Menu

Tuesday, 5 June 2018

/



Selama 4 tahun bersama Naqib, sudah banyak pendidikan karakter yang saya ajarkan kepadanya demi menstimulus tumbuh kembangnya. Hal ini saya persiapkan baik-baik agar ketika sekolah nanti Naqib tidak kaget dengan perilaku teman-temannya. Salah satunya rasa menumbuhkan empati, ini pelajaran yang sangat susah dan tidak diajarkan di sekolah prakteknya, kalau teorinya sudah tentu ada di buku Pancasila, tapi apa iya orang bisa menelan bulat-bulat teori sedangkan prakteknya saja tidak diajarkan? Terlebih baru diajarkan pada masa sekolah bukan pada masa emas dimana otak lebih bisa menerima, ini kan terlambat banget ya rasanya.


Pantas saja dijaman yang sudah maju ini menyerobot antrian, lalu rasa hormat pada orangtua, lalu empati pada korban kecelakaan rasanya seperti berkurang, korban-korban kecelakaan itu lebih sering difoto lalu dibagikan dimedia sosial dibandingkan ditolong terlebih dahulu. Saya nggak mau Naqib kayak gitu, bagi saya itu perilaku memalukan sebagai orang Timur. Budaya kita tidak seperti itu dulu.
Untuk itu ada 4 perasaan yang saya ajarkan kepada Naqib, agar Naqib merasa dia harus bersikap baik agar ketika 4 perasaan ini menghampiri temannya, dia berempati dan mau menolongnya, apa sajakah?

Rasa marah
Ketika marah, saya betul-betul marah, tidak marah yang pura-pura seperti banyak orangtua marah namun semenit kemudian bersikap lembut. Namun pada sikap marah kali ini saya menghilangkan betul keinginan untuk memukul, mencubit atau kekerasan fisik lainnya. Marah yang saya lakukan pada Naqib jika ia tidak menepati janjinya, berbohong atau melakukan hal yang sebetulnya di mampu bisa hanya saja malas. Ketika saya marah, saya mengomel, kemudian Naqib saya diamkan sekitar 30-1 jam agar dia bisa merenung, “Kalau misalnya aku berbuat demikian pasti ibu marah” hal ini mudah-mudahan akan terbawa ketika ia bergaul, “Kalau aku bersikap demikian, temanku bisa-bisa marah nih. Cara mengontrol emosi ini akan terbawa jika nanti Naqib besar, ketika teman-temannya berbuat tak wajar, Naqib bisa menjadi penengah.

Rasa sedih
Saya pun tak segan untuk menangis di depannya. Saya hanya menunjukkan, bahwa manusia juga punya perasaan sedih ketika melihat-menghadapi-melakukan sesuatu. Ketika saya menangis saya hanya ingin melihat apa reaksinya terhadap orang yang sedih. Sejauh ini sih kalau saya menangis dia akan merasa bersalah seolah-olah ada perbuatannya yang tidak menyenangkan lalu membuat saya sedih, padahal bukan karena itu hihihi.. pernah jga saat saya sedih berbagai ucapan ia lontarkan, “Bu jangan nangis, kalau ibu nangis Naqib sedih” pernah juga kaki saya keram tidak bisa jalan, saya meringis, kemudian dia berkata, “Bu, kakinya sakit ya, jalannya pelan-pelan aja bu. Ayo sini Naqib antar” sungguh saya merasa berhasil mengasah empatinya jika melihat orang sedih. Tapi cara mendidik anak laki-laki tentu saja berbeda dengan anak perempuan. Anak laki-laki lebih kaku mengungkapkan perasaannya, jadi tentu saja anak harus lebih diasah empatinya.

Rasa kesal
Kadang perasaan manusia susah ditebak. Semenit senang semenit sebal, dan kita nggak pernah tau kapan dan bagaimana hal ini terjadi pada manusia. Perasaan ini pun sangat sulit saya ajarkan pada Naqib, sebab dia belum mengerti perasaan manusia yang ingin diajak ngobrol ataupu perasaan manusia yang ingin ditinggal sendiri sebab merasa jenuh. Tapi diam-diam saya mencoba beberapa hal misalnya ketika saya bête saya bilang, “Qib..qib ibu bête, ibu pengen sendiri dulu. Naqib main dulu aja sendiri ya. Nanti kalau ibu sudah nggak bête kita main lagi bersama” namun yang namanya anak-anak yaaa.. pengennya main terus dengan ibunya hihihi…

Rasa bahagia
Perasaan ini sudah tentu berhasil saya uji coba pada Naqib. Dia mengerti betul apa yang dirasakan orang ketika bahagia. Ketika saya merasa bahagia, banyak hal kemudian yang ia tanyakan pada saya, banyak hal pula yang ia minta, dan hal-hal lainnya yang ia manfaatkan sebab rasa bahagia yang saya miliki.

