Menu

Wednesday, 10 March 2010

/

27 Febuari 2010


Kak Ira kuliah. Dek Cut pun demikian. Untung aku ada janji ketemuan dengan seorang kakak yang dulunya kami sempat bertemu di bekasi. Beliau juga kawan aku di Facebook (ups! Lagi-lagi facebook). Kak Ina namanya. Dulu dia bekerja di Bekasi, sekarang dipindah tugaskan ke Banda Aceh tanah kelahirannya. Ini adalah pertemuan kali ke dua dengannya. Kak Ina berjanji akan mengajakku keliling kota Banda Aceh sabtu ini. Asiik… ^^

Pagi itu aku mengawali perjalanan dengan mengunjungi Museum Tsunami, sayang, kami tidak bisa masuk ke dalam. Padahal kata Kak Ina, Museum Tsunami isinya menggetarkan, bahkan banyak yang pingsan ketika pengunjung masuk ke ruang teater karena di tempat itulah kemudian diputar film dokumenter tragedy tsunami.


Gaya dulu

Sayang nggak bisa masuk


Disebelah kanan Museum ini terdapat makam belanda yang terbunuh di Aceh namanya Kirkhoff. Aku pikir ini makam para syuhada yang tewas waktu tsunami menerjang. Ternyata bukan ^_^. Hehe..
Kami melanjutkan perjalanan kembali. Kak ina kembali menyusuri jalan utama kota Banda Aceh yang pagi itu terlihat mendung dan mengakhiri perjalanan dengan singgah ke masjid Raya Baitturahman. Kak Ina ingin shalat dhuha di sana. Ah sayang, aku sudah shalat dhuha lebih dulu dirumah tadi, kalau tidak pasti bisa shalat disini. Padahal shalat di Baiturahman adalah mimpiku yang ke tiga. Mungkin ada rencana Allah yang lain. Akhirnya kupuaskan untuk memfoto bagian-bagian yang terlihat mempunyai view, walaupun beratapkan langit kelabu, tapi hasilnya tetap terlihat indah. Tidak ada bagian yang tidak aku foto. Depan, kanan, kiri, belakang, semuanya kena jepretan mautku. Kebetulan saat itu di Baiturrahman ada yang menikah. Kata kak kina, kalau ingin menikah di masjid ini harus memesan tiga bulan sebelum hari ‘H’ “Mungkin kalau manda yang menikah disini, harus memesan setahun sebelum hari ‘H’ kali ya.. hehe”.canda Kak Ina.

Ini dia landmark kota Banda Aceh


Ups! Aku ada janji dengan kawan-kawan FLP Aceh. segera saja motor Kak Ina melaju menuju daerah Baiturrahman. Letak markas mereka tak jauh dari kampus Universitas Syah Kuala atau yang lebih dikenal dengan Unsyiah. Tepatnya di daerah Berabung-Tungkop. Aku disambut hangat oleh mereka, walaupun saat itu kami hanya ber-6 tapi diskusi siang itu menjadi sangat menarik dan seru. Mengingat antara FLP kami dengan FLP Aceh punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Siang itu Kak Ira berjanji akan menjemputku tepat jam 2 siang, tapi entahlah jam 12 siang kak Ira sudah selesai kuliah dan langsung menjemputku. Pertemuan kita siang itu diakhiri. Dan aku diberi Antologi ke 2 mereka ‘Rumah Matahari Terbit’. Alhamdulillah.. Bukunya bagus banget loh isinya. 

