Menu

Saturday, 23 December 2017

/

Ini era milenial, dimana lebih dari 100 juta orang menggunakan Internet di media sosial mereka. Itu artinya setengah penduduk Indonesia sudah punya akun di media sosialnya. Dan bisa saja seorang punya dua akun di masing-masing medsosnya. Kayak saya nih, saya ngaku punya dua akun facebook dengan nama yang sama, dulunya sih akun yang satunya buat jualan. Setelah nggak jualan akun yang satunya lagi,cuma buat nyebarin postingan blog, karena teman-teman di facebook yang satunya nggak ada yang saya kenal, lah buat apa berkomunikasi dengan mereka haha...

Nah sama nih kayak Instagram, dulu akun Instagram saya hanya untuk postingan yang nggak penting banget buat diposting, tapi seiring perkembangan waktu sebab follower saya naik di akun (@ndamandae) saya mulai memfokuskan pada endorsement dan aktifitas saya yang berhubungan dengan event, sedikit tentang jalan-jalan atau ada kegiatan keluarga tapi nggak yang alay-alay juga.
Seiring waktu pula saya kemudian mikir, ya ampun ini postingan kok ya berantakan banget, saya pengen punya akun khusus yang mencirikan hobby saya yaitu traveling dan fotografi, ya udah akhirnya bikin satu akun lagi yang khusus buat fotografi dan traveling (@catatan.amanda) dan akun ini nggak akan saya buat endors diluar jalan-jalan dan fotografi. Tapi kalau akhirnya ada yang naksir akun tersebut untuk diendors saya hanya memfokuskan untuk traveling nggak untuk produk lain. Di akun ini saya hanya mau di add, makannya followernya kayak keong :D

Nah ini akun saya yang khusus fotografi, boleh di follow kakak...

Nah dari kasus diatas saya berfikiran, kayaknya penting banget ya mencirikan diri sendiri di medsos, saya ingin orang mengenali diri saya walaupun hanya lewat media sosial terlebih instagram, dan seperti yang dikatakan kak Ashari Yudha dalam diskusinya di Coffe Paste daerah Grand Galaxi Park pada hari senin 18 Desember 2017 kemarin. Kak Ashari ini menyampaikan materi yang bertema ‘Explore Indonesia And Grow Your Social Media With Prime 7’ dalam materi ini kak Ashari bilang, “Sudah saatnya blogger menata media sosial mereka, agar brand lebih tertarik untuk menjadikan mereka salah satu influencer” oke baiklah.. seperti apa sih materinya, simak yang dibawah ya ….

Ngambil gambar jangan asal jepret
Apa yang kita posting itulah yang mencirikan diri kita. Kita demen banget posting foto alay, wah ya ketahuan kepribadian kita alay juga wkwk.. jadi jepret jangan asal ya? Bener banget.. kadang Brand atau pencari iklan dalam mencari influencer akan melihat akun media sosial kita lebih dulu dalam menawarkan produk, kalau media sosial kita aja sudah nggak menarik, kayaknya brand akan ragu menawarkan produk-produknya ke kita, maka dari itu ada beberapa tips dalam pengambilan foto agar feed Instagram kita menjadi hidup, dan lebih menjual diantaranya :

-          Foto dengan objek akan membuat foto lebih hidup dan menarik
Kadang ada orang yang foto hanya gambarnya aja karena foto dengan disertai orang dianggap mengganggu. Tapi menurut kak Ashari foto dengan objek akan membuat gambar malah lebih menarik. Dan misalnya kita liburan ke suatu tempat tidak dianggap hoax, karena ada objeknya hehe... tapi itu balik lagi ya ke selera masing-masing. Kalau saya jujur nggak suka pakai objek, biar gambar itu lebih natural

