Menu

Friday, 12 August 2016

/

Perdana terbang dengan Batik Air ini waktu saya kembali ke tanah rantau di Ambon. Waktu itu nggak ada harga tiket semurah Batik Air, kalaupun ada ya itu si tukang Delay alias kakaknya Batik, jadilah akhirnya kami sekeluarga pulang dengan Batik Air. “Tenang aja fasiliasnya sama seperti pesawat yang biasa kita naiki” begitu kata suami saya menghibur. Karena kan penerbangan Jakarta-Ambon ini panjang banget ya, 3,5 jam boo!! Kalau buat nulis bisa dapat 15an halaman itu, lebih bahkan. Nah biasanya saya naik pesawat yang ada layar sentuh di setiap bangkunya. Tapi karena Batik Air lebih murah dan ada fasilitas tersebut, ya udah dong saya lebih milih Batik Air. Sebagaimana kebutuhan konsumen, maka produsen kudu mengikuti keinginan konsumen kan ya? Kerennya Batik mau berinovasi dalam hal ini.

Oh ya Batik Air ini satu manajemen dengan Lion Air yang kalau kata orang-orang ‘Si singa tukang delay!’ yang saya sebut tadi kakaknya si Batik hehe…, tapi meskipun satu manajemen, Batik Air nggak sejenis dengan Lion yang suka delay. Ya ibarat anak kembar, meskipun identik sekalipun pasti sifatnya berbeda kan, sama halnya dengan Batik, meskipun dilahirkan dari ‘rahim’ yang sama dia ini sangat-sangat ontime dalam hal keberangkatan.

Ngantri ya mas...
Saya inget banget waktu mau pulang kampung dari Ambon ke Jakarta, padahal kita terbang itu jam 12.15 kalau nggak salah, nah ada waktu buat makan dong sebelum itu, karena Naqib pasti bakalan laper kalau nggak makan. Nyantai nih jam 11.20 kita pesen makan, masih ada waktu lama. Biasanya pesawat bakalan boarding 30 menit sebelum keberangkatan, tapi pas kita baru mulai makan ada pemberitahuan bahwa Batik Air bakalan boarding, ebuset.. belum juga 30 menit sebelum berangkat udah dipanggil aja. Dan akhirnya kita makan terburu-buru dan lari-lari mengejar boarding. Ga seru banget tapi seneng sih pesawat beneran berangkat jam 12.15 bener sesuai waktu yang tertera. Nah, pas balik lagi dari Jakarta ke Ambon gitu juga, sekitar 40an menit sebelum berangkat kita sudah disuruh naik pesawat, padahal masih lama juga terbangnya -_-, dan prepare keberangkatan Batik air ini yang saya suka. Gara-gara prepare keberangkatan ini, di pesawat kan kita lama ya nunggunya, saya bisa nonton film 15 menitan sebelum berangkat. Nah jadi bayangin aja, dari sebelum keberangkatan sampai saya tiba di tujuan bisa nonton 2 film dengan durasi 90 menitan setiap filmnya. Tapi nonton 2 film nggak pernah sukses, karena Naqib nggak bisa diem kalau naik peswat, bahkan turbulensi aja dia loncat-loncat dan minta makan. Ya Allah kalau saya mah udah pengen pingsan aja itu..

Banyak Filmnya, dari mancanegara sampai tanah air, ada games dan musiknya juga
Oh ya saya lupa, Batik pernah delay selama 15 menit, ini juga karena ada penumpukan penumpang. Waktu itu saya transit di Makassar, kalau nggak salah cuaca buruk pada saat itu di Ambon jadi sepertinya pesawat memilih transit daripada terbang langsung dari Jakarta ke Ambon. Nah pas transit juga dikasih tau, pesawat delay nggak bakalan lama, hanya 15 menit karena pesawat ngantri terbang. Dan bener 15 menit kemudian pesawat boarding. Nah ini artinya walaupun delay, Batik berusaha untuk ontime dan nggak ngecewain pelanggannya.

Di dalam kelas Ekonomi bangkunya juga nggak terlalu sempit, jadi bisa selonjoran semisal cape, apalagi saya kan punya anak kecil yang nggak bisa diem, saat terbang itu saya manfaatkan buat nidurin dia *biar saya bisa nonton gitu* nah kalau bangkunya sempit saya kesusahan banget buat bikin dia nyaman. Selain bangku yang lega, ada majalah yang bisa dibaca selama penerbangan, saya pengen banget bisa ngisi dan menjadi bagian dari Batik ngisi di bagian Travelnya, mudah-mudahan next saya bisa ngisi di Batik deh.. oh ya menu-menu di Batik juga lumayan enak tapi sayang kurang bervariasi, mungkin Batik bisa menambah menu dan minumannya kedepannya, biar penumpang turun lebih kenyang hehe :D
 
Teman lain selama perjalanan


Fasilitas kelas ekonomi
Untuk fasilitas di kelas Ekonomi, batik air menyediakan free 20KG bagasi, tempat duduk 32 pitch, makan dan TV layar sentuh di setiap bangkunya. Ada pula soket USB kalau hapemu lowbat, kan lumayan ngecas 1-2 jam perjalanan. Tapi kelas ekonomi nggak menyediakan earphone ya, jadi buat kamu yang naik kelas ekonomi wajib sedia earphone kalau pengen nonton, kalau nggak ya beli, kalau nggak salah harganya sekitar Rp.25.000an 
 
Waktu transit di Makassar :)


Fasilitas kelas bisnis
Di kelas bisnis, counter check-innya khusus, jadi kita nggak perlu antri buat nunggu dan tentunya dibantu dengan duta Batik Air, si mbak-mbak kece atau mas-mas caem, jadi kalau ada masalah mereka yang ngurusin, kita tinggal duduk syantik menunggu proses check in. kelas bisnis menyediakan free bagasi 30KG, tersedia pula ruang tunggu khusus kelas bisnis, disini kita bisa ngopi-ngopi, baca koran bahkan bobo sebentar sebelum waktu keberangkatan.
Di pesawatnya sendiri penumpang kelas binis bisa duduk kursi yang nyaman dan luas *45 pitch*, makanan yang lebih beragam menunya, dan TV layar sentuh di setiap bangku

Bangku yang legaaa...
Rute penerbangan batik air juga mulai diperluas seiring permintaan konsumen terhadap transportasi udara mulai Banda Aceh sampai Papua, jadi siapapun sekarang bisa menikmati penerbangan dengan Batik Air. Dan karena Batik air sekarang harganya ada ditengah-tengah dan selalu ontime, saya dan suami memutuskan untuk always memakai Batik untuk setiap penerbangan.
2 comments

Belum pernah makai Batik Air, mog ada kesempatan. Denger2 lumayan ratenya ya mbak?

Reply

Iya mba murah, dan pelayanannya baik :)

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...