Menu

Saturday, 9 January 2016

/
Sebenarnya secara geografis, Maluku tepatnya Ambon adalah kota pinggir pantai. Jadi bisa dipastikan ketika kamu mengitari Ambon sejauh mata memandang kamu akan terus menerus melihat laut. Dan pantai di Ambon ini walaupun di kota yah, Subhanallah keren pake banget. Rumah saya di Ambon arah kebun cengkeh dan saya paling senang ketika turun ke kota, kenapa? Karena ketika Angkot yang saya tumpangi sudah menuju kota, maka di sisi kanan jalan akan terbentang pantai biru nan menawan.
Memang, dalam hal wisatawan Ambon tidak seramai Lombok dan pulau bali. Tapi hal inilah yang membuat pantai-pantai di Ambon masih terjaga kemurniannya. *jadi sebenarnya yang suka bikin kotor itu siapa ya? :D* ya paling yang dateng masyarakat sekitar saja, kalaupun ada turis nggak sebanyak bali dan Lombok.
Dan bisa kamu bayangkan, pantai di pinggiran kota aja biru bangeeet dan bersih airnya. Bagaimana pantai yang masih dipelosok? lebih tepatnya jika kamu mau berlelah-lelah ria travelling sampai menyusuri desa-desa di Maluku ini. Nah inilah diantara pantai-pantai yang bakalan bikin kamu pingsan itu…


Pantai Liang
Kamu tau nggak, pantai ini pernah dinobatkan oleh PBB sebagai pantai terindah di Indonesia pada tahun 1990. Bukan tanpa alasan PBB menobatkan pantai ini sebagai pantai yang indah pake banget, pantai Liang itu bener-bener memanjakan mata sekali. Bahkan kalau kamu foto pake kamera VGA pun hasilnya akan bagus, karena tanpa editan objek pantai ini memang menawan. Terletak 40 KM dari kota Ambon, ya 40 KM kalau di Jakarta mungkin bisa ditempuh setengah hari kali ya, nah kalau di Ambon yang nggak pakai macet, 40 KM bsa ditempuh kurang lebih 1,5 jam itu juga mobilnya pake ngebut. Cape? Jelas, duduk selama ini bikin pantat tepos kok hehehe..
Di pantai liang disediakan area ganti, tempat ibadah juga gazebo-gazebo untuk istirahat. Kalau mau sewa ban atau karpet juga bisa. Saya aja betah main di pantai ini, duduk berlama-lama dan menikmati keindahan pantainya bikin hilang stress.


Naqib... liat, ada kakak cantik tuh hihihi

Pantai Namalutu
Kalau Namalutu ini pinggiran pantainya lebih banyak karangnya. Jadi pesona pantainya terletak pada terumbu karangnya yang terdampar di pinggir pantai. Cocok buat kamu yang pengen terapi kaki hehe.. soalnya nginjek pasirnya berasa grinying-grinying gitu. Pantai Namalutu terletak di desa Latu Halat 15KM dari pusat kota.

Buat kamu yang pengen berlama-lama di desa ini, nggak usah khawatir. Disini sudah disediakan penginapan modern pakai AC dan air panas juga. *Soalnya kantor suami pernah ngadain acara disini dan saya berkesempatan buat nyicipin kamarnya walaupun cuma buat numpang solat :p*. Sepi dan eksotis banget. Deburan ombaknya juga besar, kalau di musim-musim tertentu kamu bisa surfing di sini. 


Pasirnya nggak ada, :D

Pantai Ora
Bukan pantai ‘enggak’ ya wkwkwk.. pantai ora terletak di Pulau Seram Maluku tengah. Untuk menuju pantai ini kamu harus rela menghabiskan waktu setengah hari lebih diperjalanan. Merelakan pantat kamu tepos dan tulang punggung kamu kaku. Bagaimana enggak, untuk menuju desa Saleman *tempat dimana pantai Ora akan ditemukan* kamu harus menyebrang laut, menempuh jalan panjang menggunakan mobil dan kembali menyebrang dengan kapal ketinting baru deh ketemu pantai indah ini.