-          Dalam mengambil foto komposisi dan angle dangat penting karena dapat membuat kualitas foto kita menjadi bermakna Dan ada beberapa tekhnik pengambilan foto menggunakan metode tersebut, diantaranya :
1.      Rule of Third, kamera hape sekarang sudah canggih nih, sebelum mengambil gambar pada layar suka ada tuh tiga baris horizontal dan vertikal yang kemudian membagi layar dalam 9 kotak. Itu kita bisa manfaatkan dalam meletakkan objek. Nah kata kak Ashari, gambar yang keren ketika kita bisa menempatkan objek di salah satu garis. Contohnya seperti di bawah :



2.      Symmetry
Memotret dengan cara simetri adalah ketika objek gambar harus seimbang komposisinya antara objek yang diatas dan dibawah. Misalnya kita ingin memotret gunung dan sawah, antara gunung dan sawah harus seimbang gambarnya 50:50 gunungnya nggak kebanyakan sawahnya juga nggak kebanyakan, contohnya seperti di bawah :




3.      Perspective/Leading Lines
Menurut saya ini tekhnik pengambilan foto yang agak rumit ya, karena kita harus mengambil foto dalam satu garis lurus, dimana objek yang ingin difoto lebih mengecil dibanding tempat atau posisi kita berdiri. Contohnya seperti di bawah :



4.      Framing
Nah yang ini kayaknya yang paling gampang, karena benda di sekeliling kita dapat dijadikan frame atau bingkai untuk objek yang ingin kita foto, contohnya seperti di bawah



5.      Potrait
Dimana objek foto, lebih difokuskan dari backgroundnya, contohnya seperti dibawah :



-          Moment dalam mengambil gambar juga dapat membuat gambar lebih bercerita dan lebih hidup, misalnya foto diambil dalam keadaan candid

Foto di edit boleh nggak?
Boleh aja, untuk dicerahkan gambarnya, yang nggak boleh itu kalau editingnya kalap dan maruk. Jadi foto bisa saja kehilangan gambar aslinya. Dan gambarnya malah jadi kelihatan norak, ini bahaya banget kan. Misalnya foto kita udah cantik, dipoles pake 360, dicantikin lagi pakai snapsheed, di editing lagi pakai fitur yang ada di Instagram, buset banget dah :D

Ini pemateri yang ternyata anak Genpi Jabar :D dunia sempit

Materi kedua ini tentang sosial media yang berhubungan dengan gambar
Nah, karena foto-foto yang dihasilkan sudah keren, diperlukan ketelitian dalam membuat konten sosmed. Jangan asal posting, mungkin kalau kita bukan blogger nggak apa sih foto burem sekalipun di posting. Atau foto yang sebenernya remeh temen di posting, ini nggak apa-apa banget. Tapi kalau misalnya kita sudah berhubungan dengan klien atau agency seenggaknya postingan di Instagram lebih mencirikan diri kita agar lebih menjual. Kak Ashari misalnya punya 3 akun instagram, yang satu buat lomba, yang satu buat pribadi dan yang satunya lagi buat brand. Karena kak Ashari nggak mau mencampur kepentingan diri sendiri dengan pekerjaan. Biasanya akun-akun unik ini yang lebih dicari brand, semakin unik dan informatif akun Instagram yang kita punya, nilai jualnya akan lebih tinggi. Selain itu agar follower kita tetap terjaga diperlukan ‘silaturahmi’ diantaranya, saling komen, follow, like dan mau menjawab inbox

Saatnya menjual diri
Wkwkwk… ini tuh bukan dalam arti yang negatif ya. Menjual diri disini misalnya kita sudah keren instagramnya, sudah banyak followernya, boleh nggak sih kita menjual akun kita pada brand? Boleh banget, kenapa enggak. Asal jangan lupa hal berikut :

