Menu

Saturday, 16 July 2016

/


Hai gaes, sudah pulang mudik ya? Bagaimana liburannya ketika bertemu dengan orang-orang tercinta dan sanak saudara? Mudah-mudahan bisa jadi penghilang rindu ya. Btw, kemarin pas mudik bagaimana? Apakah lancar-lancar aja selama di perjalanan, ataukah ikut ngedumel sepanjang perjalanan gara-gara terjebak macet karena penumpukan arus balik? Nah tips ini bisa kamu bookmark buat dibaca lagi menjelang lebaran tahun depan, depannya lagi dan lagi *iya kalau masih ada umur!* mudah-mudahan ada umur panjang ya gaes.., jadi bisa baca postingan saya lagi. Amiiin. Apa aja tipsnya, yuk disimak..


  • Mudik itu perlu persiapan waktu, jadi jika ingin terhindar dari macet yang bikin jengkel bisa pilih waktu-waktu yang tidak akan menimbulkan penumpukan kendaraan Nah biasanya H-3 itu paling padat merayap, kalau kamu ingin terhindar dari macet pilihlah waktu mudik sebelum H-3, ya bisa H-4 atau H-5, waktu cuti kantor ada baiknya digunakan sedikit saja untuk waktu liburan lebaran. Dari seminggu waktu cutimu, ambil 2 harinya untuk menghindari penumpukan kendaraan di jalan. Kan lebih  enak, udah nggak mikirin kerjaan ketika orang-orang masih pada kerja. “Yah, mana enak liburan pas Ramadhan”, sekarang gini deh, kalau semua orang mikirnya kayak gitu *pengen mudik mefet-mefet lebaran* dan tetep nekat berangkat ketika terjadi penumpukan kendaraan, ya sudah resiko tanggung saja sendiri. Setiap tahun peristiwa klasik ini selalu saja terulang, masak sih kita nggak mau ngambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa semacam ini? Capek hati nggak namanya? Dan, kita ini mau nyari kumpul dengan keluarga apa nyari waktu liburnya sebenernya?
  • Pergi setelah lebaran, saya pernah tuh mudik naik mobil dari Jakarta ke Solo. Orangtua saya bisa mengambil pelajaran dari dumelan orang-orang, bahwa kalau mudik H-3 itu bisa bikin sakit hati. Maka orangtua saya memutuskan untuk mudik pada saat perayaan idul fitri dengan niat shalat ied di jalan. Jadi kita berangkat subuh-subuh banget, sekitar jam 5an, selesai shalat subuh kita tancap gas. Di jalan, ketika ada yang menyelenggarakan shalat ied kita berhenti dan ikutan shalat disana, setelahnya kita melanjutkan perjalanan kembali. Alhamdulillah, naik mobil nggak ketemu macet sedikipun, perjalanan memakan waktu sekitar 14 jam, ini juga pakek leyeh-eyeh ngisi bensin, makan di jalan, pipis wah banyakan istirahatnya dah pokoknya, intinya kita tetep bisa silaturahmi tanpa terkena macet.
  • Sering-sering bukan internet buat nyari tiket promo, biasanya menjelang lebaran banyak banget maskapai yang berbondong-ondong untuk menarik hati konsumen, lalu situs booking online juga banyak yang melakukan promo, kenapa nggak kita manfaatkan saja hal ini. Seperti baru-baru ini Garuda Indonesia melakukan promo diskon sampai 70% pada rute-rute yang ditentukan, jadi ada kemaren tuh orang yang beli tiket yang biasanya sampai 1 juta lebih, pas ikut promonya dia cuma dapet harga 300ribuan
