Menu

Friday, 30 March 2018

/




Saat pindah ke Ambon usia Naqib belum genap 2 tahun. Saya pun harus kembali berjuang, mempelajari semuanya sendirian. Bagaimana tidak, ketika di Bekasi air sangat mudah didapat, di tempat baru ini air mengalir hanya 3 hari sekali. Ketika makanan dan warung makan sangat dekat di Bekasi, di Ambon kami harus pergi dulu menggunakan motor. Banyak hal-hal baru yang kemudian kami pelajari lagi padahal 2 tahun yang lalu saya pernah tinggal disini, tapi tentu saja belum ada bayi jadi hidup tidak terlalu disiplin, termasuk kemudian mempelajari pola makan Naqib. Biasanya saya hanya tinggal makan, sekarang saya harus mengolahnya sendiri, tak jarang kami beli makan karena tukang sayur kadang tak lewat sementara pasar sangatlah jauh.

Entah kami kurang menjaga kebersihan, atau cara mencuci perabot dan sayur yang tidak bersih suatu hari Naqib terkena diare. Sebagai ibu baru yang belum memiliki pengalaman banyak seputar mengurus anak, apalagi tinggal di tanah rantau, menangani anak diare tentu saja membuat saya panik. Saya harus bertanya pada siapa, karena saya tidak berani menggunakan sembarang obat, mengingat Naqib masih kecil, pasti pencernaannya masih sangat rentan.
Beruntung saya juga memiliki tetangga-tetangga baik yang sudah seperti saudara, suatu hari tetangga saya menangkap hal yang tidak wajar, “Bang Naqib kenapa tidak keluar seharian ini?” sahut tetangga saya yang bernama mba Esti. Ya, dulu di tanah rantau ritual sore kami adalah berkumpul di depan rumah dan saling bertukar cerita, sementara anak-anak bermain dengan teman-teman sebayanya. Melihat Naqib tidak keluar main dari pagi, membuat tetangga bertanya-tanya, “Naqib kena diare mba” sahutku, “Saya bingung nyembuhin Naqib pakai apa ya? Mba punya resep tradisional nggak? Saya nggak berani ngasih Naqib sembarang obat. Kalau Naqib diarenya makin parah, mungkin besok kami ke dokter”
“Oh.. obat diare mah mudah mba, dirumah ada kunyit?”
“Ada mba”
“Sini tak kasih tau resepnya”

Apa saja penyebab Diare?
Sebelum membahas resep ampuh diare yang diberikan tetangga saya, ada beberapa penyebab diare yang saya rangkum selama saya menangani anak yang terkena diare diantaranya :
  • Alat makan yang tidak bersih
Saya mengakui, ketika tinggal di Ambon saya tidak mencuci perkakas makan di air yang mengalir. Mencuci di air  mengalir hanya bisa dilakukan ketika air menyala, selebihnya hanya dibasuh-basuh saja dan kemudian dibilas kembali di ember yang bersih. Yang saya khawatirkan, ada bakteri e-coli yang menempel di perkakas dan terbawa hingga ke perut dan menyebabkan anak menjadi diare
  • Makanan yang tidak cocok
Sewaktu pindah, banyak resep-resep baru yang saya pelajari, ketika sebelumnya hanya tinggal makan, karena ibu saya yang memasaknya. Mungkin perut Naqib kembali belajar mencerna bumbu dan rasa, atau mungkin masakan saya yang tidak enak he.. Sehingga ketika ada makanan yang tidak cocok (terlalu manis ataupun terlalu asin) perutnya tidak bisa terima, karena pencernaannya masih sensitif
  • Lingkungan yang tidak bersih
Bisa saja saat tubuhnya sedang tidak sehat, Naqib tertelan debu yang menempel sebab saya kurang bersih dalam berbenah. Dan akhirnya Naqib terkena diare. Atau ketika main di luar, tak sengaja Naqib memasukkan tangannya yang kotor ke mulut

