Menu

Saturday, 21 November 2015

/

Salah satu cara menikmati hidup adalah dengan melakukan hal yang kita senangi dan masa bodo dengan perkataan orang,


Nyantai dulu bro!


Liburan nggak perlu jalan-jalan ke luar kota, cukup di dalam kota aja bisa kok. Intinya refreshing kan untuk meregangkan fikiran dan kepenatan agar kembali segar. Saya dan suami punya cara sendiri untuk mengatasinya,

Beberapa minggu sebelum menginap di Swiss-belHotel Ambon,
Hal yang kita senangi banyak ya macamnya, tergantung passion yang bersangkutan. Kalau saya passionnya jalan-jalan dan ini satu hati dengan suami. Selain jalan-jalan kita gemar melakukan hal yang bisa membuat kita relaks dan nyaman, walaupun hal tersebut nggak masuk akal bagi sebagian orang, hahaha…

Di suatu hari suami mengeluhkan kondisi kantornya yang saban hari tidak memberinya ruang,
“Capek abah, nayang,”
“Ya istirahat dong bah, sabtu minggu nggak usah ngantor gitu emang nggak bisa?”
“Nggak bisa, akhir tahun begini kerjaan makin banyak dikantor. Manalagi kantor terlambat bikin anggaran, fiuh..”
“Ya sudah nikmati aja,”
“Pengen liburan sehari aja, nggak mikirin kerjaan,”’
-nginep dihotel yuk bah-
“Eh kita nginep di hotel aja yuk yang?” cakep! Sehati banget dah sama bininya.
“Tapi kapan bah?”
“Malam tahun baru aja gimana?”
“Ya boleh, terserah abah aja maunya kapan, aku mah ngikut aja,”





Tapi kemudian saya berfikir, rasanya nggak elok kalau kita ‘kabur’ sendirian di malam tahun baru sementara tetangga asyik ngumpul-ngumpul. Ya maklum saja, kontrakan kami yang terdiri 6 pintu ini 4 pintu diantaranya adalah teman kantor suami, jadi tiada hari dihabiskan tanpa ngumpul-ngumpul.
“Hari lain aja bah, jangan malam Tahun Baru. Kali tetangga pada pengen ngumpul, masak kita ngabur sendirian.”
“Oh iya, bener…bener…bener.. Abah nggak kepikiran. Ya sudah nanti kita fikirkan aja ya,”

Satu hari sebelum menginap di Swiss-belhotel Ambon :D
Alhasil dari serangkaian Road Show selama 2 bulan, eh maksudnya perjalanan dinas suami (ya gimana nggak dibilang Road Show dinas nggak berhenti-henti. Baru 3 hari dirumah sudah pergi lagi, saya bahkan nyaris terbiasa hidup sendirian di Ambon. Gawat kan!) suami memutuskan untuk nginep di akhir bulan November.
“Kita nginep dimana Bah?”
“Swiss-belhotel Ambon aja yuk”
“Haaah nggak kemahalan?”
“Abah belum pernah nginep di Swiss-belhotel Ambon soalnya, pingin aja ngerasain hehehe.” Pletak, gaya banget laki gue -_-‘

Sebetulnya ini bukan maksud untuk buang-buang uang ‘Punya rumah tapi malah milih tidur di hotel’, tapi terkadang manusia butuh ruang sendiri untuk membuat otot-otot meregang tanpa kerjaan. Kayak saya misalnya, taulah pekerjaan ibu rumah tangga gimana capeknya tanpa pembantu. Dengan nginep di hotel Swiss-belhotel Ambon saya jadi nggak mikirin dulu kerjaan dirumah selama sehari dan bebas ngetik selama yang saya mau. Ini aja saya bobo nyaris jam 3 pagi, nyantai sambil ngedit naskah yang mau dikirim ke penerbit, beneran relaks dan nggak mikirin besok mau ngapain. Pekerjaan rumah untuk sementara menghilang dulu dari pikiran, sekarang mari kita relaks di Swiss-belhotel Ambon, ada apa aja sih disini?


