Monday, 5 October 2020

Bagaimana Membiasakan Anak Untuk Menerapkan Gizi Seimbang Selama Dirumah Aja?

 


Tantangan terbesar orangtua saat pandemi ini adalah menerapkan pola gizi seimbang pada anak. Nggak dipungkiri ya, terlalu lama dirumah aja bikin anak-anak jenuh banget, anak jadi lebih senang bermalas-malasan, sering bermain handphone, menonton TV hal ini ternyata mempengaruhi pola makannya. Tapi syukurnya anak saya nggak terpengaruh sama pola makannya, dia tetap disiplin dan Alhamdulillah dia jadi tambah gemuk dan nggak gampang sakit selama hampir 8 bulan kita dirumah aja. Saya sih berfikir, mungkin kalau disekolah dia terpapar dengan temannya yang flu, batuk, dll jadi gampang tertular virus. Sedangkan ketika dirumah aja hanya udara rumah yang terhirup jadi paru-parunya lebih sehat. Yang saya ingat, Naqib sakit terakhir sebelum pandemi, setelahnya tidak pernah sakit sama sekali.

Walaupun begitu saya nggak boleh lengah, orangtua jenuh aja jadi gampang badmood apalagi anak-anak. Ternyata, psikolog Putu P.D Andani, M.Psi bilang kalau pengelolaan emosi antara orangtua dan anak itu berbeda banget. Kalau orangtua stress, mungkin bisa berdamai dengan diri sendiri, nah sedangkan bagi anak-anak stress yang tidak dikelola dengan baik bisa memicu depresi dan menurunkan nafsu makan pada anak. Hal ini dapat berpengaruh pada penyerapan nutrisi. Padahal anak harus makan dengan gizi seimbang dengan kondisi emosi yang baik untuk membantu tumbuh kembangnya. Tugas kita nih para ibu yang harus bertanggung jawab dalam menyiapkan semuanya. Beruntung, tanggal 30 September 2020 saya dan teman-teman Danone Blogger Academy juga teman-teman media mengikuti Bicara Gizi membahas tentang, “Biasakan anak terapkan  gizi seimbang selama dirumah saja” yang menghadirkan 3 narasumber yaitu :



-        dr. Juwalita Surapsari, M. Gizi, Sp. Gk

-        Putu P.D Andani, M.Psi

-        Soraya Larasati

Diskusi ini sangat interaktif banget, bertabur hadiah dan kuis, sayang banget saya ketiduran di akhir sesi. Tapi syukurnya diskusi interaktif tersebut bisa saya ikuti dengan baik, ada banyak ilmu-ilmu yang nggak saya ketahui akhirnya saya dapatkan disini. Pasti penasaran ya apa aja yang dibahas, nih saya rangkum ya kurang lebihnya ..

 


Penuhi gizi seimbang dari rumah

Dalam diskusi singkatnya dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK memberikan nasihat untuk para ibu agar memberikan variasi makanan untuk anak dirumah, misalnya olahan protein nabati dari kacang-kacangan seperti olahan soya yang bisa dijadikan alternatif makanan dalam menu gizi seimbang. Tak ketinggalan, dr. Lita juga memberikan pedoman gizi seimbang pada masa pandemi covid-19 ini diantaranya :

 

-        Keanekaragaman pangan

Dalam satu kali makan, isi piring anak (isi piringku) harus sesuai dengan standar gizi seimbang, dan makanan harus bervariasi misal ada sayuran, buah-buahan, lauk-pauk, dan makanan pokok. Selain itu harus dibatasi konsumsi gula, garam dan minyak. Yang terpenting, padukan protein hewani dan protein nabati dengan nutrisi untuk anak berbasis soya yang terfortifikasi

 

-        Aktifitas fisik

Walaupun dirumah aja, jangan terlalu sering liat hp, lakukan aktifitas fisik di luar rumah, (di halaman) bermain bola, menyiram tanaman, dan aktifitas seru lainnya yang dapat dilakukan bersama, yang terpenting jangan mager.

 

-        Perilaku hidup bersih

Di masa pandemi, sudah tau kan kalau memakai masker, membiasakan untuk mencuci tangan sebelum makan, setelah bepergian dan saat memegang benda kotor. Sering menggunting kuku, mandi dan kebiasaan bersih lainnya adalah hal yang sangat diwajibkan?

 

-        Mencapai BB normal untuk mencegah masalah gizi,

Karena anak yang mempunyai masalah gizi berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Makannya mengetahui mengenali depresi pada anak itu penting agar tidak terpengaruh pada pola makan anak.

 

 

Artis cantik Soraya Larasati tak ketinggalan membagikan tips pentingnya, bagaimana mengelola emosi saat pandemi. Selain menerapkan gaya hidup sehat, ia membiarkan anaknya untuk bermain di halaman rumah selama beberapa menit sebagai pelampiasan emosi dan penghilang rasa jenuh. Saat memasak pun menjadi momen yang paling menyenangkan, karena ia melibatkan anak-anak dalam acara masak memasak, seperti mengenalkan bentuk, mengenalkan warna, memotong, mengolah makanan dll. Soraya juga mengenalkan anak dengan sumber nutrisi yang belum pernah ia coba. Biasanya ia melengkapi nutrisi untuk anak berbasis soya. Karena Soraya tau manfaat protein nabati sama baiknya seperti manfaat protein hewani

 


Yang pasti, kondisi psikis orangtua dan anak akan saling berkaitan. Bagaimanapun juga stress berkepanjangan akan mempengaruhi perilaku makan anak dirumah. Melibatkan anak dalam acara memasak makanan untuk keluarga akan melatih perkembangan kemampuan kognitif, fisik, sosial dan emosional anak. Rasa percaya diri, mandiri dan kreatif tanpa disadari akan tumbuh dalam diri anak jika orangtua pandai mengolahnya selama pandemi ini. Semangat ya untuk kita semua J

 

 

 

Post a comment

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)