Menu

Friday, 15 July 2016

/


Pernah nggak sih, punya obat-obatan yang baru aja dibeli, padahal tanggal kadaluarsanya masih lama, tapi pas dibuka, lah kok sudah berubah warnanya, padahal dicelupin pakek tangan nggak, kecampur obat lain juga nggak, apalagi diminum langsung dari botolnya *weeks* ini kenapa ya? Apa ada yang salah dalam penyimpanan obat? Atau jangan-jangan ini obat palsu?

Kadang dalam menyimpan obat sering kali kita merasa abai, karena yang namanya obat kan sudah ada bungkusnya, kalau obat sirup juga botolnya terbuat dari kaca tebal, jadi disimpan dimana aja bisa dong. Ya memang betul obat-obatan mempunyai bungkus yang tebal, tapi jangan salah obat juga harus memiliki perlakuan khusus agar tetap awet, sama kayak hati kamu perlu perlakuan khusus agar tetap awet di hati aku, eaaaaa.. :p
Dan pastinya setelah baca kalimat diatas langsung keingetan obat-obatan yang dipunya ya aduuuh disimpen dimana pulak dan pastinya kepingin dong punya obat yang awet dan tahan lama, nah simak yuk tipsnya :

  1. Ketika membeli obat, jangan lupa diberi label ketika membuka pertama kali *bukan membeli pertama kali*. Karena obat yang sudah dibuka hanya tahan sekitar 3 bulan. Selain itu obat yang sudah dibuka akan menimbulkan reaksi kimia dengan udara luar, oleh sebab itulah mengapa obat bisa cepet berubah warnanya walaupun tanggal kadaluarsa masih lama. Tapi kalau obat belum dibuka dan tercampur dengan udara luar walaupun sudah 3 bulan dari tanggal pembelian jangan dibuang ya moms :D, kan belum dibuka obatnya :D
  2. Simpan dilemari es untuk menghambat bakteri berkembang. Sediakan ruang khusus di lemari es hanya untuk khusus obat-obatan aja, jangan dicampur dengan sayur dan makanan lainnya, bagaimanapun juga obat adalah bahan kimia yang bahaya jika tercampur dengan bahan lain. Kalau nggak punya kulkas, simpan pada wadah khusus dan letakkan pada suhu ruang. Suhu ruang itu bisa kamar tidur yang udaranya lembab
  3. Jangan simpan obat-obatan di tempat panas dan terkena sinar matahari langsung. Udara yang panas dapat menimbulkan reaksi kimia dan menurunkan kualitas, warna, bau dan rasa obat. Kalau sudah kena matahari, obatnya bisa-bisa nggak manjur lagi dah diminum. Jadi bisa simpan obat dibawah kolong kasur yang udaranya lembab, atau di dalam lemari baju, atau kalau punya lemari obat jangan letakkan dekat dengan paparan matahari
  4. Jangan konsumsi obat cair lebih dari 3 bulan. Jadi batas waktu pemakaian obat adalah dari semenjak tutup dibuka pertama kali sampai 3 bulan ke depan. Kalau belum dibuka simpan saja dulu, obat akan tahan sampai tanggal kadaluarsanya, seperti yang saya sebutin diatas loh moms..
  5. Jangan simpan ditempat rendah dan bisa terjangkau anak-anak, atau bisa ditempat rendah asal jangan diketahui anak-anak. Karena anak-anak biasanya suka iseng, dan pengen tau banyak hal. Kali aja dia iseng nyampurin obat-obatan yang kita simpan. Atau anak balita yang belum ngerti apa-apa, pas tau ada obat-obatan yang belum dimengerti bentuknya, iseng dibuka dan dicicipin, ih horror saya mah
  6. Jangan menyimpan obat di freezer ya buk, yang ada obat malah jadi beku nggak bisa diminum. Iya sih obatnya awet, tapi obat kan bukan sejenis daging :D


Dan itulah tips menyimpan obat dari saya, tips ini saya buat karena saya pernah abai juga dalam menyimpan obat, jadi catatan ini saya tulis tidak lebih sebagai pengingat saya juga kedepan. Jika ada yang punya tips lain dalam hal menyimpan obat, boleh berbagi sama saya, nanti akan saya tambahkan disini. Semoga tipsnya bermanfaat ya moms J

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...