Menu

Friday, 8 May 2009

/
Tausiah pagi ^_^ :

Diriwayatkan, bahwa pada suatu hari Rasulullah menemui para sahabat-sahabatnya. Lalu Rasulullah bertanya, "Bagaimana keadaanmu di pagi hari ( Subuh)?" Meka menjawab, "Kami dalam keadaan beriman kepada Allah s.w.t.". Lalu Rasulullah bertanya kembali, "Apakah tanda-tanda keimananmu?" Mereka menjawab, "Kami sabar terhadap musibah, bersyukur atas nikmat di waktu pagi, dan senang terhadap ketetapan Allah s.w.t. (Qadha)." Lantas Rasulullah s.a.w bersabda, "Kalau begitu, kalian benar-benar termasuk orang-orang mukmin yang sebenarnya. Demi Allah yang memelihara ka'bah".

Sebagian ulama ahli makrifat mengatakan, sabar itu ada tiga tingkatan, yaitu:



- Orang yang tidak suka menceritakan nasib buruknya kepada selain Allah s.w.t. ini adalah sabar tingkatan orang-orang tabi ín.

- Orang yang Ridha atas ketetapan Allah s.w.t. Ini adalah sabar tingkatan orang-orang zuhud.

- Orang yang cinta akan musibah. Ini adalah sabar tingkatan para Siddiqin.

Didalam satu Hadits, Rasulullah s.a.w bersabda,

اعبد الله على الرّضا فإن لم تستطع ففى الصّبر على ما تكره خيرٌ كثيرٌ

Yang artinya:

Beribadahlah kamu sekalian kepada Allah disertai kerelaan hati. Apabila engkau tidak bissa beribadah dengan hati yang rela, maka bersabarlah atas sesuatu yang tidak engkau sukai, merupakan kebaikan yang banyak".

TAG artikel dr seorang kakak di Facebook.. *Kak Mada Landi* :)

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...