Menu

Thursday, 14 September 2017

/

Dimana-mana yang namanya kuburan pasti syereeem yah, aromanya mistis dan nggak banget buat didatengin, tapi di Ambon ada nih kuburan yang bisa banget buat foto prewedding. Kuburan ini nggak ada serem-seremnya sama sekali, bisa buat tempat santai nyari inspirasi bahkan buat pamer foto-foto di medsos.

Ini adalah Taman Persemakmuran atau War Cemetery lokasinya di Tantui Ambon. Korban-korban yang gugur di perang dunia I&II dimakamkan disini. Sepintas dari jauh lokasi kuburan ini tidak tampak seperti kuburan, melainkan seperti lapangan sepak bola luas berlantai rumput basah, kalau kamu suka nonton India, bayangkanlah rumputnya seperti itu. Hijau dan indah, jadi kalau tiduran disini habis hujan bisa dipastikan kamu bakalan basah kuyub.
Coba cari mana kuburannya?

Ini kuburan jadi tempat wisata di Ambon :D


Luas War Cemetery sekitar 4 hektar (nah kebayang kan puasnya main bola?) sekitar 2.137 prajurit yang berasal dari PD 1 dan PD II dimakamkan disini. terdiri dari 1.092 tentara Australia, termasuk 694 anggota pasukan elit batalion 21, divisi II 'Gull Force', atau pasukan Infantri Australia (AIF). Selain itu 810 tentara Inggris, 186 Belanda, 30 India, dua Kanada, Selandia baru dan Afrika Selatan masing-masing satu dan 15 orang dari beberapa negara sekutu lainnya yang gugur saat berperang melawan Jepang di Ambon pada tahun 1941. Sedangkan yang bisa selamat dan kembali ke negara kanguru sebanyak kurang lebih 232 orang, ya kira-kira segitulah jumlah yang saya baca di situs antaramaluku.com.

Nih buat yang penasaran nyari-nyari kuburannya dimana

kuburan segede laptop dan ditutupi tumbuhan hijau gitu jadi saru kan ya?

di foto dari jarak segini juga mulai saru kuburannya

Banyak ya? Tapi beneran dari muka jalan nggak kelihatan itu bentuk kuburan yang banyak tadi, ya iyalah, wong nisannya hanya selebar leptop dan rapi berjejer. Kalau nggak dilihatin banget ya nggak bakalan nyangka itu kuburan. Nah, lain hal kalau ngeliat tempat ini dari dekat ya sama aja kok horornya wkwk.. kebayang itu tentara-tentara yang tangannya hilang, ditembak mati, atau anggota tubuh lainnya yang ikut hilang karena melawan tentara Jepang saat itu.
Di bagian halaman depan terdapat bangunan tugu peringatan yang memiliki dua pilar tinggi di pilar tersebut memuat nama-nama korban gugur lengkap dengan pangkat dan usia ketika mereka meninggal. Tapi diantara nama tersebut tidak semuanya terdapat di makam ini, karena ada beberapa jasad yang belum juga ditemukan.

Ini saya potret dari dalam angkot, kayak lapangan bola kan :D, sama saya dulu juga ngiranganya gitu :D

Tugu peringatan yang memuat nama korban-korban perang




Terdapat pula dua buah bangku panjang berwarna putih menghiasi halaman taman, bangku ini memiliki tiang dihiasi tanaman rambat, eh sumpah ini bangku keren banget, bisa banget buat foto Instagram, sayang waktu kesini Naqib cape bener, jadi buru-buru banget. Lagipula di bangku itu rame banget orang duduk, malu lah eike buat foto wkwk…
Anyway, dulunya tempat ini juga dijadikan kamp tahanan oleh tentara Jepang. Kisah sebelumnya tempat ini adalah kamp militer tentara Australia, mereka hidup damai dan bahagia disini, semua pun berubah ketika negara api menyerang, tentara Jepang kemudian mengubahnya menjadi tempat tahanan. Tetapi orang-orang Ambon yang baik hati sering memberi makan tentara-tentara Australia yang berada pada kamp ini diam-diam.