Liat beningnya air, jangan liat beningnya saya wkwkwk




Pinjem Gambarnya om Chandra Kusuma Wardani. Soalnya kamera saya ga sebagus dia


Yang mo liburan kesini, nih patokan harganya sekian :

1. Transportasi :
Ambon - Pelabuhan Ferry, Tulehu (sewa Mobil Rp. 150.000)
Pelabuhan Tulehu - Pelabuhan Amahai, Masohi (Kapal Ferry Rp. 100.000/orang)
Pelabuhan Amahai, Masohi - Desa Saka (sewa Mobil Rp.600.000 * harga bisa dinego lagi) Desa Saka - Desa Sawai (sewa perahu ketingting Rp.200.000)
atau Dari Pelabuhan Amahai, Masohi - langsung ke Desa Sawai (sewa Mobil Rp. 700.000 * ini harga tentatif, coz menurut sopir kalo itungan per orang Rp. 100.000) 

2. Akomondasi :
Resort Pak ALi, Dihitung per Orang/Hari Rp. 200.000, harga termasuk makan (sarapan, makan siang, makan malam, minum kopi/teh bebas). Resort pak Ali ini terbilang resort paling murah, ya sesuai juga sama penginapannya yang terbuat dari kayu. Tapi soal makanan, aduhai nasi sebakul nggak cukup pokoknya. Tanya aja Resort pak Ali ini yang mana, sudah terkenal seantero Sawai pokoknya :D

3. Lain-lain :
Untuk jalan-jalan ke pantai-pantai sekitar (sewa perahu ketingting Rp. 200.000 seharian) Untuk jalan-jalan ke tempat lain.. kurang tahu saya.. bisa ditanyakan ke Resort Pak ALI.

Catatan : Ini patokan harga (buat rombongan semobil).. kasarannya saja, buat gambaran umum. Soalnya bisa jadi malah dapet murah dengan anda bisa menego sewa mobil ataupun perahu ketintingnya.. apalagi kalo dengan transportasi umum, disambung ojek misalkan...

Banda Neira

Disamping Banda menyimpan sejarah yang nggak diketahui banyak orang. Bahwa pak Hatta pernah dibuang di pulau ini, dan pertama kali bangsa Eropa menjajah Indonesia dikarenakan rempah-rempah yang sangat melimpah disini. Banda memiliki pesona yang luar biasa indah. Salah satu daya tarik pariwisata Kepulauan Banda adalah keindahan taman lautnya, yang bertebaran jauh di kedalaman. Tak salah memang jika taman taut di Kepulauan Banda menjadi magnet kuat menjadi daya pikat wisatawan, khususnya penggemar olahraga menyelam. Terumbu karang yang tersebar di kepulauan ini adalah yang terkaya di dunia. Dari 700 jenis karang di dunia, sekitar 432 jenis karang (64 persen) terdapat di Kepulauan Banda. Sungguh potensi yang menakjubkan (Wikipedia). Edan kan? Kamu harus kesini beroooh..

Chan.. Pinjem fotonya :D

Dari Ambon naik pesawat kecil NBA (datangnya hanya seminggu sekali),sekitar Rp 400.000an
dari bandara menuju penginapan naik ojek Rp.10.000/orang (soalnya ga ada angkot)
Penginapan Rp.250.000/malam (delfika 2) ga tau penginapan lain, fasilitas : Langsung menghadap gunung api banda,makan pagi,guide,kamar AC, nyaman bersihlah pokoknya. Tapi ga dapat makan malam..
Harga menu di banda relatif, mulai Rp.15.000-Rp.50.000an
pulang naik kapal aja, Harga tiketnya sekitar Rp.350.000an utk kelas 1
Biaya wisata di banda relatif, untuk tiket masuk museum ada yang Rp 10-20.000
Yang jelas ini editan ya kenapa bisa ngepink gitu. Di depan gunung api Banda yang potensial itu.

Pintu kota

Sebenarnya saya belum pernah ke pintu kota ini. Tapi suami saya sudah pernah ke sini sebelum saya balik lagi ke Ambon (makannya yang jadi model dia qeqeeqe), coba ya ngeselin banget nggak sih. Disaat istrinya butuh hiburan, eh dia malah jalan-jalan sama bosnya grrr…

Kenapa disebut pintu kota? Jadi Wisata pantai yang terletak di desa Latuhalat ini terkenal karena terdapat sebuah tebing yang terkikis oleh deburan ombak selama bertahun-tahun sehingga menyebabkan tebing berlubang dan membentuk seperti lorong. Nah kalau kita ngelongok ke lubang yang konon katanya bisa muat 2 biji truk gede itu, pandangan kita langsung menatap pesona laut Banda yang memikat. Pasirnya memang nggak putih bening kayak di pantai-pantai Ambon lainnya.  Tapi yang menjadi daya tarik adalah pesona tebingnya ini yang nggak didapat di kota lain di Indonesia


Ya ampuuuun abah gendut aja ditinggal bininye :p


Nah untuk sementara apdetannya itu dulu. Sebab saya belum kemana-mana lagi selain ke 4 tempat diatas. Sebenarnya masih banyak pantai-pantai menawan lainnya. Masalahnya saya belum mengunjungi tempat-tempat itu hehehehe.. Nanti kalau ada rezeki dan kesempatan, selesai berkunjung akan saya apdet isi blog ini.. 

Kapan lagi mau ke Maluku kalau bukan sekarang?



Ayoooo, ke Maluku :D
4 comments

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...