Menu

Wednesday, 23 November 2016

/



Belakangan ini saya terusik dengan sebuah kartun lama yang tiba-tiba muncul lagi di permukaan. Film ini dibuat sebuah rumah produksi jepang bernama Studio Ghibli yang khusus membuat kartun-kartun imajinasi. Nggak cuma imajinasi, Studio Ghibili juga menggabungkan perasaan dalam kehidupan. Jadi satu paket komplit, yang nonton nggak cuma liat kartun tapi juga bakalan liat tradisi, kebudayaan, kebiasaan sehari-hari, dan perasaan. Dan salah satu kartun yang dibuat itu adalah Tonari No Totoro kalau di bahasa Inggriskan Totoro my neighbor, alias Totoro tetanggaku. Film ini dibuat pada saat umur saya 2 tahun yaitu tahun 1988 :D
Perdana liat Totoro ini waktu iseng pindah-pindah channel dan sampailah pindahan channel saya di Disney Channel. Pas banget dengan menit pertama dimulainya cerita itu, dan saya langsung jatuh cinta. Filmnya sederhana, bahasanya sederhana, gambarnya sederhana tapi bikin maknyes yang nonton. Huhuhu.. baper deh.

Karena penasaran saya mulai nyari di youtube, ternyata nggak ada. Terus searching dan akhirnya dapat di sebuah situs dan saya beruntung dapat film ini dengan subtitle Indonesia, jingkrak-jingkraklah saya, terlebih lagi Naqib suka dengan film ini. Seenggaknya kalau dia nonton di saat jam-jam sibuk saya bisa fokus kerja beresin rumah hehe.. filmnya seperti apa sih?



Jadi Tonari no totoro ini bercerita tentang dua orang saudara yang bernama Satsuki dan Mei yang sangat lincah banget, nggak ada capek-capeknya bergerak wkwk. Mereka baru saja pindah dari kota bersama ayahnya, karena ibunya sedang dirawat di rumah sakit, nggak dijelaskan juga sakit ibunya apaan. Tapi tujuan mereka pindah sepertinya agar lebih tenang dan lebih dekat dengan tempat ibunya dirawat. Pada saat sampai Mei dan Satsuki sigap membereskan perabot rumah, ketika membereskan barang-barang, Satsuki dan Mei menemukan sejumlah makhluk kecil, berwarna hitam, berbulu tajam-tajam, beterbangan kesana-kemari dan akhirnya menghilang di suatu sudut gelap.  Bukannya merasa takut, mereka malah mengejarnya dan menyebut mereka dengan susuwatari (makhluk yang menghuni rumah kosong).  Mei mengejar-ngejar dan kemudian mendapatkannya dan memerkan pada orang dirumah. Tapi kemudian tangannya malah hitam karena susuwatari tak ada di tangannya.
Mereka ini menempati sebuah rumah yang sudah tua di kaki gunung di pinggir hutan . Tetapi walaupun berhantu mereka menyenangi rumah baru mereka.
Suatu hari ketika Satsuki harus bersekolah, Mei harus tinggal dengan Ayahnya dan bermain sendirian. Mei yang tak mau mengganggu ayahnya bekerja kemudian bermain di pekarangan rumah, tanpa sengaja Mei melihat dan mengikuti roh hutan (totoro) dan menemukan sebuah jalan yang menghubungkan ke pohon besar di puncak gunung, disana dia bertemu dengan raja totoro yang sedang tidur. Tapi bukannya takut, Mei malah tertawa-tawa ketika Totoro menaruhnya di atas perutnya, dan mereka berdua kemudian tertidur bersama.


Satsuki pun pulang sekolah dan Mei menceritakannya dengan heboh kepada keluarganya, tidak ada yang mempercayainya. Bahkan Satsuki mengatakannya pembohong. Sampai suatu hari, ketika ayah mereka pergi ke kota dan belum kembali sampai menjelang malam. Mereka berdua pergi ke pemberhentian bis untuk menjemput ayahnya karena hari itu hujan turun, dan ayah mereka lupa membawa payung. Sekian lama menunggu, dan bis-bis yang datang tidak membawa ayah mereka, membuat Mei mengantuk dan tertidur di pundak Satsuki. Ketika hari mulai gelap, tiba-tiba datang Totoro dan berdiri disamping mereka. Karena kasian melihat Totoro yang terganggu dengan rintik hujan yang membasahi kepalanya, Satsuki menyerahkan payung ayahnya untuk Totoro.  Totoro yang bingung bagaimana caranya memakai payung kemudian diajari oleh Satsuki tapi hanya dengan sebuah gertakan hujan kemudian turun deras dan berhenti. Tak lama totoro berteriak ternyata teriakannya untuk memanggil kendaraan pribadinya yang bernama Cat Bus. Kalau diliat mukanya saya kok kayak ngebayangin kucing yang ada di Alice in  The Wonderland ya wkwk…


Totoro memberikan sebuah bungkusan sebagai balasannya yang isinya ternyata sebuah biji yang dapat tumbuh menjadi pohon besar dalam semalam. Keesokan harinya, Satsuki dan Mei menanam biji-bijian pemberian Totoro.  Dalam surat untuk ibunya Satsuki cerita, bahwa Mei setiap hari selalu menunggu, kapan biji-biji tersebut akan mulai bertunas?  Hingga pada suatu malam, mereka terbangun dan menemukan Totoro besar dan 2 kawannya menari di sekitar petak kecil tempat mereka menanam biji-biji tersebut.  Satsuki dan Mei pun ikut bergabung bersama Totoro dan menari bersama.  Seiring dengan tarian mereka, di petak kecil mulai tumbuh tunas-tunas tanaman yang makin lama makin besar dan besar, dan menjadi sebuah pohon raksasa. Naqib pada bagian ini ikutan nari loh wahaaha.., kemudian Totoro mengajak dua kakak beradik itu untuk menikmati malam bersama. Paginya Satsuki dan Mei takjub tunasnya tumbuh seperti dalam mimpi mereka.
Setelah pertemuan itu, mereka menjadi berteman dengan Totoro dan mengalami berbagai petualangan bersama. Di suatu siang saat mereka sedang asyik berkebun sebuah telegram dari rumah sakit datang mengatakan bahwa ibu mereka bertambah sakit, Satsuki meminjam telepon tetangganya dan mengabarkan tentang ibunya pada Ayah mereka.