  • Nggak cuma maskapai yang melakukan promo, ada bus gratis yang memfasilitasi pemudik-pemudik bermotor dan ini rutin sekali dilakukan setiap tahun. Jadi pemudik yang mudik menggunakan motor tetap bisa keliling ke rumah keluarga mereka menggunakan motor pribadi. Cara daftarnya juga mudah, jadi pertama, pemudik mendatangi kantor dimana mudik gratis dilakukan, nah ketika sehari sebelum keberangkatan, motor diberangkatkan duluan, dan para pemudik diberangkatkan esoknya. Jadi ketika sampai di sana motor pribadi sudah menunggu
  • Kereta api juga banyak yang melakukan promo, kalau nggak salah PT.KAI pernah menggratiskan 100 kursi mudik. Dan banyak promo-promo lainnya yang sebenarnya memudahkan kita ketika mudik.
  • Mungkin alasan lain ketika mudik membawa kendaraan pribadi adalah ketika sampai di kota tujuan, kita bisa bebas keliling kota tanpa merepotkan sanak saudara, pinjem sana sini atau sewa sana sini. Nah jika tidak ingin terjebak macet, ya memang harus memperhatikan saran saya yang nomer 1 atau 2 itu solusi paling baik jika tidak ingin terjebak macet dimana pun. Karena orang-orang belum pada mudik, kita udah mudik duluan.
  • Yang namanya mudik itu pasti melelahkan, karena selain kita bawa diri juga bawa barang. Selain itu kita dalam kondisi sedang berpuasa, pasti sangat-sangat melelahkan. Jadi yang namanya mudik itu nggak sekedar mudik, kita harus menyiapkan banyak perbekalan menuju hari kepulangan. Jika kondisi badan sedang tidak fit, lebih baik ya jangan dipaksakan. Mungkin terkadang keluarga menanyakan kehadiran kita, tapi seandainya kondisi sedang tidak nyaman sebaiknya jangan menzolimi diri. Toh intinya mudik kan bersilaturahmi, bertemu dan melepas rindu. Jika  pulang dapat diganti hari lain, lebih baik pulang jika mendapat kesempatan kembali. Memang suasananya berbeda, tapi suasana hati orang yang kita jumpai tentu tidak akan berubah, mereka tetap akan merindukan kepulangan kita kapan pun kita bisa pulang, serius.. Dan kecanggihan zaman bisa membuat kita tetap dekat dengan keluarga, salah satunya video call, saat momen lebaran kita bisa melihat wajah-wajah orang yang kita kangenin. Memang suasananya berbeda, tapi setidaknya mengobati sementara. Ini jika memang tidak bisa mudik ya.
  • Nah untuk waktu pulang juga demikian, pilihlah waktu-waktu dimana orang belum pada pulang dan terjadi penumpukan kendaraan. Bisa juga pulang setelah orang-orang pada pulang mudik. Waktu saya pulang dari solo pada cerita diatas juga demikian, kita pulang saat orang-orang belum pada pulang jadi nggak kejebak macet. Berkumpul sementara dan temu kangen rasanya sudah cukup membuat kita silaturahmi. Kalau diturutkan ya rasanya ingin terus jumpa dengan keluarga, tapi ini adalah resiko pemudik kalau nggak mau kena macet atau penumpukan kendaraan.



