Menu

Thursday, 16 June 2016

/


Saya ini penggemar berat cilok ya, sampai pas pindah ke Ambon dan nemu abang cilok itu rasanya bahagia banget, kayak nemu air di tengah gurun pasir rasanya. Dan rata-rata tukang cilok yang jualan di Ambon ini emang perantau, ada yang dari tasik, sukabumi dll..

2 tahun kemarin setiap buka puasa saya selalu membuat cilok dan kayaknya bikinnya lamaaaa banget bisa berjam-jam, udah gitu blenyek dan jadinya malah keras, aduh ini beneran asli produk gagal T_T, dan sebagaiamana orang puasa pasti ngeliat apa aja laper dong ya, dan cilok buatan saya herannya selalu habis. Itu 2 tahun yang lalu, sekarang saya mau nyari lagi tutorial yang nggak bakalan bikin saya baper pas bikin, eh emang jodoh dapet aja tuh resep langsung aja saya eksekusi dah :D dan seperti biasa kita nggak bisa ngandalin patokan sebuah resep yang ada di web karena mereka kadang menyimpan bumbu rahasia yang nggak kita ketahui bahkan takarannya nggak dijelaskan pasnya berapa, jadi resep dibawah ini sesuai feeling :D
Nah kalau kemaren yang jadi model di beberapa resep tangan mami saya, sekarang giliran saya yang masak J, yuk simak..



Bahan-bahan :
10 sendok tepung kanji atau tapioka
6 sendok terigu
Bawang putih 5 siung haluskan
Bwang merah 1 siung haluskan
Air 170 ml
Daun bawang
Garam, merica dan kaldu instan secukupnya *sesuai selera*
Kalau ada yang mau pakai isian  bisa dikasih keju apa daging, terserah aja pokoknya sesuai selera mau dicampur ikan juga oke
2 sendok makan minyak untuk menggoreng

Cara membuatnya :
  • Panaskan minyak, tumis bawang putih dan daun bawang sampai setengah matang tambahkan air aduk-aduk, tambahkan merica, garam, dan kaldu, masak sampai setengah mendidih

  • Siapkan wadah terpisah yang berisi tepung terigu, masukan sedikit demi sedikit tumisan bawang tadi, aduk-aduk sampai tepung membentuk pasta

  • Setelahnya masukan sedikit demi sedikit tepung kanjinya, aduk-aduk sampai adonan berbentuk padat dan bisa dibentuk

  • Bentuk bulat-bulat dan rebus sampai semua cilok mengambang, kalau kamu lagi baper boleh sih dibentuk hati atau kalau yang pengen antimainstream dibentuk yang lain juga boleh


  • Sisihkan

Nah sekarang bikin bumbu kacangnya ya..

Bahan-bahan :
¼ kacang tanah
Cabai sesuai selera
Bawang putih 2 siung
Garam dan gula secukupnya sesuai selera
2 sendok makan Saus tomat
Kecap
1 sendok makan Saus tiram
Air 150cc

Cara membuatnya :
Goreng kacang, bawang putih dan cabai sampai matang, jangan ditinggal ya, nanti gosong.
Blender semuanya, tambahkan air kira-kira 150 cc
Masak kacang yang telah diblender di atas api sedang, tambahkan gula, garam, kecap, saos tomat dan saus tiram, masak hingga mendidih
Sajikan dengan cilok
yang ini tangannya si mami ya :p

Dan resep ini 100% berhasil *dari segi bentuk dan rasa*, yeaaaaaaaay ^^, cuma karena ini dibikinnya bulan ramadhan, dimana saya nggak bisa icip-icip, jadinya si cilok kurang asin :D

Nb : resep ini untuk 45 butir cilok ya bu-ibu.. kalau dibentuk segede telur ayam ya dapetnya cuma 5 biji -_-‘
                                                                                                                                                                                                
10 comments

Udah lama nggak makan cilok sejak insiden beli cilok, isinya tisu. Jadi pengin homemade cilok aja deh.

Reply

Iya tuh mba, aku baca blogmu rasanya mo muntah T_T

Reply

Aduh euy jadi kabita..

Segala hal yang berbau Bandung mah emang keren. Cilok, baso tahu, cireng, tempat wisata, perempuan, mantan-pacar-orang-bandung, dan sebagainya.

Reply

jiee..jieeee baper nih ye. Padahal cuma baca postingan cilok doang jd baper :p

Reply

Duh, cilok ini makanan kesukaan aku... dulu pernah bikin dan isinya telur goreng campur tepung... heheh

Reply

wahahaha.. abangnya bikinnya buru-buru tuh mba

Reply

wow di ambon juga ad cinlok yaa..
ehh cilok maksudnya :D

Reply

adalah, kecolok juga ada :p

Reply

Waah saosnya itu ya, pengen nyoba ah

Reply

Selamat mencoba ^^

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...