Menu

Tuesday, 13 June 2017

/
tipsanakbayi(dot)com
 Mak, gimana puasanya? Masih jos kan? Hihihi...Tetep semangat berpuasa, inget dengan pahala yang akan dicapai, karena puasa cuma setahun sekali dan belum tentu umur kita sampai di puasa tahun depan, soo.. tetep semangat ya mak.
Anyway, emak-emak yang punya anak kecil, gimana reaksi anaknya ketika mendapati orangtuanya tidak makan dan minum seharian? Pasti mereka melihat keanehan dong ya? Sama nih seperti anak saya yang baru berusia 3,5 tahun. Dia suka nanya di jam makan, “Kok ibu nggak makan? Kok ibu nggak mau minum?” saya hanya bisa mengatakan padanya kalau saya sedang berpuasa.
“Apa itu puasa bu?”, tanya anak saya.

“Tidak makan dan tidak minum sampai azan maghrib” mungkin karena umurnya masih terlalu kecil, anak saya tidak begitu mengerti apa yang saya katakan. Tapi berbeda dengan kakak sepupunya yang usianya sudah menginjak 5 tahun, ia dapat dengan mudah mengenal hakikat puasa, dari sini saya kemudian berfikir, Melatih anak puasa sejak dini hanya bisa dilakukan pada saat waktu yang tepat, mengapa?

Di usia yang sudah matang, anak lebih mudah memahami.
Tentu saja, ketika anak sudah bisa berbicara dan memahami sesuatu kita akan mulai mengajarkannya agama, disaat itu pulalah sebagai orangtua kita dapat terus memberikan pemahaman kepada anak betapa pentingnya berpuasa. Anak yang mendapat pengetahuan baru tentu saja akan penasaran mencoba, disinilah peran orangtua untuk melatih anak puasa secara bertahap. Dimulai dari setengah hari dulu, jika sanggup latihlah secara satu hari penuh.

Diusia yang tepat, kesehatan anak mulai optimal
Dalam melatih anak puasa, hal lain yang harus diperhatikan orangtua adalah kesehatan. Jika kesehatan anak tidak diperhatikan pasti orangtua akan menemukan masalah baru dalam pencernaannya, bisa saja anak terkena magh atau gangguan pencernaan yang membuatnya merasa tidak nyaman pada perutnya. Apalagi jika gizi si kecil tidak diperhatikan, asal memberikannya makan sahur, pasti anak tidak akan betah berpuasa. Untuk itulah, dalam melatihnya berpuasa, tidak hanya mentalnya yang harus dipersiapkan, tetapi pemenuhan gizi yang seimbang juga harus dipenuhi agar anak nyaman seharian berpuasa.

zonakeren(dot)com
Di usianya yang semakin dewasa, anak lebih mudah disemangati
Tentu saja dalam melatih anak puasa sejak dini kita harus bisa sabar dalam melihat perilakunya dalam menahan rasa lapar. Anak bisa saja terus mengeluh seharian karena jam terlalu lama berdetak, atau anak terus menggoda kita untuk dibuatkan es karena ia merasa haus, atau bisa saja ia diam-diam minum atau makan tanpa sepengetahuan kita. Banyak perilaku lainnya yang akan membuat kita geleng-geleng kepala dan mengelus dada menahan rasa sabar dalam melatihnya berpuasa. Nah, kalau sudah begitu, coba kita bikin semacam reward bagi anak yang bisa diakumulasi pada saat akhir ramadhan. Misalnya, jika seharian berpuasa maka ia akan mendapat bintang lima, tidak berbohong dalam berpuasa bintang sepuluh, dan seterusnya Jika diakumulasikan, maka rewardnya bisa ditukar dengan usang saku, atau benda yang ia inginkan.


Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan orangtua dalam melatih anak berpuasa sejak dini. Hal lain yang  menjadi catatan adalah diperlukannya kesabaran dan ketekunan mendidik anak-anak kita, karena puasa sejatinya tidak hanya melatih menahan lapar dan haus saja tapi dibalik itu anak perlu tau ada banyak pahala yang bertebaran ketika seharian menjalankan puasa, untuk itu tugas orangtua tidak hanya melatihnya menahan lapar dan haus tapi juga melatihnya dalam memahami agamanya. Selamat berpuasa ^^,
12 comments

bener bgt mba anakku masih 4 th kurang masi blm paham bgt aku ajakin sahur dan latih puasa sampe dzuhur masih susah 😂 bangun tidur malah makan, atau pernha jam 10an ditinggal kepasar dy buka 😂 mesti sabar bgt ajarinnya

Reply

Benar, dengan memberikan gizi seimbang dan disiplin, anak pasti bisa puasa dengan lancar. :D Karena makanan dengan gizi seimbang nggak bikin kita gampang lapar dan lemas.

Reply

Bisa jadi catatan Emak2 nih. :D Hehehehe

Reply

TErnyata butuh kesabaran yang besar juga yak.

Reply

Wahhh harus bangett, anak dilatih untuk puasa... supaya lebih terbiasa dan mandiri melakukan puasa sendiri nnti jika sudah beranjak dewasa ya

Reply

InsyaAllah jika tanpa paksaan dan anak semakin paham tentang puasa maka anak akan semakin semangat untuk berpuasa :)

Reply

Hahaha... lucuk, anakku belum tak ajarkan apa2 malah, pelan2 dulu tak ajak ke masjid, klo ke masjid lolos baru puasa

Reply

HUum, kita ajakan klo makan nggak ada gizinya nggak kenyang, berasa lemes puasanya, bener nggak?

Reply

Bisa banget hehehe...

Reply

Iya, bener banget :D

Reply

huum, yg penting nggak dipaksa..

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...