Menu

Friday, 18 November 2016

/

Sudah lama ya saya nggak share resep. Hehe.. Habis di tanah rantau ini peralatan masak saya seadanya, nggak selengkap dirumah ibu saya, lagipula mikir juga sih kalau beli banyak barang ntar pas pindah gimana bawanya hihihi.. jadilah saya beli yang saya perlukan saja.

Kali ini saya mau berbagi resep tongseng daging. Karena kebetulan suami saya suka banget makan tongseng, maka sebagai istri yang baik wkwk saya merasa harus berjuang mencarikan resep ini untuk suami. Biasanya tongseng identik dengan kambing, nah berhubung susyaaaah nyari daging kambing di Ambon *karena kayaknya orang Timur kurang begitu suka daging kambing* jadilah saya menggantinya dengan daging sapi. Yang penting kan rasanya sama hehe .., dan tongseng ini kalau kamu nekat bisa diganti dengan daging apa aja sesuai selera. Misal ayam, atau rusa, atau kelinci, atau babi *bagi yang beragama nasrani*.
Jadi resep ini terinspirasi dari tetangga saya yang bikin tongseng nendang gulindang. Waktu itu saya sempet dikasih tongseng sama tetangga, lah kok enak tenan rasanya. Mana yang masak bapak-bapak wkwk, saya mau nanya kok malu ya, masak ibu-ibu nanya resep ke bapak-bapak. Akhirnya saya menerka-nerka sendiri bahannya. Dan mari kita kulik resepnya..
Bahan-bahannya :
  • Daging 1/4
  • 8 buah bawang merah
  • 6 buah bawang putih
  • 2 butir kemiri
  • Kunyit 1 ruas kelingking
  • 2 lembar Daun salam
  • 1 buah Serai
  • Lengkuas sebesar ibu jari
  • Jahe sebesar ibu jari
  • Kecap
  • ¼ Kol
  • 4 buah Tomat ceri
  • 3 batang Daun bawang
  • 1 kotak Santan Kara
  • 3 sendok makan minyak untuk menumis
  • Air 1000ML
  • Gula dan garam secukupnya
Cara membuatnya :
  • Blender bawang merah, bawang putih, kemiri dan kunyit. Sisihkan
  • Potong dadu daging, lalu cuci bersih sisihkan
  • Siapkan bahan-bahan untuk pendamping tumisan, antara lain serai, jahe seruas jempol digeprek, lengkuas seruas jempol geprek, daun salam, daun bawang yang semuanya dicuci bersih, lalu sisihkan
Bahan utama, ketinggalan satu baan aja rasanya pasti beda

  • Panaskan minyak, tumis bumbu yang telah diblender dan bahan-bahan pendamping tumisan. Tumis sampai harum. Tambahkan air, rebus air sampai mendidih masukkan daging. *kenapa daging belakangan? Biar cepet lunaknya*
Tumis bahan-bahan

  • Rebus terus sampai daging terasa empuk, jangan lupa untuk terus tambahkan air jika air sudah agak berkurang dan daging kayaknya masih keras
Tambahkan air

Masukkan daging

  • Jika daging empuk tambahkan kecap dan santan, aduk terus.
  • Yang terakhir tambahkan kol dan tomat, rebus sampai sayur setengah matang. Jangan lupa tambahkan garam dan gula secukupnya ya buk ibuk..

Udah gitu doang, kalau mau pedes, ulekan bawang tadi tinggal ditambahin cabai. Naqib aja suka banget sama tongseng ini, sampai nambah-nambah hhi,.. Sebenernya resep ini nggak jauh beda sama resep ikan kuah kuning, makanan khas Maluku, cuma kalau ikan kuah kuning ada bahan-bahan yang dikurangin dan ada yang ditambahin. Apa aja? Ya rahasia atuh, ntar kalau saya beberin di sini habislah bahan tulisan saya di blog hehe..  Ntar kalau ada kesempetan bakal saya kulik di blog, resep ikan kuah kuning.


Selamat mencoba dirumah ya,
12 comments

Aku juga suka bikin tongseng, pas idul adha aja tapiii. Weheehehehheeee. Makasi resepnya ya maaaak, aku biasanya mah masaknya pake bumbu jadi aja xp

Reply

Kecapnya sama. Aku juga pakai bango. Rasanya selalu enak di lidah. :)

Reply

Pengen nyobain ah tapi klo gagal yang makan aku sendiri wkwkwk

Reply

Ini tapi warna kuahnya agak terang ya mbak.. Tongseng yg ada di jkt kebanyakan lbh gelap kuahnya.. Coba ntr aku bikin ah.. Tp pgnnya pake ayam aja :D

Reply

wah makasih bakal dicoba ah

Reply

Iya sama2 mba :) selamat mencoba dirumah

Reply

Gagal, kasih kucing, kali kucingnya mau wkwk

Reply

Iya tergantung jumlah santan dan kecapnya mba.

Reply

Sama2 selamat mencoba dirumah

Reply

kalo aku masak setelah dumbu ditumis, aku langsung masukkan dagingnya, gak ditambah air karena daging pun mnegandung air, klao takut kekeringan, ditambahkan aitnya sedikit saja. Ini agar supaya daging tetap empuk dan merangsnag kalsunya keluar. sudah empuk, baru dimasukin santannya, supaya tetap kerasa, kental dan gurih

Reply

Gitu ya ayuk, nanti deh aku coba masak caramu :)

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...