Menu

Wednesday, 29 November 2017

/
dok : kompasiana


Ketika dapat materi ini saya seperti tertohok, betapa ternyata mungkin saya adalah salah satu manusia yang masih tidak perduli lingkungan. Padahal saya sudah berusaha mengamankan lingkungan sebisa mungkin seperti menyimpan sampah lalu membuangnya sampai ketemu tong sampah lagi. Tapi ternyata untuk menjaga lingkungan nggak cukup sampai di situ saja, masih banyak hal yang harus diperhatikan demi menyelamatkan lingkungan. Tapi saya yakin, sedikit banyak yang saya lakukan bisa menyelamatkan lingkungan walaupun hanya 0,01%nya saja.

Syir Asih Amanati, Program Manager, Greenation Foundation dalam materinya untuk peserta Danone Blogger Academy di gedung cyber 2 mengatakan, bahwa saat ini sampah-sampah di dunia sudah mencapai titik kritis, kalau tetap dibiarkan manusia akan makan sampahnya sendiri. Mengerikan,


Kenapa demikian?
Ketika kita membuang sampah sembarangan, tidak dipungkiri akan termakan oleh mahluk hidup misal ayam, ikan, bebek dll, hewan-hewan ini kan makan apa saja yang ada di lingkungan, emang dia ngerti makanan enak. Nah hewan-hewan ini kemudian dipotong kan? siapa kemudian yang mengkonsumsi kalau bukan kita? Dan ini kalau dibiarkan kitanya bukan tambah sehat malah nambah sakit T_T.
Waktu acara berlangsung mbak Syir memutarkan kami sebuah video singkat tentang sampah, bahwa di sebuah lautan luas ditemukan penyu yang susah sekali bernafas, ternyata setelah dikeluarkan benda tersebut dari hidungnya dengan paksa dan sampai berdarah-darah penyu ini menyimpan sedotan di dalam hidungnya, ini artinya sampah-sampah yang kita buang sem-ba-rangan entah akan melukai siapa nantinya. Sumpah, saya kalau ingat ini rasa lemes banget, nggak tega ngeliat penyu ini sampai nangis-nangis. Lihat video di bawah ini



Soal sampah juga ternyata ada tragedi yang memilukan di Indonesia, tepatnya pada tanggal 21 Feb 2005 di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa barat terjadi longsor dan sampah-sampahnya menenggelamkan dua desa serta menewaskan 156 warga, duh ngebayanginnya ini sampah jadi longsor, pasti susah sekali untuk cari korban. Semenjak peristiwa yang memilukan itu diputuskan Hari Peduli Sampah Nasional oleh pemerintah sebagai upaya mawas diri kepada masyarakat, agar tidak membuang sampah sembarangan atau minimal memanfaatkan sampah tersebut dengan sebaik mungkin. Karena, di Indonesia, sampah terbuang 120.000 ton sehari, bagaimana kalau seminggu, sebulan, setahun, akan jadi apa sampah-sampah yang terbuang itu, kalau kita tidak mengupayakan penanggulangannya?
 
dok : kompasiana, 
Selain sampah, ada pula hal-hal yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan sebetulnya ini sepele sekali, apa sajakah?
Asap pembakaran sampah
Kadang bingung ya, mau buang sampah tapi nggak diambil-ambil sama petugasnya, buang sampah sembarangan bisa menyebabkan dampak pencemaran air, tanah dll, akhirnya ya udah dibakar sajalah. Tapi ternyata, membakar sampah juga merupakan salah satu pencemaran lingkungan. Membakar sampah juga ternyata ada undang-undangnya dan bisa menyebabkan kurungan penjara, tapi sayang banget untuk yang satu ini beberapa kepala daerah kurang gesit dan kurang perduli. Akibatnya ya, masih banyak orang yang membakar sampah, -_-;

Asap rokok
Asap rokok juga salah satu yang menyebabkan polusi udara. Bahkan puntung rokok yang masih tersisa dan tidak dihabiskan butuh 10-12 juta tahun untuk mengurainya. Nah, serba salah kan? Ngerokok bikin sakit, nggak dihabiskan mencemari lingkungan. Ya mending nggak usah merokok ya gengs.. demi udara sehat dan jiwa yang sehat juga

