Monday, 29 June 2020

Tanggap Alergi Demi Masa Depan Anak Yang Lebih Baik




Hari ini, walaupun tidak bertatap muka secara nyata kami dipertemukan secara virtual melalui aplikasi zoom. Dimana, Danone mengadakan virtual gathering untuk membahas ‘Pentingnya Deteksi Risiko Alergi dan Asupan Nutrisi Yang Tepat Untuk Cegah Alergi Sejak Dini’ ini materi yang sangat saya butuhkan banget, mengingat Naqib timbul eksim di kulitnya beberapa tahun terakhir.

Pembicara pertama yang hadir yakni, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k),M.Kes seorang konsultan alergi dan imunologi anak memaparkan banyak hal. Alergi adalah suatu respon dalam tubuh seseorang yang tidak dapat mengenali bahan yang sebetulnya tidak berbahaya bagi orang lain. Jadi misalnya saya makan telur nggak apa-apa nih, tapi si B makan telur bisa gatal-gatal, nah itu namanya alergi. Bedanya sama Alergen adalah bahan yang mencetuskan terjadinya alergi, ini sih bisa berupa makanan ataupun sesuatu yang terhirup, misal debu, tungau, polusi dll.


Ternyata, menurut WHO penduduk dunia yang mengalami alergi adalah sebanyak 30-40%. Alergi terbesar kedua setelah telur pada anak-anak di Asia disebabkan oleh protein susu sapi. Ini menarik sekali loh, soalnya Naqib nggak alergi keduanya, setiap hari dia mengkonsumsi 2 makanan ini, walaupun obatnya habis eksimnya nggak timbul, saya  kan jadi bertanya-tanya, apa dong penyebab timbulnya alergi anak saya?

Prof Budi

Selain dari makanan, perhatikan ini
Ternyata nggak hanya makanan yang menjadi penyebab timbul alergi pada anak, menurut Prof. Dr. Budi ada beberapa penyebab anak timbul alergi misalnya :
  1. Anak yang dilahirkan secara section memicu alergi pada anak menjadi lebih tinggi, karena kelahiran section menyebabkan penundaan perkembangan bakteri baik dalam usus, sedangkan anak yang dilahirkan normal tingkat alerginya rendah. Karena kelahiran normal akan membuat saluran cerna anak akan optimal karena adanya probiotik
  2. Riwayat alergi pada keluarga, jadi semakin tinggi kedua orangtua mengalami alergi, anaknya bisa menjadi penerus riwayat orangtuanya
  3. Asap rokok dan polusi udara, tau kan kalau asap rokok ini membahayakan dan dapat menyebabkan asma dan gangguan pernapasan.
  4. Mungkin di rumah kurang terjaga kebersihan, sebaiknya ibu-ibu perhatikan kebersihan rumah ya, ini sebagai upaya pencegahan alergi
Mba Putu

Agar anak tidak mudah alergi, maka orangtua memang harus sekuat tenaga memberikan yang terbaik untuk anak. Kita bisa kok sebenarnya mencegah alergi sejak dini pada anak, dengan nutrisi alergi misalnya :
  1. Pemberian ASI ekslusif, jika ibu tidak keluar ASI, ibu bisa menggunakan susu formula yang menggunakan suplemen prebiotik dan probiotik. Kalau sudah ASI ya nggak usah karena ASI sudah mencakup keduanya
  2. Kata Prof Budi, saat ibu mengandung jangan stress. Karena stress pemicu alergi
  3. Ibu hamil jangan pantang makan, karena akan berpengaruh pada janin. Konon ibu yang memiliki pantangan makan akan memicu timbulnya alergi. Karena anak jadi tidak mengenali jenis makanan. Tapi ya nggak sembarang makan juga, tetap perhatikan kesehatannya.
  4. Usahakan lahir secara normal, tapi kehendak Tuhan tidak ada yang bisa menduga ya.
  5. Perhatikan juga nutrisi pada anak

Lalu mengapa kita sebagai orangtua harus sekuat tenaga mengupayakan pentingnya cegah alergi? Menarik nih, karena di sesi yang kedua ada mbak Putu Andani, M.Psi, Psikolog dari TigaGenerasi dan mbak Chacha Thaib, sosok ibu dengan anak alergi. Mereka berbagi tips dan pengalaman seputar alergi. Karena kalau tidak ditangani alergi pada anak ini akan menimbulkan banyak sebab, diantaranya :

  1. Kesehatan
Penyakit alergi yang serius bisa menyebabkan gangguan kesehatan, misalnya asma. Yang seharusnya anak bisa tidur malam jadi tidak tidur sebab dia terbangun terus, kalau anak kurang tidur ini akan berpengaruh pada kesehatannya. Tidak hanya perkembangan kognitifnya yang terganggu, akan timbul masalah lain seperti obesitas, hipertensi atau sakit jantung

  1. Gangguan Tumbuh Kembang
Alergi kok bisa bikin pertumbuhan anak terlambat, kenapa? Soalnya disaat tubuhnya  bisa menerima makanan yang mendapat nutrisi baik, eh ini malah harus menghindari makanan-makanan yang nilai gizinya baik. Misalnya aja udang, udang itu kan proteinnya bagus banget ya, tapi kalau anak alergi seafood dia nggak dapat nutrisi dari udang itu sendiri. Wah sayang sekali ya. Untungnya Naqib nggak alergi seafood sih.

  1. Ekonomi.
Sebagaimana orang yang sakit ya harus ke dokter kan, apalagi kalau penyakitnya kambuh, kalau tidak segera ditangani akan menimbulkan masalah serius. Walaupun hanya penyakit kulit misal, kalau rutin ke dokter, biaya berobatnya lumayan banget. Belum biaya perjalanan, biaya obat dll yang seharusnya tidak kita keluarkan untuk berobat jadi ada anggaran tersendiri. Jadi alergi ini tidak bisa dianggap sepele yah.

  1. Psikologi
Misalnya Naqib nih, pada kakinya timbul eksim, otomatis kan dia jadi minder, bahkan saudara sendiri kadang suka nyeletuk, “Ya ampun ganteng-ganteng kakinya korengan” sebenernya si sodara ini kan becanda yah, tapi bagi Naqib itu suatu perkataan yang menyakitkan banget, ini pengaruh ke psikologinya loh, jadi dia kadang suka minder kalau nggak pakai celana panjang nggak mau pergi

mba Chacha

Dari pemaparan Prof Budi tadi saya jadi sedikit paham, mungkin Naqib timbul alergi karena saya ada pantang makan-makanan tertentu selama hamil, atau mungkin karena saya punya riwayat asma, semua ini masih dugaan sih, karena saya belum mengecek secara pasti apa penyebab alergi yang ditimbulkan pada Naqib. Nah sekarang bunda-bunda dirumah bisa semakin mengenali nih, kenapa anak punya riwayat alergi, karena telah hadir Allergy Risk Screener yang dipersembahkan oleh Nutriclub, tinggal isi keluhan yang dirasakan saja, setelah hasilnya keluar, lalu bisa dibawa pada dokter spesialis anak untuk ditangani lebih lanjut.

Post a comment

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)