 
"Saya mau reservasi mbak,"



Pertama kali masuk hotel tidak terlihat adanya Receptionist, melainkan kita  kudu masuk dulu ke sebuah lift yang akan membawa kita ke lobby untuk reservasi. Konsep hotel yang sangat unik saya bilang, baru pertama kali ini masuk hotel nggak tiba langsung di Lobby. Naqib yang digendong pun terbangun pas sampai di Lobby hotel Swiss-belhotel Ambon. Suami langsung reservasi, setelahnya kami langsung menuju ke kamar.
Eh ini ada kisah yang  norak pas masuk lift, pas kami masuk, tombol lift susah sekali di tekan, kami mikir “Waduh jangan-jangan ini error yak!” kemudian kami keluar lagi, mungkin lift sebelah kiri nggak error,  ternyata  malah lift yang kanan terus terbuka untuk membiarkan kami masuk, kami tekan kembali tetep nggak bisa, lalu ada keluarga yang menekan tombol 2 yang ternyata menuju Ballroom Banda Naira,
“Lah itu kok bisa bah?”
“Nggak tau?”
“Coba lagi dah,”
Lift pun membawa kami kembali ke lobby, hampir saja kami memanggil OB untuk minta tolong, ketika kemudian ada karyawan hotel yang masuk dengan serombongan keluarga, mbak-mbak itu nanya, kami mau ke lantai berapa? setelah menyebutkan nomer lantai mbak-mbak tadi memasukkan sebuah kartu pada slot yang letaknya terpisah dari tombol-tombol lift. Jiaaaah gubrak, ini tempat kartu kan biasanya ada di bawah tombol lift kenapa jadi misah gini, bikin norak sampe keubun-ubun jadinya, wkwkwk

Di kamar Swiss-belhotel Ambon,
Suami memilih kamar Superior, karena memang adanya itu hahaha.. jadi hotel ini letaknya di pusat kota Ambon, wajar saja kalau penuh. Selain itu hotel Swiss-belhotel Ambon ini terbaik ke 2 dalam hal pelayanan dan kenyamanan dari beberapa hotel yang ada di Ambon, walaupun hotel Swiss-belhotel Ambon minus Swimming pool ya tetap nggak mengurangi minat orang buat nginep disini. Oh ya satu lagi, koneksi Wifinya buruk, jadi nggak bisa pakai fasilitas ini selama menginap.

Kamar Superior ini keren interiornya, warnanya nggak mencolok, karpetnya bersih, kamar mandi juga demikian, dari beberapa hotel yang pernah saya inapi, kamar dengan ukuran superior ini cukup besar dan sesuai dengan kocek. Fasilitas hotel juga lumayan menunjang konsumen, seperti Pusat kebugaran, Spa, Paket tur, Pengasuhan anak, Loundry, room service dan lainnya tapi minus kolam renang ya, hiks.. ‘pak besok-besok bikin kolam renang dong!’



Nyantai ah, kayak nggak punya beban


Kamar mandinya sebelum dipipisin Naqib :p


Kemudian kami tidur siang, karena teringat deadline nulis saya memilih bangun ketika terjaga, mumpung Naqib tidur juga, nanti dia bangun saya malah nggak bisa ngapa-ngapain. Karena kebanyakan mikir, perut jadi keroncongan, untung suami bangun dan kemudian saya merengek minta dibelikan snack.
Yummyyyy...

Kami berdebat memilih makanan, karena melihat daftar menu rasanya pingin dicobain semua, saya pinginnya pizza, suami nggak mau, akhirnya saya ngalah ‘Udah dibayarin ngelunjak lagi’, pilihan pun jatuh di menu Fettuccine Carbonara dan Crispy banana  fritters (nggak usah nulis gitu, bilang aja pisang goreng, haddeeh -_-‘), dan menu pun datang setelah saya memandikan Naqib.



Baca dulu, biar dibilang Bayi kekinian


Selesai makan saya mengajak Naqib jalan-jalan ke Lobby dan duduk sementara di sana, di hadapan saya ada mbak-mbak cantik yang sibuk ngobrol pakai bahasa jawa. Lalu saya jalan-jalan ke luar hotel ingin melihat kondisi jalanan yang tadi sepertinya heboh di bikin kotor sama remaja-remaja yang lagi ikutan Colour Run, rutenya  melewati hotel ini dan siram-siraman serbuk warna itu saya liat dari atas kamar . 

Lobby


Nggak lama saya masuk dan naik lift, mbak-mbak cantik tadi rupanya ingin naik juga, setengah berlari dia mengejar pintu lift yang sebentar lagi tertutup. Kartu saya tidak bisa masuk, wah ini kayaknya bisa membuka obrolan sama si mbak-mbak deh, begitu batin saya,
“Haduh ini kok nggak bisa masuk sih kartunya, piye toh,” memancing dengan logat jawa.
“Coba sini bu saya bantu,” saya mempersilahkan mbaknya, dan berhasil.
“Ibu dari mana?”
“Saya, dari Ambon,”
“Oh liburan ke Ambon?”
“Nggak mbak saya tinggal di Ambon,”
“Terus nginep di sini?” keliatan mukanya bingung banget.
“Ya pengen nyoba aja nginep di sini,” saya terkekeh.
“Oh waw..” raut wajah si mbak itu sulit digambarkan coba, sangking kagetnya. Ekspresinya seperti berkata,’ Edan ini ibu, sudah kebanyakan duit kali ya. Punya rumah di Ambon pengen nginep di hotel’. Padahal untuk sekedar nginep saya juga perlu nabung keles hihihi