Asap kendaraan
Jakarta adalah salah satu kota yang menempati urutan stress no 6 di dunia. Ini karena apa? Banyaknya volume kendaraan di jalan. Selain macet, buangan asap kendaraan ini memicu polusi udara, mungkin bisa dibilang Jakarta ini penyumbang polusi terbesar se-Indonesia. Lagian kenapa sih pada nggak mau pakai kendaraan umum? Kan selain mengurangi volume kendaraan, polusi udara sedikit menurun. Tapi fenomena ini lucu, banyak penduduk Jakarta yang ngeluh macet, polusi tinggi, tapi mereka masih aja suka bawa kendaraan sendiri, ini konyol nggak sih :D?

dok : kompasiana, siapa suruh datang Jakarta hahaha...

Sampah makanan
Perhatikan diagram dibawah? Pernah nggak membuang makanan? Jujur? Saya pernah, ketika saya lelah-lelah memasak, ternyata pak suami bawa makanan dari luar entah itu sisa rapat atau undangan. Ini mau nggak mau makanan yang ada dirumah kan jadi nggak kemakan, dan itu akhirnya terbuang. Antara nyesek dan sedih sebenernya pas ngebuang sisa makanan, mengingat masih banyak saudara-saudara kita yang tidak bisa makan. Tapi yang paling miris sih kalau datang ke undangan, banyak manusia-manusia serakah ngambil makanan banyak tapi nyatanya yang dimakan sedikit atau tersisa. Sampah makanan yang dibuang ini ternyata kalau dikumpulkan bisa untuk memberi makan daerah yang kekurangan bahan pangan. T_T… sedih banget kan.

dok : kompasiana

Dan masih banyak lagi lainnya hal remeh-temeh yang dapat menyebabkan polusi lingkungan dan masih bisa kita cegah agar tidak merajalela polusinya. Pertanyaannya, sudahkah kita memulainya dari diri sendiri? *plak*


Sebenarnya kita bisa kok menanggulangi sampah agar tidak banyak menumpuk dirumah dan minimal cara ini bisa menyelamatkan lingkungan dengan sangat sederhana, diantaranya :

  • Remind dan Repeat/Mengingat dan Mengulang
Jika kita punya kebiasaan baik, terus ingat. Misalnya menyimpan sampah di tas, lalu kalau sudah ketemu tong sampah buang. Ingat ini terus, jangan sampai khilaf dan akhirnya malah buang sampah sembarangan, atau kemana-mana bawa kotak nasi buat jajan yang kita incer, meminimalisir sampah plastik.

  • Reduce/Kurangi
Bergabung/mendirikan gerakan peduli lingkungan, Membuat Zero Waste Event, Pemakaian kertas print dan tulis bolak-balik, Membawa Tempat Minum dan Makan, Makan di Tempat, Tidak Pakai Sedotan/Membawa Sedotan Guna Ulang Sendiri, Menghabiskan makanan, menggunakan Saputangan, Jalan kaki/membonceng/Kendaraan Umum, Mencabut charger jika telah penuh terisi, menasehati teman, dan banyak lainnya yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, hal ini diharapkan dapat mengurangi sampah-sampah yang tidak diinginkan

  • Refuse/Menolak
Menolak saat ditawarkan menggunakan sedotan, jadi kalau minum pada wadah lansgung aja dihirup hahaha, tidak menggunakan stereofoam, jadi misalnya beli bubur bawalah wadahnya sendiri. dll

  • Reuse/Gunakan Lagi
Pilah sampah sesuai tempatnya (misalnya sampah kering dan sampah basah), sumbangkan barang yang tidak terpakai agar masih bisa digunakan. Mungkin bagi kita tidak berguna lagi, tapi bagi sebagian banyak orang, sampah ini bisa saja bermanfaat

  • Recycle/Daur Ulang
Membuat bank sampah, menjadi nasabah bank sampah, berkolaborasi dengan UKM untuk pengolahan sampah menjadi bahan seni dan fundraising.Sampah-sampah yang tidak terpakai tapi masih bisa digunakan bisa dikumpulkan di bank sampah, mana tau bisa menghasilkan nilai seni