FLP ACEH


Motor kak Ira melaju kencang sembari terus melirik jam di pergelangan tangannya. Ada apakah? “Supaya adek bisa ikut shalat zuhur berjamaah di baiturrahman” Begitu katanya. Allah, bahagiannya aku. Inikah rencanaMU selanjutnya. Subhanallah, padahal dalam 100 mimpi itu aku hanya menuliskan,’Aku ingin sekali shalat di Baiturrahman’. Tidak shalat berjamaah pun tak apa-apa. Tapi faktanya, Allah ingin menggoreskan sesuatu yang berbeda dalam perjalanan ini. Langit Banda yang semula mendung, mendadak cerah hari itu.Akhirnya 3 mimpiku terkabul. Aku bahagia, tak sia-sia rasanya datang ke Aceh walaupun hanya 3 hari jalan-jalan.
Selepas shalat, motor melaju kearah Peunayong, disini aku sempatkan membeli oleh-oleh untuk orang rumah. Kopi solong juga souvenir lainnya. Sebenarnya ‘lapar mata’ juga sih, ngeliat souvenir-souvenir yang ada, bagus-bagus dan cantik-cantik sekali. Mengingat budget di dompet sudah sangat menipis. Akhirnya wisata belanja pun dicukupkan.

Cuma foto doang nggak jd beli :D

Pulangnya, karena perutku lapar sekali. Tadi pagi juga tidak sempat sarapan, motor kami hentikan di sebuah warung makan bernama ‘Cut Dek’ Di daerah Lampineung Disini kak Ira memesan Ayam Tangkap atau yang lebi dikenal dengan sebutan ayam sampah. Waw! Luar biasa, dengan sambal pleuk-u dan sambal udang yang lezat. Rasanya makan di siang hari itu ingin nambah lagi, hehe.. *haduh, manda bisa gendut nih tinggal di Aceh ^_^*

Rasanya susah banget untuk dilupakan kak Iraaaaaa

“Mau kemana lagi adek?” Tanya kak Ira. Hm.. Dengan cepat kusebut ‘Lhoknga’. Kak Ira menyetujuinya, tapi dengan syarat. Beliau harus tidur siang dulu, karena capek kuliah dari pagi lalu mengantarku jalan-jalan untuk beli oleh-oleh.
Jam 5.30 kami kluar dan langsung meluncur ke arah Lhoknga. Ya ampun,.. inikah pantai yang memakan korban lumayan besar ketika tsunami menerjang? Mataku terpejam, membayangkan ketika tsunami menghantam Banda melewati pantai Lhoknga ini.

Lhok Nga diwaktu senja

Didepan pantai Lhoknga ada sebuah pabrik besar bernama pabrik Semen Andalas Indonesia, org2 di Aceh lebih mengenal dengan sebutan PT SAI, bangunan yang putih memanjang yang menjadi proses produksi, waktu tsunami hancur lebur. Dan sekarang mulai direnovasi lagi. Di sisi kanan dan kiri PT SAI terdapat tiang-tiang yang menjulang tinggi waktu tsunami kata org2, mayat2 pengunjung pantai Lhoknga sampai terlempar dan tersangkut pada tiang itu.. Masya Allah. Tak bisa kubayangkan, betapa tingginya gelombang yang menghantam Aceh 5 tahun silam itu.

Jangan dibayangin waktu tsunami tingginya setiang diatas bangunan itu

Selepas shalat maghrib aku ingin sekali makam mie Aceh untuk yang terakhir kalinya. Maka kak Ira membawaku ke Dhapu kupi, tidak hanya mie Aceh, tapi kami memesan martabak Aceh yang kubilang sangat mirip dengan telor dadar. Bagaimana tidak, canainya didalam sedangkan telor lebih mendominasi. Rasanya pun lebih mirip telor dadar kubilang hehehe..
Alhamdulillah kenyang, saatnya packing. Besok penerbangan jam 7.15 lebih pagi sebelum aku berangkat.


Kopdar terakhir

28 Feb 2010
Pagi-pagi sekali selepas shalat subuh aku sudah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda. Alhamdulillah, perjalanan yang mengesankan. Telah kutinggalkan jejakku disini bersama kenangan-kenangan manis di semua agenda. Berharap suatu hari nanti akan kembali lagi ke sini, Insya Allah..


Yuhuuu mari kita pulaaang

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...