Ya Allah itu saru banget kuburannya, kayak laptop dijejer, cakep bener kan?

ini bagian pemakaman yg lain tetep cuma kayak taman bunga


Setiap tahunnya para keluarga korban datang ke Ambon untuk memperingati hari ANZAC Day, apa itu Anzac Day? Mengutip laman Wikipedia, Hari Anzac menandai ulang tahun kampanye pertama yang menyebabkan korban besar bagi Australia dan pasukan Selandia Baru selama Perang Dunia Pertama. Akronim ANZAC singkatan Australia dan Selandia Baru Army Corps, yang dikenal sebagai tentara Anzacs, untuk lebih jelasnya apa itu Anzac Day kamu bisa membacanya pada laman Wikipedia di siniOh ya, disamping makam terdapat sebuah rumah tempoe doeloe yang masih terawat, rumah ini biasa dipakai keluarga korban yang datang ke Ambon setiap tahunnya untuk berkumpul dan menikmati hidangan.

rumah lama yang suka jadi tempat ngumpul keluarga korban


Makam War Cemetery buka setiap hari, tapi mungkin sore tutup ya. Dan ada biaya  masuk sekitar Rp.3.000 per orang, walah ya kok murah bener untuk makam sebagus ini yah?
Dengan adanya makam ini, Ambon dan Australia mempunyai persahabatan yang kuat, ini juga terbukti kuburan tersebut dibantu pemerintah Australia untuk biaya perawatannya, makannya rapiiii bener ya. Nggak hanya itu, setiap tahun ada festival yatch, dimana yatc-yatch mini dari Darwin berdatangan ke perairan Ambon, disaat kapal-kapal mendarat itulah Ambon jadi ramai didatangi wisatawan dari Australia. Mungkin ada sebagian dari mereka yang juga ziarah ke makam War Cemetery untuk mengenang leluhurnya.

Foto prewed disini keren banget kan? hjau royo-royo



Tak jauh dari War Cemetery, pada sebelah kanannya terdapat kuburan umum masyarakat Ambon, tak jauh dari situ pula terdapat taman makam Pahlawan yang berjuang di tanah Maluku. Yeaah kalau lewat di sini malam-malam, pasti berasa kalau kita melewati beberapa kuburan, dan lokasi ini kalau malam sepiiii banget. Makin horror nggak sih :D, udahlah ini malam jum’at ntar pembaca mikir yang aneh-aneh lagi. Jadi, kapan mau main ke Maluku?

yang lagi kangen Maluku
Bekasi, 150917
18 comments

Kuburannya gak ada aura menyeramkannya ya, mb. Terang keliatannya. Jadi yang datang gak takut

Salam kenal dari Medan, mb

Reply

Kuburannya cantik sih ya. Kayak yang di Barat :)

Reply

bayangin kalo malam kayak gimana :D

Reply

iya ya pemakamannya malah instagramable. xixixixi. menarik juga untuk dikunjungi kalau ke Ambon

Reply

TPU mestinya begitu.. jd kesan angker, bersemak belukar jd ga ada lagi. Kalau, TPU itu singkatan Tempat Pemakaman Umum, jadinya Taman Pemakaman Umum. Iya seperti taman, ada kesan nyamannya

Reply

Wah istilah Anzac day baru tahu nih n juga Ambon &Australia punya hubungan kheseus sampe biaya perawatannya juga dibantu Australia. Tapi bagiku mau kuburannya rapi kek lapang sepak bola dg rumput hijau ttp serem bwt aku yang suka merinding mba hahaha..

Reply

Gimanapun cakepnya tetep aja kuburan.. Kalau saya sih ogah mba suruh foto di situ XD

Reply

Kira-kira kalau malam, kuburan tersebut jadi serem atau masih bagus?

Reply

Wakaka cakep tempatnya, tapi ngeri juga kalau foto prewedd mendadak ada orang ketiga

Reply

Salam kenal jga mba dari Bekasi :)

Reply

iya, soalnya buatan orang barat makannya jadi kebarat-baratan :D

Reply

Moga bisa kunjungan ke Ambon ya mba nanti :)

Reply

Hooh dan bisa buat selpih-selpih hehe :D

Reply

Wah jangan-jangan mama Aira bisa lihat ya yg gtu2 hiy..hiy..hiy..hiy

Reply

Dih, dia belum coba aja sensasinya, seru tauuu

Reply

Syerem, soalnya penerangannya kurang qiiqiqiqiqiqiqi

Reply

Lah kan cuma orang bukan setan hehe

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...