  • Replace/Gantikan Membuat inovasi usaha eco sociopreneur  dari berbagai sumber daya
  • Recovery/Perbaiki Menanam kembali atau membetulkan barang yang rusak kembali agar bisa digunakan (jika masih bisa bernilai guna)

dok : kompasiana
5 sektor yang dapat membantu menanggulangi masalah sampah
  1. Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah
Pemerintah pusat bekerja sama dengan Pemerintah Daerah bisa menerapkan kebijakan-kebijakan terkait sampah, misalnya jangan membakar sampah di depan rumah, karena ternyata membakar sampah ini bisa menyebabkan polusi lingkungan. Dalam hal ini pemerintah harus tegas menindak yang melanggar.

  1. Tokoh Masyarakat
Tokoh masyarakat bisa mengedukasi masyarakat karena biasanya tokoh masyarakat paling disegani. Tapi kalau tokoh masyarakatnya jorok ya pasti bakalan ditiru juga sama masyarakat sekitar.  He…

  1. Media Massa
Media massa, misal blogger, koran, majalah bisa menulis terkait sampah dan dampaknya bagi lingkungan dan ini diharapkan bisa menyentuh para pembaca untuk peduli terhadap lingkungan

  1. Sektor Swasta
Sektor-sektor swasta bisa mulai memikirkan bagaimana caranya mengelola sampah menjadi sesuatu yang menguntungkan atau minimal mengedukasi masyarakat agar peduli terhadap sampah

  1. Masyarakat Sipil, NGO, dan Komunitas
Komunitas dapat bekerja sama dengan warga setempat untuk membentuk sebuah wadah atau komunitas peduli lingkungan, bank sampah misalnya. Dimana sampah-sampah yang terkumpul bisa menjadi barang layak pakai lagi.


Jika kita bisa berupaya sadar diri dan saling mengingatkan antara sesama dan jaringan pemerintah daerah, Insya Allah masalah sampah ini bisa tertanggulangi sedikit demi sedikit. Semangat gengs!
7 comments

aduh kok sedih banget sih itu penyu jadi tertampar sudahkah juga aku peduli lingkungan kadang hal-hal kayak gini kita anggap ga penting jutsru punya dampak yang besar dikemudian hari y mba :)nice reminder buat aku baca ini

Reply

Duh, apalagi yg tinggal di pulau kecil kayak saya mbak. Terasa miris setiap air laut surut melihat onggokan sampahnya. Rajin dikumpulkan pun, warga yg membuang sampah ke laut dengan santainya malah lebih banyak. :-(

Bener-bener butuh kesadaran dari diri sendiri, malah baiknya sejak sedini mungkin, jd ga kebiasaan hingga dewasa buang sampah sembarangan.

Reply

butuh semacam startup sih kalau menurutku, ini era digital soalnya

Reply

sampah..sampah tapi aku tetap gak ngerti sih ujungnya semua yg di recycle akan jd sampah,spertinya ajakan menggunakan sedotan, menggunakan brg2 plastik yg harus terus digalakkan, tp era modern semua ingin simple juga tantangan. kek org dl sampahnya dikit, krn makan pake daun kalo beli pecel, skr mah pake styrofoam hh

Reply

Sampah ini masalah banget ya mbak, saya ketergantungan Ama tukang sampah, padahal seharusnya mulai dari sendiri sudah bisa memilah sampah organik dan tidak sehingga sampah berkurang. Tapi kok Yo ga sempet. Setidaknya jangan buang sampah sembarangan biar nggak banjir.

Reply

Aku jg mulai mengurangi konsumsi plastik dg masukin semua belanjaan ke dam tas & nggak pake sedotan, kalo makan jg pasti dihabisin & lbh milih clean eating. Semua mulai dari diri sendiri.

Reply

Mengerikan emang sampah ini ya mbak, di tempatku Aceh Selatan tempat wisatanya berdampingan dengan sampah-sampahnya karena tidak dikelola dengan baik dan benar.

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...