalanan mata ini termanjakan melihat terumbu karang gratis, yaaang sangking beningnya si laut sampai dasar terumbu karang pun keliatan dari atas longboat, Subhanallah cuantik banget. Biru, hijau warna dasar laut berubah-ubah. Kami berempat pun bergantian menunjuk-nunjuk dasar laut dengan noraknya,
“Ihh.. ada bintang laut biru!”
“Ih ada nemo!”
“Ih... ada clown fish..” -sama aja kali dul sama nemo mah :D-
“Ihh.. ya ampun! Karangnya segede-gede kol!” kata chandra. Duh.. maklumlah kami norak di jakarta mana ada laut sebening ini.
perlahan lelah pun hilang melihat keindahan bawah laut yang luar biasa itu. Mamas a.k.a suamiku sempet nanya, "Ayang mabok nggak?"
"Hahay... Anak pesisir pantai begini mana mungkin bisa mabok,"
Pasti penasaran dong, kayak gimana sih lautnya yang bening itu? Dan Taaraa... inilah surga bawah laut itu, Indah kan ^^,.. Eh kamu! Yang baca, jangan liat orangnya ya, wkwk.. liat lautnya, bayangin aja, foto berdiri sejajar begitu aja, bawah laut keliatan, apalagi kalau kamera bener-bener menghadap ke laut.






Mas Topan, kamu kok jadi kayak...
Nah, liat deh laut dibawah ini, ini adalah foto yang diambil ketika kamera menghadap ke laut. Indah kan?

Hijaaau....


Narsis dulu boleh.. :p

Huaaah, yakin deh habis ini kalian pasti langsung merengek emak-bapak minta diajak liburan kemari, atau yang lagi hanimun, langsung membantai pasangannya, “Yank...!! kesini nggak.. klo nggak aku ngambek nih setahun,” wkwk..
Tak lama kemudian longboat pun sampai di sawai, longboat langsung menuju pondok penginapan Lisar bahari sawai dan disambut oleh pemiliknya langsung bapak Ali. Bwaah ramah pisan si bapak bo! Recomended deh buat temen-temen yang mau nginap di sini.


Penginapan ini sederhana, tapi pelayanannya luar biasah....

Penginapan kami ini lebih mirip resort sederhana, dengan biaya sewa 200rb semalam.Kamar yang kami tempati sudah cukup lumayan bagus untuk seukuran desa seperti sawai. Dinding dan lantainya terbuat dari bambu, jadi kebayang kan kalau malam dinginnya luar biasa banget, karena angin laut menyelinap lewat sela-sela bambu tersebut, selain itu tau nggak, air laut yang biru pun dapat dilihat dari sela-sela lantai kayu, wiih keren deh pokoknya. Memang kamarnya sederhana, tapi satu kasur cukup kok buat bobok berdua, terdapat meja dan kursi juga buat nyimpan tas. Ada kamar mandi dalam juga, tapi ada pula kamar yang nggak ada kamar mandi dalamnya dan ini harga kamarnya lebih murah. Oh ya, kamar yang kayak gini semacam dorm yang bisa ditiduri rame-rame. Kasur dan bantalnya empuk, kamar mandinya juga pakai shower. Nyaman pastinya.



rumah-rumah warga rata-rata ada di atas laut
*Tapi, kenapa ada tikus hilir mudik T_T, aku kan takut banget ama tikus, jadilah kalau malam saya terus merapat di bawah ketek mamas wkwk..*


Balik lagi ke cerita ketika kami sampai, melihat birunya laut yang memanjakan mata memaksa saya untuk cepat-cepet kepingin nyebur, setelah menyantap mie rebus... Hayolaaah, dan akhirnya saya senorkeling sore-sore di depan resort bambu ini, aaaah indah banget bisa liat bintang laut, terumbu karang, coral, eh nemu nemo... Subhanallah baner-bener cantik banget semuanya.


Senorkelingan sama mamas.. co cweet :D

Memang dibanding Banda naira, sawai jauh tertinggal. Karena terumbu karang dan coral yang terdapat disana dekat dengan gunung api banda jadi subur-subur. Tapi jangan salah, sawai pun tak kalah jauh kerennya dengan terumbu karang di Banda. Aaaah jadi pingin ke Banda lagi.Insya Allah-lah next Time ^^

Selesai makan malam yang aduhai, lezat banget! Dan nggak sebanding dengan biaya penginapan kami,  kami pun tidur. Bayangkan, pak Ali memasakkan kami satu porsi ayam, satu porsi ikan segar ukuran besar, sebakul nasi, kerupuk, lauk pauk lain tentu saja buah-buahan, sumpah kenyang. Besok kan mau senorkeling ^^, Oh ya, di lisar bahari ini banyak bule-bule, katanya mereka mau penelitian di taman nasional Manusela, beeh.. bule aja bisa kemari, masak kita orang indonesia asli nggak bisa kesini. Haduuuh malu je.. orang asing lebih dulu tau kalau sawai ini Indah T_T.. baiklah.. ayo kita tidur, sudah malam..


Sawai selamat malam.. ^^


Baca terus kisah perjalanan saya ke Sawai di Part 2, selengkapnya bsa dibaca disini


19 comments

Wiiiiiih
mauuuuuuuuuuuuu

Reply

minta no sama mas ryan :p

Reply

Wahhh....kayak di thailand ya..bahkan lebih bagusss

Reply

Wahhh....kayak di thailand ya..bahkan lebih bagusss

Reply

Duh Maluku, ini Indonesia keren banget :D

Masih mimpi untuk kesana hehehe

Reply

Thailand lewat banyak mak, serius

Reply

Ayo nabung, atau kalau punya suami minta suaminya dinas ke sini biar bisa jalan2 ke pelosoknya wkwk

Reply

Lautnya bening dan bersih banget ya. Suka lihatnya.

Reply

Aku bacanya aja udah seneeeeng bgt liat wrna airnya itu loh mbaaa :D. Tapiiiii kenapa harus ada si tikus -_- . Hadeuuh, bawa apaan ya supaya tikus ga ada kalo kesana :D.

Cakep bgt memang indonesia timur itu yaa;)

Reply

Cakep beneeer mbak. Indonesia Timur emang ya menyimbang keindahannya banget :D takjub!

Reply

Ya Allah... Bagusnyaaa
Pasti Mau balik lg yaa ksitu ����sawai
Iyah aku orang Indonesia baru tau Sawai inii. Bayangin mkn disitu �� ikan fresh bgt yaa

Reply

Ayolah main ke sini mbak fanny biar berasa masuk ke tetesan surga wkwk 😅😅

Reply

Mau balik lagi.. Tapi inget capeknya, sekali aja deh. Kecuali dibayarin, mau ih 😂

Reply

Pemandangannya kece banget di Sawai

Reply

Yooi kak, main sini juaaa 😆

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...