Naqib saat sehat, lapangan merdeka Ambon

  • Stress
Diare pun bisa timbul akibat stress sehingga mempengaruhi pola makan. Mungkin saat itu Naqib masih adaptasi dengan lingkungan yang baru, lalu bisa saja karena tak betah stress menjangkiti. Kita sebagai orangtua tak pernah mengerti bagaimana anak kecil stress.
  • Perubahan iklim
Perubahan iklim yang sangat ekstrim rupanya bisa menjadi pemicu. Ambon terkadang memiliki iklim yang tak jelas. Ketika panas cuacanya bisa sangat panas, saat musim hujan cuacanya bisa sangat dingin sekali. Perubahan iklim pastinya mempengaruhi kondisi tubuh, makanan yang panas jika lama terpapar udara luar akan membuat rasanya menjadi dingin. Sedangkan saat makan butuh waktu lama untuk menyuap anak, bisa jadi makanan dingin inilah yang membuat perut beradaptasi
  • Obat-obatan
Ada beberapa obat-obatan yang tidak cocok dengan kondisi perut anak ketika mengkonsumsinya, dan ini pun bisa menyebabkan diare

kalau Naqib diare, ibu sediiih banget :(

Bagaimana cara penanganan diare pada anak?
Selama Naqib diare tentu saja saya melakukan banyak hal untuk meminimalisir tinja yang keluar lebih banyak. Atau meminimalisir tubuhnya tak terhidrasi, sebab Saya pernah mendengar kisah-kisah orangtua yang telat menangani diare anak-anaknya. Ada yang beberapa anaknya sampai meninggal, ini tentu saja menjadikan pelajaran bagi saya si orangtua baru.
Untuk itu ketika anak terkena diare saya berusaha secepat mungkin mencari tau bagaimana menanggulangi, nah berikut langkah-langkah yang saya lakukan agar anak tetap fit selama diare :

  1. Setiap setengah jam, Naqib saya beri air putih
Sebab diare, tubuh akan mengeluarkan cairan lewat anus, maka asupan cairan harus lebih banyak dari yang keluar. Tidak hanya melalui tinja tapi anak yang terkena diare cenderung berkeringat. Jadi mengantisipasi hidrasi saya selalu mengingatkan Naqib untuk selalu minum air

  1. Jika enggan minum air putih, Naqib saya berikan jus/susu
Mungkin air putih tak memiliki rasa sehingga anak cenderung tak suka. Kalau Naqib sudah menolak minum air putih yang saya lakukan adalah membuatkannya jus atau membeli jus kemasan (UHT) dengan rasa yang dia suka, tidak asam dan tidak memancing sakit perut. Biasanya saya memberikannya rasa jambu atau leci. Jus yang manis akan menambah energi untuk anak pula. Tak ketinggalan, susu pun saya berikan, agar nutrisi tak hilang dan perut tetap terisi walaupun dia malas makan atau menolak makan tak banyak

  1. Memasak makanan berkuah
Selain memberinya banyak air saya membuatkan makanan berkuah untuk Naqib. Agar cairan tak hanya masuk dari minuman, tetapi dari makanannya juga. Selain itu makanan berkuah juga lebih mudah dikunyah dibanding makanan dengan lauk kering. Ini memudahkannya dalam mengkonsumi makanan

  1. Tidak memberinya makanan yang memancing diare
Agar diarenya tidak semakin kronis, saya tidak menambah-nambah hal yang membuatnya semakin terkena diare. Makanan yang memancing diare biasanya makanan yang terlalu masam, terlalu pedas, baunya tajam dan mengandung kafein. Selama Naqib diare makanan yang saya berikan hanya berupa nasi lembut, telur, sup, untuk sayur hanya bayam (karena daun bayam mengandung zat besi tinggi), ikan, daging atau ayam. Saya pun tidak memberinya makanan yang bersantan dulu, karena konon katanya santan dapat mencederai usus.
Saat sakit pun saya berusaha agar nutrisinya Naqib tetap terpenuhi. Semakin baik nutrisi yang masuk, tubuh akan punya antibodi yang kuat. Saya pun tidak memberinya makanan yang mengandung MSG, jika ingin ngemil biskuit gandum adalah solusinya, karena tinggi serat dan kaya akan protein.

