Menu

Saturday, 9 June 2012

/
Sedikit cerita.. (liputan dari pembukaan MTQ nas)

2 hari kemarin, Ambon diguyur hujan hebat. Sebetulnya hujan lebat sudah berlangsung beberapa minggu terakhir, tapi yang 2 hari kemarin membuat saya lebih khawatir, kenapa? karena MTQ akan dibuka, sebagian kontingen serta presiden akan datang. Ini yg membuat saya agak sedikit panik. Saya tidak bsa membayangkan bagaimana rasanya diatas sana, terbang dengan cuaca buruk. Kalau terbang dari daerah timur ke Ambon aja sih sebentar, lalu yang dari jakarta, bahkan ujung sumatra sekalipun bagaimana rasanya ya? yang dari Jakarta saja 3 jam menuju Ambon. Biuuh.. bayangkan lagi, hujan sedikit saja masya Allah goncangannya dasyat, rasanya jantung mo copot, bagaimana yang dengan cuaca buruk seperti kemarin? Hmm.. cuaca buruk itu bisa saya gambarkan seperti ini : misalnya pun saya teriak-teriak dari rumah ga akan bisa terdengar tetangga sangking derasnya si hujan mengucur. Bahkan volume TV yang biasanya diangka 9 pun harus dipaksa naik ke angka 25 agar suara terdengar jelas itupun masih samar-samar. Nah kebayangkan bagaimana kondisi cuaca kemarin. Dan hujan kemarin berjalan kurang lebih selama 18 Jam nonstop. Adapun jeda, hanya 1-2 jam, selebihnya hujan lagi. Luar biasa!
3 jam dengan cuaca buruk, serta jarak pandang yang pendek. Aduuuh ga kebayang, pasti diatas sudah banyak-banyak zikir. Nah itu yang dirasakan Pak SBY ketika berkunjung ke Ambon kemarin, beliau cerita pas pembukaan MTQ nas.

"Hampir saja saya membatalkan untuk kunjungan ke Ambon. Ketika kami bertolak dari Jakarta cuaca cerah, namun ketika sampai di selat makassar, cuaca buruk menghampiri. Jarak pandang yang pendek membuat pilot tidak bisa membaca situasi (entah, situasi apaan ga ngerti saya), akhirnya kami berbelok ke makassar dan menunggu sampai cuaca sedikit cerah, agak lama kami menunggu, sekitar 2 jam di makassar, disana kami tetap berdoa, semoga Allah memudahkan perjalanan kami, kami datang dengan niat baik, ingin silaturahmi, ingin membuka peresmian MTQ. Sampai jubir saya berkata penerbangan bisa dilanjutkan, walaupun cuaca masih sedikit mendung. Akhirnya kami pun terbang kembali, tak sampai setengah jam. Penerbangan terganggu kembali karena cuaca buruk, kami semua yang ada di pesawat berdoa, semoga Allah memudahkan perjalanan kami. Alhamdulillah Allah benar-benar membantu kami, dan dapat mendarat dengan selamat di Ambon. walaupun harus berjuang melawan derasnya hujan " -semua penonton tepuk tangan loh, mungkin salut?- Sampai di sini saya berfikir, seorang presiden gituloh, rela nunggu 2 jam lebih demi membuka peresmian yang hanya 5 menit. Kalau saya jadi pak sby, mending putar balik aja, teleconference deh, daripada mati konyol bela2in datang dgn cuaca buruk >_<, 2 jam menunggu untuk seorang presiden, pasti banyak kepentingan2 yg harus dijalani, pasti banyak program2 yang mundur. Tapi beliau rela datang dgn cuaca buruk. Sumpah saya terharu..

Kita selalu saja menilai orang lain buruk karena kesalahan2nya tanpa bisa bertoleransi dengan sedikit saja pada kebaikannya.Apakah kita yg menilai sdh lbh baik dr org yg kita nilai buruk..? lalu siapa bilang pak SBY ga mikirin sedikit saja rakyatnya?


...

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...