Intinya dari semua ini, mudik jangan dipaksakan. Pilihlah waktu-waktu mudik yang bikin hatimu senang, senang dijalan, senang pas perginya, senang ketemu keluaga dan senang pas pulang. Semoga bermanfaat
26 comments

Mudik pas hari lebaran itu memang Perlu dicoba lagi yang tidak mau kejebak macet di jalan. Karena semua orang sudah di kampung masing-masing. Apalagi kalau bisa salat Ied di jalan. Hanya saja momen-momen silaturahim pagi-pagi yang biasanya kita lakukan tidak bertemu :)

Reply

mudiku anti galau bocengan motor sama yayang spanjang jln kita bhagia brdua hehehe

Reply

Iya. Zaman sekarang mah, Mudik pulang kampung itu emang harus dipersiapkan secara matang. Soalnya banyak kendala seperti macet dsb.

Begitu juga dengan mudik hati... Kita harus berpikir dua kali untuk melakukannya. Apakah kita siap untuk balikan dengan doi? Apakah kita siap untuk pulang kampung ke hatinya?

Reply

aku belum pernah sekalipun mudik, walaupun papa mama asli jawa. Hihi. Tapi keluarga suami masih suka mudik sih, mudah-mudahan ntar pas mudik bareng keluarga suami au bisa nerapin tips ini ya mbaaak. Hihihiii. Makasi sharingnya yaaaa :D

Reply

karena mudik memang mau senang-senang kalau saya mah...tp yang bikin mumet memang kemacetan yang sering tak terduga, pdhal sudah prediksi A ternyata di jalan hasilnya Z hahaha

Reply

Iya memang, tapi dengan mengunjungi keluarga besoknya Insya Allah semua kebayar

Reply

Uhuuuuk..bikin baper dah :D

Reply

Sudah kuduga, kalau baca komenmu pasti bawaannya baper :p

Reply

Yuhuuuu sama2 cyyyn

Reply

Dan kalau saya, jika ingin mudik bener2 hepi ya ikutin tips diatas ala-ala saya hihihi

Reply

Kakak perempuan saya mudiknya hbis lebaran

Reply

Goood.... ga kejebak macet kan?

Reply

Kebetulan aku gak mudik nih karena keluarga inti tinggal 1 kota. Tapi di hari pertama Lebaran kami keluar kota pakai kendaraan pribadi. Eh rupanya gak macet :D

Reply

Biarpun bikin capek body dan dompet org2 ttp semangat mudik, bahkan yg ga pernah mudik itu pgn mudik kyk org2, bawa koper, kardus,hehe

Reply

Sama, orangtua dan mertua tinggal di 1 kota, tapi yg bikin kita mudik krn kita merantau hehe, jd mau ga mau kudu pulang

Reply

Mudik abis lebaran tetap sajah macetos nomos akhirnya balik maning hahaha saya siy ga jengkel anak2 yang jengkel :D akhirnya baru mudik hari jumat abiz solat subuh alhamdulilah lancar e-dodoe pulangnya macetos nomos skrg saya yang jengkel hahahaha seninya mudik tapi ga kan kapok taun depan pasti mudik lagi :p

Reply

Kenapa nggak mudik pakai angkutan lain mba, pesawat misalnya?

Reply

yang namanya mudik pasti ngga bisa menghindar dari macet ya. Tapi macet, desek-desekan lah yang bikin mudik lebih ada sensasinya. Saya mah ngga punya kampung jadi ngga pernah ngerasain macet-macetan jelang lebaran. Pergi ke tempat sodaranya pas lebaran, alhamdulillah sepi.

Reply

Iya setuju sama semua poin di atas. Kalau aku sih sebisa mungkin usahain udah di rumah sebelum malam takbiran atau shalat Ied. Momen ketemu ibu atau ortu itu sakral saat sungkem ketika semua anak mencium dan merangkul mereka pas takbir berkumandang. Baru kemarin aja terjebak macet paling parah sepanjang sejarah sampai 56 jam dari Bogor ke Lamongan. Biasanya mah mentok 30 jam jadi pulang H-3 sudah cukup. Memang sih pulang bakda sholat Ied bisa jd solusi utk kurangi macet, tapi ya itu semua kembali ke opsi masing-masing pribadi. Before or after ied, yang penting usahain pulang kalau masih punya ortu sebab kepulangan kita lebih berharga dari segalanya. Cari Promo, harus itu hehe... ��

Reply

Mba Uci, saya mah paling menghindari mudik macet2an, apalagi desek2an itu nggak enak, bikin kesel malah jadinya bikin hati kotor karena ngedumel trus, makannya saya cari cara agar ga ketemu itu semua,

Reply

Iya mbe belalang *???* saya juga ngusahaian pulang setiap tahun walau terbang dr Indonesia timur ke Indonesia barat itu tiketnya aduhaaaaaai, makannya saya pulang setahun sekali jadinya, nabung cyyyyn

Reply

kalo saya seneng2 aja mudik mba soalnya bisa keluar dri rutinitas tapi kalo bareng suami suka buru2, karena liburnya dia cuma dikit :D

Reply

Kebetulan, tips mudiknya sudah saya laksanakan semua pada lebaran tahun ini

Reply

Nah iya sama, klo mudiknya deket sih bisa ya baik lagi kapan2, lah klo saya mba di Indonesia timur mau nggak mau mudik cumaa 1x setahun :D

Reply

Alhamdulillah klo nggak kena macet ^^

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...