Menu

Tuesday, 24 May 2016

/


Little India menjadi destinasi akhir perjalanan saya waktu ke Kuala Lumpur sebelum akhirnya balik lagi ke Tanah Air. Waktu yang mepet memaksa saya dan kawan-kawan untuk mempercepat langkah walau kaki udah kayak gedebog pohon pisang sangking gedenya wkwk..
Setelah dari dataran merdeka, kita kebingungan nyari Transportasi menuju Little India ini, sebab lokasi Little India ini yang menyempil dan nggak bisa cuma bilang, “Disono, disono” langsung tring nyampe.
Untung aja kita nemu  mahasiswi manis yang menjelaskan kalau mau ke Little India naik MRT dan turun di KL sentral, nah dari situ tinggal jalan kaki aja menuju The Little India. Okelah ya, akhirnya kita ikutin petunjuk si gadis manis itu. Mudah-mudahan nggak nyasar.


Waktu sudah menunjukkan pukul 2 dan temen-temen belum shalat, sedangkan saya lagi kedapetan haid waktu hari ke 2 di KL, nasiib..nasib -_-‘, waktu shalat mereka saya manfaatin buat selonjoran kaki di mushalla KL Sentral, waduh beneran segede gedebok pisang wkwk.. *mayan bisa pijet-pijet kaki* sedangkan saya lihat Bunda April tertidur dengan pulesnya, ih kok bisa ya?
Selesai Shalat kita keluar lagi, Mba Wiwiek udah pengen naik GOKL aja ketika nanya sama orang Little India masih jauh  *nggak semua bahasa melayu ternyata bisa sinkron dengan bahasa Indonesia. Selalu aja kita miskom hadeuh* untung aja kita nemu bapak-bapak berdasi paruh baya yang bilang kalau mau ke Little India cukup keluar dari KL sentral ini di bagian pintu depan, turun 1 lantai keluar pintu masuk dan jalan terus ke arah kanan
Sudah dong, kita ikutin saja alurnya. Kebetulan pas keluar pintu masuk ini, ketika nyebrang kita nemu rumah makan yang lagi-lagi menyediakan kare *seketika saya kangen masakan Indonesia T_T*, ya sudah demi mengisi perut saya pesan menu berbeda, kwetiau dan lagi-lagi di masak KAREEEEEE…!! Mamak.. bosan kali aku ni T_T
Selesai makan kita menyusuri jalan Masjid India, bau-bau ala Indianehe sudah menyeruak, 

Taman ini keren banget 

di sudut-sudut tertentu terdengar musik  India dengan cengkok yang khas. Toko-toko penjual kain sari mulai bertebaran, sejenak kita berfikir ‘Kayaknya ini Little India dah’ sambil iseng nanya-nanya kita mulai keluar masuk toko. Dan saya mulai lelah, kepikiran belum beli oleh-oleh buat orang rumah. Ternyata mengikuti petunjuk orang belum tentu juga berhasil sampai di lokasi.
Perjalanan masih berlanjut dengan menyusuri jalan sesuai arahan bapak berdasi tadi. Dan oow.. lorong habis dan kita cuma menemui beberapa ruko toko Indiahe, loh ini kok beda banget sama yang kita lihat di website ya.
Nanya lagi, dan Alhamdulillah sekali ditanya orang ini menunjukkan arah yang pas. Little India masih kudu jalan terus lagi sampe mentok. Olala… jauh juga ternyata ya. Memasuki kawasan Little India, kita dihadapkan pada taman dengan ornament sesembahan ala Hindu, ada penjual kue-kue di pinggir jalan juga.

Makanan khas India
Tapi entah kok saya nggak tertarik pengen nyicipin. Begitu sampai di lokasi saya nggak lupa mengabadikan momen ini bahwa saya sudah sampai di Little India wkwk yang fenomenal bikin betis saya tambah guedee.. padahal Little India ini nggak jauh beda kayak Mangga dua loh, serius :D
Kain sari ini dibandrol harganya lebih dari 300RM
Puas lihat-lihat saya memaksa teman-teman untuk segera pulang demi mengejar sebuah oleh-oleh untuk orang rumah, niat saya ingin mampir Chinatown sebentar . Dan bus RapidKL mengantarkan kami menuju stasiun pasar seni dengan membayar 1RM, murah kali bah. Hadeuuh kirain Little India macam apa, ternyata cuma macam mangga 2 aja :D



gapura-gapura ini yang bikin Little India begitu fenomenal

Rumah makan India banget

Apa ya ini namanya?


Di sini jual bunga-bunga untuk sesembahan gitu
Oh ya, little India ini termasuk kawasan Heritage di Malaysia loh. Kalau mau lihat suasana Little India yang bau-bau bombay gitu bisa dilihat dalam video di bawah. Jika kurang jelas coba kunjungi Youtubenya secara langsung dan jangan lupa subscribe ya ^^


Bagaimana cara ke sini?
Sebenernya Little India ini nggak jauh-jauh banget dari China Town, kalau mau naik mobil pribadi sih lebih deket, tapi kalau mau bikin betis segede pohon pisang juga bisa. Kamu kudu ke KL Sentral dulu, lalu keluar KL Sentral ini lewat sebuah mol *dan sayangnya saya nggak tau nama molnya apa* dari mol itu belok ke kanan dan jalan terus sampai mentok
4 comments

wah enaknya mbak manda jalan2 terus

Reply

Hihihi.. kebetulan ada rezeki lebih

Reply

wihhh saya baru nyobain yg di Singapura, kayanya di Malaysia lebih charming genjring genjring

Reply

wahahaha..hahaha.. lokasinya ini kecil loh, nggak tau yang di Singapur ya :D

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...