Menu

Thursday, 23 April 2009

/

Jangan lah ber Syikayah kepada manusia


Diriwayatkan dari Nabi Muhammad S.A.W. sesungguhnya beliau telah bersabda, "Barang siapa bangun dipagi hari lantas mengadukan kesulitan hidupnya kepada orang lain, maka seolah-olah dia telah mengadukan Tuhannya (tidak rela akan takdir-Nya)".



Jadi dari riwayat tersebut diatas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kita tidak boleh berSyikayah, kecuali kepada Allah S.W.T. Syikayah kepada Allah S.W.T. termasuk berdoa, sedangkan Syikayah kepada manusia berarti merasa tidak Ridha akan pemberian Allah S.W.T.

Ket:
Syikayah artinya, Meratap atau menceritakan nasib yang jelek dengan hati yang tidak rela akan pemberian Allah S.W.T.

Sebagaimana hadits Nabi Muhammad S.A.W yang diterima dari Abdullah bin Mas'ud, Beliau bersabda:

Apakah aku tidak perlu mengajarkan kepadamu kalimat-kalimat/doa yang pernah di ucapkan oleh nabi Musa as. ketika dia melewati lautan bersama Bani Israil? Jawab kami (sahabat). Tentu saja, wahai Rasulullah. Lantas Nabi bersabda, Bacaاah :

اللّهمّ لك الحمد واليك المشتكى وانت المستعان ولاحول ولاقوّة الاّبالله العلى العظيم

Yang artinya:
Ya Allah segala puji bagi-Mu. Kepada Engkaulah aku mengadu, dan hanya Engkau yang bisa memberi pertolongan. Tiada daya dan tida upaya, serta tiada kekuatan, kecualai dengan pertolongan Allahyang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Al A'masy berkata, "Setelah aku mendengar (doa tersebut) dari saudara kandungku Al Asady Al Kufy yang menerima doa itu dari Abdullah ra. maka akku tidak pernah meninggalkan doa tersebut". Al A'masy juga berkata, "Telah datang kepadaku seseorang dalam mimpiku dan dia berkata, "Wahai Sulaiman, tambahkan lah doa tersebut dengan kalimat dibawah ini :

ونستعينك على فسادٍ فينا ونسءلك صلاح امرناكلّه
Artinya:
Dan kami memohon pertolongan kepada-Mu di dalam kesukaran yang ada pada kami dan kami memohon keberesan (kebaikan) dalam semua urusan kami.

ومن اصبح لأمورالدّ نيا حزينا فقد اصبح ساخطًا على الله ومن تواضع لغنيٍّ لغناه فقد ذهث ثلثادينه
Dan artinya:
Dan barang siapa bangun di pagi hari dalam keadaan sedih karena urusan duniawi, maka di pagi itu dia telah membenci Allah S.W.T.
Dan barang siapa merendah diri (bertekuk lutut) terhadap orangkaya, karena kekayaan nya, maka lenyap lah 2/3 dari agamanya.

Dari ungkapan diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa, "Kita tidaklah diperbolehkan mengagungkan seorang manusiapun karena hartanya. Sebab, sesungguhnya orang yang memuliakan harta akan menghinakan ilmu dan kemaslahatan. Manusia di anjurkan untukmenghormati sesamanya karena sebab; ilmunya, karena lebih tua umurnya,dan karena ke Islamannya di dalam batas-batas kemanusiaan".

Wallahu'alam..............

*tausiyah dr seorg kk \:D/ tengkyu kak dije.. loph U muah..*

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan saya, semoga bermanfaat ya ^^
Mohon komennya jangan pakai link hidup, :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...