Selain memberinya stimulus yang dapat merangsang tumbuh kembang anak agar maksimal, saya juga memberikan asupan bergizi. Setiap hari saya memikirkan berbagai macam olahan menu agar ia dapat gizi dan nutrisi yang baik. Tidak hanya itu Anak dapat tumbuh hebat dengan Tanggap yang lengkap selain didukung stimulasi dari seorang ibu, juga didukung oleh nutrisi yang tepat.

 
Bebelac dengan formula baru yang rasanya disukai anak

Bebelac baru dengan formula yang disempurnakan bantu dukung si Kecil tumbuh dengan tanggap yang lengkap, mengandung :

  • Minyak ikan dan omega 6 yang ditingkatkan, minyak ikan berfungsi untuk penambah nafsu makannya sedangkan omega 6 berfungsi untuk menyempurnakan kebutuhan nutrisi untuk otak. Siapa sih yang nggak kepingin punya anak dengan respon cepat. Selain itu, Omega 3 dan 6 penting sebagai nutrisi otak.
  • FOS:GOS 1:9 yang dipatenkan . FOS (Frukto Oligosakarida) dan GOS (galakto Oligosakarida) adalah 2 jenis prebiotik yang terdapat dalam ASI. Oligosakarida adalah jenis karbohidrat yang berfungsi sebagai metabolism di usus besar, sehingga mampu meningkatkan jumlah bakteri baik secara alami pada saluran cerna. Jika bakteri yang terdapat dalam tubuh baik jumlahnya, maka saluran cerna pada anak pun semakin sehat. Karena 80% imunitas tubuh anak terdapat pada saluran cerna, jika saluran cerna sehat, anak pasti akan mempunyai daya tahan tubuh yang baik
  • 13 Vitamin dan 9 Mineral, terdapat vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh si kecil agar tumbuh optimal

Oh iya, ada tips raising kid with tanggap yang lengkap loh bunda untuk menstimulus kemampuan si kecil dengan menekan tombol berikut >> Bebelac disini bunda bisa melihat ragam stimulus yang diberikan agar anak tumbuh hebat dengan tanggap yang lengkap. Selamat mencoba ya bunda J



20 comments

Ibu2 itu memang kadang suka membingungkan sih..Abis marah lalu anak dipeluk. Alhasil anaknya mengira ibunya pura2 marah. Asal marahnya jgn pake kekerasan fisik ya. Anak perlu ketegasan jg.

Reply

waktu pendaftaran sekolah anakku yang besar, ada ibu-ibu yang nekat menyerobot antrian, herannya dia malah bangga dan menganggapnya sebagai prestasi....
semoga anak-anak kita terhindar dari hal yang demikian...

Reply

anak saya jg minum susu ini...

Reply

memberikan susu yg tepat dengan kandungan gizi dan nutrisi yg lengkap bs menjadikan anak tumbuh tanggap yang lengkap ya

Reply

Aku jg bingung mengapa kalau ada kejadian kyk gtu dipoto ya.
Kalau aku kebalikannya lho, anak laki2ku lbh prasa, kalau yg cewek lbh cuek hehe.
Ya masing2 individu beda yaa. Btw itu susunya sama kyk susu anakku tos

Reply

hai abang Naqib, dah besar sekarang ya, masih malu malu gak kalau ketemu sama tante :-)

Reply

Keponakan saya di rumah juga lagi nyoba Bebelac lho, dan dia suka banget.

Tapi untuk bisa tumbuh dengan tanggap yang lengkap keponakanku masih butuh banyak tahapan dan stimulasi

Reply

Stimulasi yang saya berikan ke Azzam kelewat banyak kaya nya mba Manda :) super aktif banget, ga bisa diem. Alhamdulillah tumbuh jadi anak hebat juga saat ini :)

Reply

Setahuku ada 6 emosi dasar yang perlu anak pahami: sedih, senang, marah, terkejut, jijik, takut. Bener lho, anak harus paham emosi tersebut, saat apa menggunakan emosi yang mana.

Reply

Wah anaknya memang hebat ya habis susunya beneran mendukung banget seh... Terus berkarya ya dedek Dan buat mama bangga

Reply

wkwkwk... kalau aku marahnya beneran marah, trus kudiemin, klo dia sudah nyadar emaknya marah baru kuminta maaf biar dia sadar

Reply

Ya Tuhan mengerikan banget, iya semoga kita terhindar dari itu semua :(

Reply

iya bener banget, bisa bikin anak tumbuh hebat :D

Reply

nggak ngerti juga, mungkin era milenial yang orang kepingin banget bisa tenar dibanding nolong orang

Reply

Malu nih kayaknya cikgu, terakhir ketemu di kondangan ya kayaknya :)

Reply

bener, susu aja nggak cukup ya bun musti di stimulus juga :)

Reply

wkwkwk.. nggak papa bun yang penting dia responsif

Reply

Iya, jangan kebolak-bolak ntar hasilnya malah nggak bagus

Reply

Makasih ya tante :)

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...