  1. Sedia diapers yang cukup
Karena Ambon tidak lancar soal air, dan air saat itu hanya mengalir 3 hari sekali, untuk mengantisipasi Naqib tak tahan menahan buang air besar, maka saya menyetok diapers agak banyak. Terkadang mencret tak bisa ditahan keluarnya, nah daripada saya ngomel-ngomel Naqib pup sembarangan diapers menjadi solusi sementara.

  1. Biasakan mencuci tangan
Karena diare menyangkut soal kebersihan, maka setiap habis main saya peringatkan Naqib untuk selalu mencuci tangan. Selain itu anak-anak rentan memasukkan apapun kemulutnya, karenanya saya pun mewanti-wanti, jangan memakan apapun yang bukan makanan.

  1. Memberinya ramuan tradisional
Saya sebetulnya agak takut memberikan obat kimia pada anak untuk penyakit-penyakit tertentu, kecuali panas tinggi, cacingan, batuk dan pilek, diluar penyakit ini saya nggak berani. Sebab saya tidak tahu obat yang bagus apa, nah daripada anak saya dijadikan kelinci percobaan saya  mencobanya untuk memberikan obat tradisional, awalnya saya kasih jus jambu biji, karena jambu biji dipercaya dapat menyembuhkan diare karena jambu biji mengandung senyawa astringents, senyawa ini membuat perlindungan terhadap diare. menghambat pertumbuhan mikroba dan menghilangkan lendir ekstra pada usus. Namun ternyata dengan jambu biji tak mempan, dan saat itulah tetangga saya memberikan resep ampuh ini, resep yang berasal dari tumbuhan herbal yaitu KUNYIT dan bisa ditanam di depan rumah. Berikut bahan dan cara membuatnya :
  • Sediakan 2 buah kunyit sebesar ibu jari, cuci sampai bersih
  • Cara membuatnya : 1 buah kunyit dibakar (jangan sampai gosong) setelah itu 2-2nya dikupas dan diparut, lalu disaring, airnya langsung diminum, jangan ditambahkan apa-apa



1 kali meminum ramuan ini, Alhamdulillah frekuensi pup Naqib berkurang, 2 kali meminum ramuan kunyit ini fesesnya mulai padat. Besoknya diare Naqib menghilang. Resep ini pun menjadi andalan saya ketika Naqib diare, bahkan ketika Naqib menunjukkan gejala diare saya sigap membuat ramuan ini dan diare pun tak jadi. Kenapa kunyit bisa menghentikan diare dengan cepat? Setelah saya baca ternyata kunyit mengandung bahan-bahan sebagai berikut :
 Kunyit yang mempunyai nama latin Curcuma Longa ini mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari
  • kurkumin : Dikenal sebab sifat antitumor dan antioksidan
  • Desmetoksikumin 10%
  • Bisdesmetoksikurmin 1-5%
  • Zat-zat bermanfaat lainnya seperti minyak atsiri yang terdiri dari keton sesquiterpen, turmeron, tumeon 60%, Zingiberen 25%, felandren, sabinen, borneol dan sineil
  • Selain itu kunyit juga mengandung lemak 1-3%, karbohdrat 3%, protein 30%, pati8%, Vitamin C 45-55%, garam dan mineral yaitu zat besi, osfor dan kalsium

Minyak atsiri dan kandungan kurkumin yang terdapat dalam kunyit mampu mengobati penyakit hepatitis, gangguan pencernaan, anti mikroba, anti kolesterol, anti HIV dan anti tumor, diabetes mellitus, tifus, usus buntu, disentri, keputihan, haid tidak lancar, dll, karena sebab dapat membunuh mikroba itulah kunyit mampu menyembuhkan diare dengan cepat.  
Alhamdulillah tak butuh waktu lama menyembuhkan diare Naqib. Sejak saat itu saya selalu menyetok kunyit dalam jumlah banyak dikulkas. Selain untuk bumbu penyedap, kunyit punya banyak manfaat dan kegunaan untuk tubuh yang jika dikonsumsi secara rutin mampu membuat badan sehat dan bugar.