Kota Ambon dari lantai 8 Swiss-belhotel


Lepas magrib saya keluar dari swiss-belhotel Ambon untuk makan malam. Kami memilih restaurant padang Ayah yang letaknya di Trikora, udah lama juga nggak makan disana. Pengen juga nonton Glenn Fredly di Lapangan Merdeka, saat itu Glenn lagi pulang kampung sekalian roadshow merayakan 20 tahun dirinya berkarya. Konsernya sendiri bertajuk ‘Tinggikan’. Tapi ah, bawa anak kecil rempongnya, kesian Naqib. Ya sudah balik saja ke swiss-belhotel Ambon lagi hihihi..
Di kamar Naqib mulai berulah, lari-lari nggak mau diam, namanya juga anak kecil, tapi kemudian ia kelelahan dan akhirnya tertidur. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk mengetik banyak hal, ini Me Time bagi saya. Jam 3 pagi saya tertidur..

Pagi hari di Swiss-belhotelAmbon
Keinginan foto Sunrise dari ketinggian lantai 8 Swiss-belhotel Ambon gagal! Yaah saya bangun jam 6 pagi karena kebetulan nggak solat . itu juga dibangunin suami dan Naqib yang sudah teriak-teriak minta makan. Setelah cuci muka dan gosok gigi –tanpa mandi- kami turun untuk sarapan. Selesai sarapan dengan menu yang lezat dan bikin saya pingin makan terus saya kembali ke kamar. Ealah baru naik, Naqib minta jalan-jalan lagi, kali ini bapaknya mengalah menemaninya jalan-jalan sementara saya sibuk packing


Swiss Cafe

Lucipara Lobby Lounge and Bar

Ini baru makanan perdana loh :D


Balik dari lobby suami saya heboh,
“Kayaknya ada Prilly dah,”
“Oh ya?”
“Iya, ada fans-fansnya gitu di bawah pada pakai baju Prilly Latuconcina gitu, mana semua laki-laki lagi.” Wkwkwk, sakit perut.
Nggak lama Naqib minta turun lagi. Bapaknya capek dan gantian saya yang menemani. Tiba di Lobby dan pintu lift terbuka, loh.. Prilly rupanya baru mau check in, mata kami bertatapan, dan saya pura-pura cuek nggak kepingin heboh sebagaimana orang Jakarta kalau ngeliat artis yang sudah biasa. Bapaknya duduk tak jauh dari saya duduk, dengan sok akrab saya nanya mau ada acara dimana?
“Di ACC” katanya gitu, bapaknya ramah banget. Dan tepat pada detik itu juga saya lupa, kalau naik ke atas kan kudu bawa kartu, sementara tadi saya bilang males bawa kartu karena ribet bawa-bawa Naqib, hadooooh kenapa jadi nular ke suami sih pikunnya. Tak lama kemudian suami menjemput dan saya bergegas naik karena sudah pusing dengan suasana lobby yang kayak pasar banget.
Kami lalu mulai packing, saya mandi dan tepat jam 10 kita check out.

“Liburan berakhiiiir, terimakasih Swiss-belhotel Ambon” :D

Bagi yang ingin menginap di Swiss-belhotel Ambon, bisa menghubungi kontak di bawah Ini :
Jl Benteng Kapaha No 88, 
Ambon,  
Maluku,  
97124, 
Indonesia Telepon Hotel: (62-911) 322888 
E-mail: ressbam@swiss-belhotel.com


Bisa pesen kamar dulu via telpon lalu bayar kemudian seperti kami, bisa pesan lewat situs-situs terpercaya kayak Traveloka, Trivago, dll, atau kalau nggak mau repot bisa pesen ditempat bayar ditempat. Tapi lebih baik sih nanya dulu, soalnya Swiss-belhotel selalu penuh, maklum Ambon selalu ramai dikunjungi wisatawan. selamat berliburr ^^


2 comments

swissbell hotel emang keren mba, aku nemuin hotel ini di kota2 besar emang minta banget disamperin :))

Reply

iya swissbel emang cabangnya dimana-mana ada

Reply

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...