Menu

Saturday, 13 June 2009

/

Aku lahir dari perut ibu.. (bukan kata org...memang BENARKAN !!!.... ..) Bila dahaga, yang susukan aku.....ibu Bila lapar, yang menyuapi aku....ibu Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. ..ibu Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut....Ibu Bila bangun tidur, aku cari....ibu Bila nangis, orang pertama yang datang ....ibu Bila ingin bermanja, aku dekati....ibu Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah....ibu Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya....ibu Bila nakal, yang memarahi aku....ibu Bila merajuk, yang membujukku cuma....ibu Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah....ibu Bila takut, yang menenangkan aku....ibu Bila ingin peluk, yang aku suka peluk....ibu
Aku selalu teringatkan ....ibu


Bila sedih, aku mesti telepon....ibu
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu.... .ibu
Bila marah.. aku suka meluahkannya pada..ibu
Bila takut, aku selalu panggil... "ibuuuuu! "
Bila sakit, orang paling risau adalah....ibu
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga....ibu
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku....ibu
Bila aku ada masalah, yang paling risau.... ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku. ...ibu
Kalau pulang ke kampung, yang selalu member bekal.....ibu
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku....ibu
Yang selalu berkirim surat dengan aku...ibu
Yang selalu memuji aku....ibu
Yang selalu menasihati aku....ibu
Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta
persetujuan. ....ibu

Aku ada pasangan hidup sendiri....
Bila senang, aku cari....pasanganku
Bila sedih, aku cari....ibu
Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada....ibu
Bila bahagia, aku peluk erat.....pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat.....ibuku
Bila ingin berlibur, aku bawa....pasanganku
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....ibu
Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"
Selalu.. aku ingat pasanganku
Selalu.. ibu ingat aku
Setiap saat... aku akan telepon pasanganku
Entah kapan... aku ingin telepon ibu
Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu

Renungkan:
"Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja.... masih ingatkah kau pada ibu?
tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun cukuplah".
Berderai air mata jika kita mendengarnya. ........
Tapi kalau ibu sudah tiada....... ...
IBUUUU...RINDU IBU.... RINDU SEKALI....
Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya...... .
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....
dan akhir sekali berapa banyak yang men-SHOLAT-kan JENAZAH ibunya......

Nabi Muhammad S.A.W pernah ditanya oleh sahabatnya tentang siapakah orang yang harus kita hormati di dunia ini. Rasulullah menjawab, bahwa ” orang yang harus dihormati di dunia ini yang pertama adalah Ibumu, lalu Ibumu, kemudian Ibumu, setelah itu Bapakmu! ”

Disaat ibu kita tidur lelap, coba kita pandangi dia dalam2 dan bayangkan matanya tak akan terbuka untuk selama2nya, tangannya tak mampu menghapus air mata kita dan tak ada lagi nasehat yang selama ini sering kita abaikan. bayangkan apabila ibu kita sudah tiada dan apakah kita sudah mampu membahagiakannya? yang sekian kalinya dia selalu membahagiakan kita, memenuhi kehendak kita. apakah kita pernah terpikir, betapa besar pengorbanannya untuk kita? betapa besar kasih sayangnya pada kita? betapa ikhlas dan tulusnya cintanya pada kita?

Alkisah:
Pada suatu hari, ketika Hasan al-Bashri thawaf di Ka’bah, Makkah, beliau bertemu dengan seorang pemuda yang memanggul keranjang di punggungnya. Beliau bertanya padanya apa isi keranjangnya. “Aku menggendong ibuku di dalamnya,” jawab pemuda itu. “Kami orang miskin. Selama bertahun-tahun, ibuku ingin beribadah haji ke Ka’bah, tetapi kami tak dapat membayar ongkos perjalanannya. Aku tahu persis keinginan ibuku itu amat kuat. Ia sudah terlalu tua untuk berjalan, tetapi ia selalu membicarakan Ka’bah, dan kapan saja ia memikirkannya, air matanya bergelinang. Aku tak sampai hati melihatnya seperti itu, maka aku membawanya di dalam keranjang ini sepanjang perjalanan dari Suriah ke Baitullah. Sekarang, kami sedang thawaf di Ka’bah! Orang-orang mengatakan bahwa hak orangtua sangat besar.
Pemuda itu bertanya, “Ya Imam, apakah aku dapat membayar jasa ibuku dengan berbuat seperti ini untuknya?” Hasan al-Bashri menjawab, “Sekalipun engkau berbuat seperti ini lebih dari tujuh puluh kali, engkau takkan pernah dapat membayar sebuah tendanganmu ketika engkau berada di dalam perut ibumu!”

"Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaarobbayaanii shoghiiroo"

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

I Miss u Ibu.....
Aku Rindu Ibu.......
Aku Kangen Ibu......

*untuk s'org ikhwan yg mengirimkan ini padaku.. syukron.. ana nangis baca ini.. T_T*

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...