Kenali tanda-tanda diare
Diare jangan pernah dianggap sepele, sebab banyak kasus diare dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan serius, berikut adalah tanda-tanda diare pada anak, sehingga kita sebagai orangtua bisa mengobatinya sedini mungkin :
  • Feses terlihat cair
Kalau feses sudah tidak padat, dan agak cair keluarnya mungkin usus anak terinfeksi. Sebaiknya bunda melhat pola makan dan jenis makanan apa saja yang dikonsumsi anak
  • Frekuensi B.A.B yang tak wajar
Biasanya orang normal B.A.B sehari satu atau dua kali, jika anak B.A.B lebih dari itu mungkin anak terkena diare, mulai beri asupan air dan makanan yang bergizi, jangan lupa sediakan resep parutan kunyit diatas
  • Anak terlihat lemas dan sering mengatuk
Jika dalam sehari anak B.A.B sering, dan mulai terlihat lemas, bisa dipastikan anak terkena diare. Beri ruang yang nyaman dan pelukan hangat agar anak terlihat seperti dilindungi. Jangan lupa memberinya makanan lembut agar tetap ada asupan untuk anak. Biarkan anak untuk lebih sering tidur agar memulihkan tenaganya
  • Agak demam
 Dalam beberapa kasus, diare dapat menyebabkan demam. Selalu sedia obat penurun panas yang cocok untuk anak. Jangan pakaikan anak dengan bahan yang tidak nyaman dan atur suhu ruang jika menggunakan pendingin

Sungguh, menjadi ibu baru di tanah rantau memberikan sebuah pengalaman berharga yang nggak bisa saya lupakan, mak diare jangan dianggap sepele, atasi diare dengan tepat & benar agar tidak terlambat. Pengalaman ini saya bagi untuk pelajaran saya dan tentunya untuk emak-emak dirumah.


info kunyit : wikipedia
20 comments

Namiera kalo diare mah biasanya pakai daun jambu klutuk yang muda. Ditumbuk aja.

Reply

Klo saya biasa klo anak diare dikasih pisang,katanya sih biar cepet padat pupnya. Minum air putih memang penting saat anak diare

Reply

wahh kalau diare itu benaran gak enak dehh..

kasian juga kalau anak kecil yang kena ya.

Reply

Keseringan kalau lagi ke luar kota itu salah makan bikin diare. Sering banget malah. Mungkin karena anak gak terbiasa dengan makanannya.

Jadi harus siap-siap obat diare everywhere.

Reply

waduuhh harus selalu jaga kesehetan buat anaknya, supaya sehat selalu...

Reply

Setuju, kebersihan harus dijaga. Baik lingkungan,maupun makanan/minuman anak.
Cepat sembuh....:)

Reply

Saya bisa merasakan kepanikan saat Naqib kena diare. Untunglah ada tetangga yang punya resep ampuh.

Reply

Nggak kebayang kalau sakit di tempat asing. Semoga sehat-sehat terus sekeluarga, Mbak. Untung ada yang baik hati ngasih resep, ya.

Reply

Kasihan banget kalo si kecil diare, hrs gonta ganti diapers, belum lagi kalo ditambah iritasi, sdh perut sakit, kulit juga perih dan kemerahan

Reply

mudah2an kita selalu sehat yaaa. kita aja kalo diare lemees, apalagi anak2..

Reply

Trus diapain? beda2 ya resep kita hihihi

Reply

Sayangnya anak saya nggak suka pisang, gimana mak? :(

Reply

Iyah, jadi lemes nggak bertenaga gtu

Reply

selain itu nggak bersih ya mak, kan sediiih

Reply

Amiiin... makasih om

Reply

Iyah pakde, syukur Alhamdulillah bngt

Reply

Amin, makasih banyak ya mbak Fifah

Reply

Iya nih mba, untungnya saya nemu tetangga yang baik huhuhu

Reply

Amin.. nggak tega juga lihatnya :(

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...