Monday, 2 March 2020

Yang lebih berbahaya dari virus corona adalah orang yang merokok di tempat umum




Apalagi orang tersebut merokok di samping ibu hamil, anak-anak, lansia, orang yang punya gangguan pernapasan. Terimakasih, karena anda telah membantu mereka menemukan penyakitnya lebih cepat atau mungkin ajalnya lebih cepat. Eh maaf kalau saya benar

Data dari WHO menyebutkan, orang yang terkena penyakit corona, 80% sembuh total, kamu bisa googling kalau nggak percaya atau saya mengada-ada, padahal penyakit ini belum ditemukan antivirusnya, dan ini adalah penyakit baru. Itu artinya, orang yang terkena virus corona, hanya perlu daya tahan tubuh yang bagus, dengan istirahat yang cukup, makan-makanan yang bergizi dan rajin beraktifitas. Dalam hal ini, sorry to say, saya nggak menyepelekan virus corona, tapi orang-orang yang diluar Kawasan China Mainland, kayaknya panik luar biasa dan menganggap ini virus yang sangat berbahaya, berasa kena bom nuklir gitu yang efeknya sampai radius puluhan kilometer, oke.. memang berbahaya karena banyak orang meninggal di China juga luar negara China, tapi coba deh dibalik parahnya kasus ini ambil berita-berita yang menyenangkan tentang berapa manusia yang selamat sebab virus ini, dari 3ribu yang tewas, 45ribu orang sembuh dari corona, data ini diambil dari 66 negara, dengan kasus di seluruh dunia mencapai 89.074 dengan angka kematian 3.048 orang. Dan total masyarakat yang sembuh dari corona berdasarkan dara arGis by John Hopkins CSSE sebanyak 45.110, itu artinya 50% orang sudah sembuh, ini kan angka yang bagus banget. Saya mikirnya, berarti ini virus memang berbahaya tapi kalau penanganannya tau dan tepat, kita bisa sembuh.

ga susah kan pencegahannya, kita semua bisa kalau menerapkan GERMAS 

Di Indonesia negara berlimpah sumber daya matahari, virus dan bakteri tidak kuat dengan sinar UV dari matahari dan suhu diatas 50 celsius. Di China, saat kemarin masih musim dingin dan masih minim matahari, orang-orang tidak bisa berjemur. Di Indonesia, melimpah sumber daya sayuran, buah-buahan, pangan, sebenarnya sumber imunitas tubuh terletak pada makanan yang sehat dan terjaga, perbanyak makan sayur+istirahat yang cukup dan olahraga. Ah iya, kata Kemenkes, kunyit, temulawak, jahe, jinten dan rempah-rempah lain itu semua adalah senyawa-senyawa penolak virus, dan sangat mudah didapat, bahkan harganya sangat murah sekali di pasar. Dari kesimpulan ini, Indonesia mungkin bisa saja terpapar virus corona jika imunitas kita rendah, tapi lebih cepat juga sembuhnya karena kita punya sumber daya alam yang sangat berlimpah, tinggal kitanya aja mau mengolah dengan tepat dan menerapkan pola hidup sehat atau nggak. Selain itu, Indonesia orang-orangnya rajin mandi, cebok pun dengan air pakai sabun, coba orang diluar Indonesia, cebok hanya pakai tissue basah, gimana virus nggak menyebar cepat. Tau di China, orang-orang buang hajat dibiarkan begitu saja, bahkan teman-teman saya yang pergi ke China nggak mau balik lagi karena WC disana jorok dan bau. Trinity, tau kan Trinity, mbak-mbak traveler itu? Dia bilang, dia kapok jalan-jalan ke China, karena disana dalam radius puluhan kilometer tercium bau pesing dimana-mana bahkan mbak-mbak yang haid buang pembalut begitu saja, anak-anak boker dan pipis disembarang tempat, orang-orang tua buang dahak dengan sembarangan dan tanpa aturan. Mungkin inilah salah satu penyebab virus menyebar dengan cepat, karena sanitasi yang kurang terjaga
Toh, Indonesia jadi negara kesekian yang terkena virus corona, saya sih berkesimpulan Indonesia masih rajin pipis dengan air, nggak meninggalkan hajat, suka cuci tangan, suka ambil wudhu bla..bla..bla.. dan mungkin sebab makanan yang sehat dan sumber matahari yang cukup kita punya daya imunitas yang baik
Virus corona menyebar dengan cara yang tidak disengaja, yakni lewat kontak dengan orang yang terkena virus, lagian orang yang terpapar virus itupun sebenarnya ada yang tidak tahu jika dalam tubuhnya terdapat virus corona, jadi memang tidak disengaja. Siapa yang pengen terkena virus, kan gitu. Jadi ya, saya merasa Indonesia bisa mengantisipasi penyebaran virus ini walaupun kita nggak punya alat medis secanggih China.