Ini loh rumahnya Satsuki yang diteliti tim riset studio Ghibli, sumber wikipedia

Sang Ayah segera pergi kerumah sakit, Satsuki dan Mei dititipkan ke tetangga sebelah. Tetapi karena ingin memberikan jagung kepada ibunya, Mei nekat pergi sendiri ke rumah sakit. Kehilangan Mei, membuat Satsuki panik. Seluruh penduduk membantu mencari Mei, bahkan Mei dikira hilang di tengah danau karena seorang penduduk menemukan sebuah sandal kecil milik anak perempuan dan Satsuki menyangkal itu bukan sandal Adiknya. Kemudian karena belum mendapatkan kabar yang baik. Akhirnya Satsuki pergi ke pohon besar diatas gunung, dan berharap untuk bisa menemukan. Totoro, kemudian Totoro bersedia membantunya, dia memanggilkan Cat Bus yang hanya bisa dilihat oleh mereka untuk mengantar Satsuki kepada Mei. Setelah itu, mereka bersama-sama pergi ke rumah sakit untuk memberikan jagung kepada ibunya. Ibunya seperti merasa melihat Satsuki dan Mei karena di Jagung tersebut tertulis,”Untuk Ibu” Selesai.. HUaaaaa



Film sederhana ini saya kasih nilai 5, karena penggambaran ceritanya detail banget. Hebat tim risetnya. Penggambaran Jepang tempo dulu, rumahnya, pakaiannya, kebiasaannya, dalaman rumahnya, bahkan kebiasaan di sekolah kayak sabet-sabetan lap, tending-tendangannya lucu dan unik. Gambarnya juga soft nggak bikin capek mata, liat berkali-kali juga tetep nggak ngebosenin.
Soal perasaan, kisah ibu-anak, ayah-anak dan kakak-beradik yang sangat dekat sekali. Hubungan kekerabatan dengan tetangga, antara Satsuki dengan teman-temannya. Hubungannya yang membaik dengan Kanta, tetangganya yang semula bermusuhan. Tetangganya yang perhatian si nenek tua.
Bahasanya juga sederhana, mudah dipelajari, jadi saya tau sedikit-dikit bahasa jepang, seperti :
  • Otoosan : Bapak
  • Okaasan : Ibu
  • Sensei : Guru
  • Arigato Gozaimasta : Terimakasih banyak
  • Konichwa : Selamat siang dan banyak lainnya


Yang kepingin banget nonton tapi nggak bisa download bisa klik link ini Film Totoro, dan yang jatuh cinta dengan lagu-lagunya bisa download disini Lagu-lagu Totoro


Terimakasih sudah membaca ulasan saya :D
22 comments

duh.. gibli.
tosan dulu lah, samaan kita.
mmg klo sudah studio gibli yg bikin, hasilnya luar biasa. gambarnya itu loh, ciiamikk.
totoro ini yg paling jdi kesukaan, trus si ponyo, trus yg manusia kerdil penjaga rumah tuw. duh lupa judulnya naon.

dan well.. kita seumuran ternyata.
#eh

Reply

ceritanya sederhana tapi menyentuh yak...nanti mau nonton ah. penasaran.

Reply

saya baru tahu ada film ini. di th 1988 saya sudah SMP hehe

Reply

kayaknya saya pernah nonton ini. Coba saya lihat lagi, ah :)

Reply

aku juga suka banget tokoh Totoro ini,,, nyenengin,, udah nonton film2 Ghibli yang laen mbak? Bagus2 semua lho

Reply

Saya hanya pernah nonton sekilas kayaknya... gak pernah selesai. Jadi endingnya di jagung itu ya?

Reply

ternyata ada juga rumah aslinya..tapi fav film jepang saya masih doraemon :)

Reply

Animasi lama yah. Tapi koq aku ga pernah nonton :D
Taunya doraemon doank aku mah. Hihiii...

Reply

Iya, next lagi nonton ponyo trus castle in The sky. Katanya keren juga ya

Reply

Banget mba. Menyentuh bngt dan ga bosenin

Reply

Walah saya manggilnya Tante nih hehe.. Iya ini film lama bngt

Reply

Baru2 ini selesai download ponyo. Tp blm ditonton hee

Reply

Wkwkwk.. Itu film Dr saya kecil sampai saya punya anak kecil Nobita ttp anak SD wkwk

Reply

Klo gtu jgn lupa nonton ya mba hee

Reply

Baru tahu kalo Totoro itu film buatan gibli. Selama ini saya tahunya itu karakter boneka yang sering dibawa jalan-jalan beberapa social media influencer. Salam kenal :)

Reply

Wow iya kah?? :D pengen punya bonekanya deh hehe

Reply

ayahnya ngesave film ini di fash disk dan anak2n demen banget muter ini berkali2 kita juga suka siih

Reply

kalau gak salah beberapa bulan yang lalu nonton totoro gara - gara setelah nonton saint seiya, pengin nonton film anak yang jepang2 gitu :D

Reply

Aku yo suka mba, filmnya ga ngebosenin

Reply

Doraemon juga Jepang hehe

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...