Menu

Saturday, 9 May 2009

/
Jika kita terjebak didalam dosa dan kesalahan maka pengaduan adalah hanya kepada-Nya. Pengampunan dosa hanya Milik-Nya, penghapusan dosa adalah dari-Nya. Diriwayatkan didalam riwayat Annasai, “yabna aadam innaka maa da’autanii wa rojautanii ghofartu laka ‘ala maa kaana minka falaa ubaaliiy” wahai keturunan Adam, jika kau berharap kepada-Ku dan kau berdoa kepada-Ku.
Apa manfaatnya aku berdoa kepada-Mu wahai Rabb..? sebelum kita bertanya dan diijabah atau tidak oleh Allah doa itu, Allah telahmemberi janji “yabna aadam innaka maa da’autanii wa rojautanii ghofartulaka ‘ala maa kaana minka falaa ubaaliiy” kau yang rajin berdoa dan berharap kepada-Ku, Ku-hapus dosa kalian tanpa Ku-pertanyakan lagi.



Riwayat Musnad Ahmad ini tentunya diperkuat oleh belasan ayat riwayat Shahih Bukhari bahwa Allah Swt menghapuskan dosa – dosa hamba-Nya dengan amal perbuatan baik bahkan dari firman Allah.

Ketika seorang pria datang kepada Sang Nabi saw, Ya Rasulullah aku sudah banyak berbuat dosa, bagaimana caraku menghapus dosa ini? Sang Nabi saw diam, Allah yang jawab. Menunjukkan keinginan untuk menghapus dosa, keinginan untuk dekat kepada Allah, keinginan untuk jauh dari hal yang hina kepada Allah, bukan dijawab oleh Sang Nabi saw namun dijawab oleh Allah.

Allah menjawab “innal hasanaat yudzhibnassayyi’at.. ”. Alangkah indahnya jawaban-Mu Rabbiy. Allah menjawab “sungguh perbuatan pahala menghapus dosa – dosa”, indah sekali. Kalian ingin dosa kalian terhapus pada-Ku? Perbanyak berbuat baik pada-Ku, niscaya Ku-hapus dosa – dosa kalian.

Indah sekali Yang Maha Indah dan memang tidak ada yang lebih indah daripada Allah. Kalau kita renungkan, ayat ini tidak memerintahkan untuk taubat tapi lebih dari taubat. Menunjukkan Allah itu sangat ingin dekat kepada si pendosa yang ingin menghapus dosanya. Allah sangat ingin dekat kepadanya.

Kenapa tidak Allah katakan ia bertaubat, selesai, hapus dosanya, tidak begitu. Allah katakan “innal hasanaat yudzhibnassayyi’at” perbuatan baik itu menghapus dosa – dosa. Maksudnya apa? Allah ingin ia banyak beramal baik. Kenapa ia harus beramal baik?

Sedangkan Allah bersabda : hamba- hamba-Ku jika berkumpul kalian jin dan manusia yang pertama dan terakhir semuanya bertaqwa dengan ketaqwaan kepada-Ku, Kerajaan-Ku tidak bertambah sedikit pun, hamba-Ku jika kalian ini semua jahat, jin dan manusia yang pertama dan terakhir semuanya jahat, tidak berkurang Kerajaan-Ku sedikit pun (Shahih Muslim).

Lalu apa gunanya kebaikan dan kejahatan bagi Allah? Cintanya Allah, Indahnya Allah, Mulianya Allah sampai Allah jawab “hai para pendosa, kalian perbanyak perbuat pahala maka dosa – dosa kalian Ku-hapus”. Panggilan yang sangat indah, “sini dekat pada - Ku maka dosa – dosa itu Ku-singkirkan”. Demikian indahnya Rabbul Alamin.

* Kak Mada.. makasih taujihnya *

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...