-          Bikin bio yang sederhana
Kan kalau di Instagram suka ada biodata singkat tuh dibawah foto, usahakan kalau ngasih bio yang misterius, jangan terlalu singkat-padat dan jangan terlalu mengharap endorsement misalnya ‘menerima endors’. Cirikan yang menjadi pekerjaan kita saat itu misal, ‘Traveller 35 negara, blogger, teacher, hobby kuliner, etc’ wah jelas singkat padat
-          Hastag dan caption
Sekarang banyak orang di media sosial mencari sesuatu dengan menggunakan hastag, maka ketika memposing gambar jangan lupakan hastag, ini bisa menaikkan follower juga menjaring pertemanan. Caption pada gambar juga jangan terlalu singkat, bahkan nggak ada captionnya sama sekali, kadang kita mikir kalau akun instagram kebanyakan caption yang baca bĂȘte, eh ternyata caption pada gambar ada segmentasi pembaca sendiri-sendiri. Jadi, kalau kamu suka nulis panjang pada postingan foto biarkanlah terjadi secara natural. Biarkan orang yang nggak suka pada tulisanmu, tapi pertahankan orang yang suka membaca caption panjangmu *apasih.
-          Business card
Sebagai blogger kita perlu membuat kartu nama agar dapat menjaring pertemanan seluas-luasnya. Tukeran kartu nama saat acara ini bagus banget yah.
-          Mediakit/ratecard
Ketika mengajukan proposal tidak dipungkiri jika kita memberikan profile kepada brand. Usahakan bikin yang sangat menjual dan lebih terperinci, misalnya berapa akun sosmednya, berapa followernya, apa saja prestasi yang pernah kita dapatkan, sudah bekerja sama dengan brand mana saja. Ini ternyata harga lebih kalau kita mengajukan penawaran pada brand.

Sudah coba Polytron Prime 7?


Kalau kita memang berniat menjual diri di sosmed dan menarik minat brand, sudah saatnya kita bisa membedakan mana akun pribadi dan akun bisnis. Semoga bermanfaat ya gengs!
30 comments

Nicr tips kaka tapi kalo saya masih dibawa santai, instagram saya seputar art, passion and less selfie kecuali lomba hahah masih dicampur sih soalnya orangnya setia wkwkwk

Reply

Aku coba pakai trik-trik itu, memang ampuh banget. :D

Reply

Kalau aku mungkin dr foto tapi ngak niat branding di IG sih kak, biar orang pada klik link blog aja jd IG nya dibikin agak bagusan dikit hehehhehd

Reply

Kalau kita follow orang di Instagram, harapannya sih yang difollow mau folbek. Tapi itu susah banget, perbandingannya 4 : 1

Reply

waaah makasih tipsnyaa!

Reply

wah bermanfaat banget kak tipsnya, makasih ya..

Reply

izin sedot ilmunya ya mbak, hihi.
salam kenal, makasih sharingnya

Reply

Wah teknik ambil fotonya sungguh sangat membantu! Salam kenal yaaa :)

www.niiasantoso.com

Reply

Wah keren tipsnya. Tapi kadang suka ga bisa nahan diri buat ga posting foto alay, wkwkwk :D

Reply

Kak.. mau belajar lebih dlm ttg fotografi donk...

Reply

Sepakat banget sama tulisan diatas. Karena media sosial kita adalah semacam gambaran tentang diri kita dan tentunya kita nggak mau keliatan jelek di mata orang. Saya juga menerapkan beberapa tips diatas di aku instagram saya. Salam kenal :D

Reply

lagi pengen banget nambahin follower sampai 10k biar bisa pake fitur "swipe up" "swipe up" wkwkkw *malah curhat

Reply

asik banget tipsnya manda.. makasih yooo...

Reply

Yaudah follow IG aku klo gitu di @alidabdul

Reply

Aku buka IG nya catatanamanda. Ih fotonya bagus-bagus banget kak!
#LangsungFollow :)

Reply

selamat setia mbak, tapi aku udah nggak betah liat IGku dicampur2 :D

Reply

Nah, bener kan? :D

Reply

Nah itu juga nggak apa2, asal isi IGnya yang berfaedah dikit hihihi

Reply

wkwkwk... yang di follow siap dulu, klo temen masak iya nggak mau folbek hehe

Reply

hai, salam kenal balik :)

Reply

Wah saya jga baru belajar, piye ki heheh

Reply

Iyes, bagus kalau begitu... salam kenal balik ya :)

Reply

makasih udah follow, tapi ga tau nama akun kamu siapa d ragu mau folbek

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...