ini data sudah lama tapi seneng liat angkanya ternyata yg sembuh banyak

Tapi kalau orang merokok..? mari kita bahas
Orang yang merokok itu menghembuskan asap rokoknya dengan sengaja, nggak perduli di depannya ada ibu hamil, lansia, anak-anak, bagi mereka merokok adalah hak asasi -mbahmu hak asasi-, padahal orang yang kena corona aja pake masker agar virusnya nggak semakin menyebar, kenapa orang yang merokok menyebarkan penyakit dengan sangat sengaja? satu kandungan yang berbahaya dari rokok adalah nikotin, nikotin bisa merusak sel-sel di paru-paru dan berdampak buruk bagi organ lain. Sedangkan paru-paru itu untuk menghisap oksigen, bayangkan kalau alat pernapasan kita tertutup nikotin. Sedangkan oksigen saja bekerja untuk otak dan jantung. Selain itu ada zat beracun yang jika masuk ke dalam darah bisa merusak pembuluh darah. Bahkan dalam sebungkus rokok sudah dijelaskan, “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN, KANKER, IMPOTENSI, bla..bla” dan parahnya orang yang merokok ini melakukan kegiatan tersebut semuanya dengan sangat sengaja, bahkan tidak perduli, jadi sebenarnya siapa yang lebih gilaa?? Virus Corona yang tidak sengaja tersebar atau orang yang dengan SENGAJA menyebarkan penyakit melalui nikotin.

Efek terpapar rokok ini bisa aja nggak secara langsung terasa dalam tubuh kita, tidak seperti virus corona yang ketika terkena langsung terasa. Tapi orang  yang terpapar asap rokok efeknya bisa jangka panjang, bahkan seumur hidup. Kena corona bisa sembuh dalam 2 minggu, orang yang kena kanker apa bisa sembuh dalam 2 minggu, langsung mati bisa kali. Sorry loh ini kalo agak ngegas banget, Saya tuh kadang nggak habis pikir, orang begitu antipati dengan virus yang beneran bisa disembuhin dengan cepat, terbukti corona ini bisa disembuhin dan bisa dicegah, nah kalau asap rokok, itu tuh kalau kamu ngerokok ditempat umum, disitu ada 100 orang ngumpul, asapnya nyebar kemana-mana, masuk ke dalam 100 tubuh orang tadi, gimana cara nyegahnya coba? Ah, kesel kan.. apa kamu mau bertanggung jawab jika orang yang menghirup itu kemudian kena kanker paru-paru? Kanker mulut, kanker bla..bla..bla atau hipertensi atau sakit jantung? Pasti saling lempar tanggung jawab saya yakin, “Yang ngerokok bukan hanya saya kok!!” pasti kan gitu jawabnya. Nggak usah saya jelaskan selain kandungan nikotin yang berbahaya ada kandungan lain yang jika terhirup orang lain bisa sangat fatal akibatnya. Kalian bisa baca dan bisa googling.
Kalau orang yang terkena corona nggak mau memberikan virusnya dengan orang lain dan harus di isolasi, mereka pakai masker, dikurung, nggak boleh keluar, seharusnya orang yang merokok pun demikian, jangan bagi-bagi penyakit buat orang lain dong, nikmati penyakitnya sendiri, kalau perlu mati sendiri jangan ajak-ajak orang untuk menemukan ajalnya lebih cepat, jangan  merokok ditempat umum yang bisa dihirup ratusan manusia dalam waktu sebentar. Jadi jelas kan, kenapa saya bilang orang yang merokok itu lebih berbahaya dari virus corona? Orang yang merokok itu bagi-bagi penyakit, sedangkan orang yang terpapar virus corona nggak mau orang lain sakit. Jika pemerintah sudah ratusan purnama memperingatkan bahaya terpapar asap rokok, kenapa sih kita nggak mau dengerin? 

Makasih loh buat kamu yang pernah menyumbang asap rokok buat paru-paru saya..

1 comment :

  1. Mandaaaaaa kamu sangaaaaat menyuarakan yg aku rasa jugaaaaa ;). Aku juga benciii Ama org2 yg merokok di tempat umum, yg asapnya lgs kehirup Ama aku Krn kebetulan Deket dengan dia ... Pada ga tau apa kalo perokok pasif itu sama riskannya, bahkan katanya LBH riskan drpd perokok aktif. Aku ngerasain sendiri anak sepupuku meninggal , bayi, Krn papanya perokok berat. Okelah dia ga merokok Deket bayi, tapi bahan2 rokok yg tertinggal di baju ato ruangan, itu juga msh ttp bahaya kalo kehirup Ama bayi ;(. Sediiiih banget kalo sampe bayi aja udh jd korban dr orang2 yg merokok...

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)